Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 24~


__ADS_3

Happy Readers 😍


.


.


.


.


Perusahaan Zixte Group


Di dalam ruangan yang sepi dan sunyi, Zheihan hanya bisa menghela nafas panjang dengan kasar. Bahkan pikirannya bercampur aduk saat memikirkan segalanya yang telah terjadi.


Zheihan menundukkan kepalanya, lalu mengusap wajahnya dengan kasar dan mengacak-acak rambutnya.


Rania ... akan ku pastikan aku bisa membawamu kembali padaku . Batinnya


Ia memijat pelipisnya karena perasaannya kini tidak bersahabat. Tetapi pada detik kemudian ada sebuah panggilan masuk dari ponselnya.


Dreetttt ... Dreetttt


Zheihan pun bangkit dari tempat duduknya ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya (Darma), dan ia pun berjalan mendekati jendela untuk mengangkat telepon tersebut.


“Halo tuan bos ... saya ingin melaporkan hasil penyelidikan saya selama beberapa hari terakhir ini”


“Baiklah. Cepat katakan!”


“Jadi begini tuan bos ... Anda meminta untuk menyelidiki gadis yang bernama Rania Dernata ... tapi saya tidak menemukan apapun, Lalu yang kedua anda meminta saya untuk menyelidiki hubungan antara Rania Dernata dengan Raka Cyril Wolverine ... Tetapi saya juga tidak menemukan apapun tuan bos.”


“Lalu apa yang kamu dapatkan?!”


“Dari hasil penyelidikan saya, bahwa Raka Cyril Wolverine yang anda maksud adalah seorang Presdir IT Wolverine Group, dan dia adalah putra pertama dari tuan Kafrein Wolverine Tuan.” Jelasnya panjang lebar


“Baiklah aku mengerti, besok kau kirim data-datanya ke kantor.”


“Siap tuan!”


Zheihan pun langsung mematikan ponselnya setelah panggilan dari Darma berakhir, lalu memasukkan ke dalam saku celananya. Namun, tak lama kemudian ponselnya kembali berdering.

__ADS_1


Dreetttt Dreetttt


Dengan perasaan kesal dan terpaksa, ia pun mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat siapa yang menelponnya.


“Darma! Apa masih ada yang ingin kamu katakan?!” Bentak Zheihan


“Zheihan ini Mama ... Darma? Siapa dia?” Tanya seseorang dari seberang telpon.


Haissh ...


“Ah maaf Ma ... Zheihan kira yang nelpon teman Zhei.” Tuturnya berbohong. “Ada apa Ma? kok tumben nelpon Zheihan?” Sambungnya.


“Nanti malam kita di undang untuk makan malam bersama oleh keluarga Cantika, kamu harus datang.” Tutur Nyonya Monica.


“Ada acara apaan Ma?”


“Mama gak tau juga sayang, tapi Papa minta kamu harus datang.”


“Okay, Baiklah kalau begitu.”


“See you Son”


Hufffhh ...


Zheihan menghela nafas panjang,lalu menghembuskan secara kasar.


Belakangan ini banyak sekali yang terjadi ... Sejak Rania kembali. Batinnya.


🥀🥀🥀🥀


Berbeda dengan Rania yang masih mengurung dirinya di dalam kamar, perasaannya yang hancur membuat ia tidak bersemangat hari.


Zheihan ... andaikan kamu tidak melakukan hal yang mengerikan pada saat itu ... mungkin aku tidak seegois ini ... Bagiamana aku bisa kembali padamu ... jika kau sudah memiliki orang lain?


Setetes demi setetes air mata Rania kini membasahi wajah mulusnya. Entahlah, perasaannya kini tidak beraturan seakan-akan ia ingin menghilang dari dunia ini. Tapi ia sadar bahwa ia harus bangkit dari keterpurukannya demi sang buah hatinya. Kalau pun ia jujur,ia tidak ingin siapa pun membawa Mexty pergi dari kehidupannya.


Lamunannya terhenti saat ponselnya berdering. Ia pun mengambil dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. Mama .


“Halo Ma ... ” Sapa Rania dengan suara seraknya.

__ADS_1


“Sayang ... kamu habis nangis?”


“Enggak kok Ma ... Rania cuman kelilipan barusan.” Dustanya


“Gak bohong kan sama Mama?”


“Enggak Maah” Ujar Rania menyakinkan Mamanya.


“Syukurlah kalo begitu. Ngomong-ngomong kok Mama gak denger suaranya Mexty?”


“Mexty lagi main Ma.” Ujarnya lembut.


“Oiya Ma ... Mama sama Papa kapan pulangnya? Lalu bagaimana kabarnya Zahrel Ma?”


“Kalau gak salah hari ini Mama pulang ... Tapi Papa belum pulang dari meeting nya, Kalo Zahrel jangan di tanya lagi, dia udah dewasa dan udah bisa jaga diri.”


“Cepetan pulang yaa Ma ... Rania udah kangen sama butik.”


“Astaga Rania! Kamu gak ke butik sama sekali?!”


“Enggak Ma ... Rania males kalau sendirian hehehe ... ” Ujar Rania cengengesan


“Ya ampun anak Mama! Ya udah kalo gitu mama tutup dulu telponnya”


“Okay mom.”


Panggilan pun berakhir, sehingga Rania bisa menghela nafas lega. Karena ia takut ketahuan kalau dirinya sedang menangis.


Aku harap semuanya akan baik-baik saja . Batinnya


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2