Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 42~ Rania Masuk RS


__ADS_3

Happy Readers 😍


.


.


.


“Apa??!!!” teriak Raka seketika. Seperti dugaan Mexty benar jika Raka akan marah.


Sedangkan Zhaif sedikit kesal karena teriakan Raka.


“Raka!! Bisakah kamu tidak berisik!" hardik Zhaif pada Raka yang masih gusar memikirkan mobilnya.


“Kakak, ini darurat, aku harus pulang sekarang." ucap Raka sok panik dan tidak menggubris perkataan Zhaif melainkan dia lebih memilih untuk pergi begitu saja.


“Haishh ... dasar bocah!!!" celetuk Zhaif saat melihat Raka yang sedang berlari-lari karena terburu-buru sampai tidak sadar sudah menabrak suster.


Raka pun sudah sampai di parkiran, dengan cepat ia masuk ke dalam mobilnya, kemudian melajukan dengan kecepatan tinggi.


“Bagaimana kalau mobil lecet?"


*****


Berbeda dengan Mexty yang sudah gusar dan takut akan kena amarah dari Raka, ia pun mondar mandir ke sana kemari, membuat Zheihan sedikit bingung dan pusing.


“Mexty, apa kamu tidak bisa duduk?" tanya Zheihan lembut.


“PAPA DIAM!!" teriak Mexty, berhasil membukam mulut Zheihan.


“Oiya, jangan keluar dari kamar ini, kalo Papa masih menginginkan Mexty!" ujarnya dingin lalu keluar dari kamar itu dan meninggalkan Zheihan sendirian.


Astaga, apakah dia benar-benar putraku? kenapa wataknya begitu kasar? batin Zheihan seketika bimbang mengakui Mexty putranya saat melihat tingkah laku Mexty yang dingin.


“Tapi ... kenapa aku tidak melihat Rania?" tanya Zheihan pada dirinya sendiri.


Karena ia penasaran, ia pun turun dari atas kasur, yang mana sedari tadi Mexty tidak mengizinkannya untuk turun selangkah pun. Perlahan-lahan ia membuka pintu kamar tersebut dan mengintip seisi rumah.


Zheihan terkejut dan terkesima saat melihat seisi rumah itu tertata rapi, bahkan sangat mengkilap seakan-akan tidak ada debu sedikit pun yang menempel.

__ADS_1


“Ini terlihat seperti Mansion?" gumamnya.


Hendak ia melangkahkan kakinya mendekati sofa, tiba-tiba ia mendengar suara seorang berteriak.


“PAPAP!!! MEXTY BILANG JANGAN KELUAR!!" teriak Mexty menggema di seluruh rumah. Zheihan yang mendengar suara itu berasal dari atas, ia pun mendongakkan kepalanya.


Haish kenapa bocah itu masih di sana? umpat Zheihan.


Mexty memberikan tatapan garang pada Zheihan, seperti singa yang sedang mengamuk.


“Mexty, Papa tidak suka di dalam kamar!" teriak Zheihan dari lantai satu.


“Tapi Mexty ..." belum sempat Mexty melanjutkan perkataannya, tiba-tiba saja munculnya singa yang sedang marah tingkat dewa.


“MEXTY!!!! ATIKA!!!" teriak Raka setelah membuka pintu rumahnya.


Mexty yang bisa melihat Raka sudah di penuhi amarah, membuat ia tidak ingin menemuinya.


Berbeda dengan Atika yang sedang asik bermain game online, tiba-tiba namanya di panggil membuat ia terperanjat kaget, sehingga kursi yang ia duduki terpental ke belakang.


“Awhh ... pantatku sakit sekali huhuhu ...," seru Atika kesakitan dan berusaha untuk bangun.


Sesampainya di ruang tamu, Atika merasakan hawa dingin, di mana Raka yang duduk dengan tenang dan menundukkan kepalanya.


Sedangkan Mexty pun memainkan jari-jarinya, dan Zheihan hanya bisa diam dan membisu.


“Paman, kenapa paman tadi berteriak memanggilku?" tanya Atika polos.


Raka pun mendongakkan kepalanya dengan tatapan yang mengerikan.


“Kenapa kamu mengikuti kemauannya Mexty?" tanya Raka dingin.


“Atika bosan di sini terus," saut Atika santai.


“Lebih baik besok akan mengantarmu pulang," tutur Raka mencoba untuk tenang.


“Pokoknya Atika tidak mau pulang!!" teriak Atika kesal.


“Kenapa?!"

__ADS_1


“Atika masih ingin bersama paman," ucap Atika lirih.


Raka pun terdiam dan tidak berkomentar lagi.


“Mexty!!" teriak Raka.


“Ayah, Mexty kan sudah minta maaf, lagi pula Mexty ...," ucapnya terhenti karena ragu mengatakan.


“Terserah kau saja," ucap Raka santai, kini emosinya sedikit tenang.


“Ayah, di mana Mama?" tanya Mexty seketika, berhasil membuat Raka menghela nafas panjang.


“Apa yang terjadi dengannya?" tanya Zheihan penasaran.


*****


Di sisi lain, kini Rania sudah di pindahkan ke ruang inap. Di tubuhnya ada beberapa alat medis menempel di tubuhnya.


Zhaif yang masih setia berada di sisinya sambil menggenggam tangan Rania.


“Rania bangun, cepatlah sadar, Mexty sudah menunggumu," ucap Zhaif sambil mengecup punggung tangan Rania.


“Zhei ... Zheihan ..." ucap Rania lirih.


Zhaif yang mendengar suara lirih Rania, ia pun menghapus air mata.


“Rania kamu sudah bangun?" tanya Zhaif lembut sambil mengusap rambut Rania.


“Zheihan ..." ucap Rania sekali lagi.


Rania kakak tahu kamu masih mencintainya, tapi kenapa kamu menyiksa diri kamu sendiri? batin Zhaif.


Dengan cepat ia pun meraih ponselnya di dalam sakunya.


“Bawa Zheihan kemari?!"


TBC


Maaf yaa 🙏 baru Update 🤧 soalnya sinyalnya author lagi trouble 🤧

__ADS_1


Doain besok author bisa double Updatenya🤩


__ADS_2