Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 104 ~ Dikala Hati Tersakiti


__ADS_3

Happy Readers 😘


Atika yang sedari tadi pagi tidak mendapatkan pesan dari Raka, bahkan panggilannya tidak terjawab satu pun, meski ia berulang kali mencobanya. Ia juga sempat mendatangi perusahaannya dan rumah Raka, tetapi tetap tidak bertemu dengannya.


Paman, kenapa tidak bisa dihubungi? Akhh, Paman kemana saja kau! umpat Atika kesal melempar ponselnya di atas kasur.


Tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya masuk ke dalam kamarnya, sembari membawa nampan yang berisi segelas susu dan roti.


“Nak, cepat makan, Bunda perhatikan sejak pulang kuliah kau tidak makan apapun,” ujarnya lembut sambil meletakkan nampan di atas lagi.


“Atika malas mau makan!” ujarnya kesal.


“Lah, kenapa Atika anak Bunda jadi seperti ini?” tanya wanita itu lembut.


“Aku lagi kesal, masa dari kemarin pesan Atika tidak dibalas oleh Paman, terus aku telpon berkali-kali tidak diangkat, aku ke kantornya tidak ada, aku cari di rumahnya gak ada orang! Atika kesal!” celoteh Atika panjang lebar.


“Mungkin dia sibuk bekerja sayang,” ujar Sang Bunda pura-pura tenang.


Maafin Bunda ya Nak, Bunda yang meminta Nak Raka menjauhi kamu, karena Bunda tidak ingin kau jatuh cinta semakin dalam padanya, batin sang Bunda.

__ADS_1


“Tidak, jika Paman sibuk bekerja, dia akan mengabariku, tapi sekarang tidak,” jelas Atika, karena ia tahu kebiasaan Raka.


Hatinya sedang merindukan sosok pemuda itu, yang memberikan ia ruang kebahagiaan selama setahun, rasa nyaman yang belum pernah ia rasakan pada siapapun, tapi kali ini merasa bahwa semuanya hilang secara perlahan.


Paman, tolong balas pesan Atika, walaupun hanya sedikit saja, batin Atika penuh harapan.


Bu Melisa yang menatap gelisah putrinya, ia berpura-pura tidak tahu, padahal itu semua adalah perbuatannya.


“Nak, makanlah dulu, Raka pasti akan menghubungimu,” ujar Bu Melisa lembut sembari menepuk pundak Atika.


“Iya Atika akan makan, tapi setelah dapat pesan dari paman," ujar Atika cemberut dan ingin menangis.


Atika merasa putus asa karena tidak mendapatkan balasan apapun, ingin teriak dan marah, tapi ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Secara perlahan ia memejamkan matanya dan menghela nafas panjang, berusaha tenang agar tidak menangis, bahkan tidak pernah lepas dengan harapannya.


Seperti yang ia inginkan, harapannya terkabul saat mendapat balasan dari Raka, tapi di luari ekspektasinya, rasa bahagia yang ia rasakan pertama kali mendengar notif pesan darinya. Akan tetapi, ketika ia membaca pesan itu hatinya hancur seperti gelas yang berisi air pecah begitu saja.


Atika, gadis manja, anak yang baik. Sekarang, aku sudah di bandara, lima menit lagi pesawat akan lepas landas ke Belgia. Jadi, kau harus baik-baik saja ya? Ingat belajar yang rajin untuk masa depanmu, jika ada kesempatan kita akan bertemu lagi, sampai jumpa.


Itulah yang tertulis dalam pesannya, sontak ia terduduk lemas menatap layar ponselnya. Sampai tak terasa tetesan air matanya mengalir membasahi pipinya.

__ADS_1


“Paman, kenapa Paman berbohong pada Atika? Bukannya Paman sudah berjanji untuk menikah denganku? Paman …,” batin Atika sesak.


***


“Maafkan aku, karena aku harus pergi,” ucapnya dalam hati. “Sampai jumpa gadis manja," sambungnya.


Raka menatap keluar jendela pesawat, langit malam dan cahaya kecil terlihat indah, tetapi tidak dengan hatinya yang sedang kacau tak menentu. Namun, ia sadar bahwa itulah pilihan terbaik untuknya saat ini. Dan harapannya untuk masa yang akan datang, ia bisa melihat senyuman manisnya lagi.


See you again my little princess, batin Raka.


.


.


.


TBC


Like dan Komen

__ADS_1


NB: Buat kalian yang sudah menunggu dan membaca dari awal, Author hanya mau bilang terima kasih banyak buat kalian. Dan mohon maaf kalau alurnya tidak sesuai ekspektasi kalian, tapi Author akan melakukan yang terbaik di masa depan 😇.


__ADS_2