Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
Part 123 - Rania yang Berbeda


__ADS_3

Happy Reader ❤️


.


.


.


Rania kembali ke aktivitas sehari-harinya, ia mulai berkutat dengan design yang ia buat, terutama gaun yang sangat cantik sebagai hadiah pada Annisa, seperti yang ia janjikan pada waktu itu, meskipun gadis itu menolaknya, tapi karena ini adalah keinginannya jadi ia dengan senang hati untuk menyelesaikannya.


Drrtt Drrtt Drrtt


Fokus Rania teralihkan pada ponselnya yang terus bergetar. Ia pun mengambil dan melihat nama Zheihan yang tertera di layar ponselnya.


“Halo, ada apa?" tanya Rania lembut.


“Hari ini aku pulang terlambat, jadi jangan menungguku, mengerti?" tuturnya Zheihan.


“Apa itu tentang proyek waktu itu?” tanya Rania penasaran.


“Iya, ada sedikit masalah dalam perjalanan proyeknya, jadi kamu tolong jaga diri baik-baik," pesannya.


“Okay siap!”


Setelah itu, Rania pun memutuskan panggilannya, dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan disisi lain Zheihan sudah siap melakukan aksinya.


“Kalian sudah siap?!”


“Sudah Tuan!” seru para anak buahnya serentak.


Zheihan pun mengangguk dan pergi keluar ruangan dan memasuki mobilnya. Kemudian ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dibelakangnya ia sudah di kawal oleh anak buahnya.


Ya, itulah dia, diam tapi bertindak, bahkan semua orang tidak pernah terlibat dalam kriminal apapun. Namun, berbeda dengan kenyataannya ia seseorang yang mengerikan.


***

__ADS_1


Zheihan menghentikan mobilnya di depan gedung menjulang tinggi. Setelah memarkirkan mobilnya ia langsung masuk begitu saja dan diikuti oleh para tikus-tikus.


Brakkk!


Zheihan membuka pintu rapat begitu saja, membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


“Faizi! Berani sekali kau menipuku!” teriak Zheihan penuh amarah.


Sedangkan semua orang yang ada disana diam dan terlihat kebingungan apa yang dimaksud olehnya.


Faizi yang tengah duduk diujung sana langsung terkejut, saat ia mengetahui siapa yang datang menemuinya.


“Apa maksudmu?” tanyanya pura-pura santai.


“Berikan pada dia!”


Faizi langsung mengambil dokumen yang disodori oleh asistennya, ia terkejut saat mengetahui bahwa Zheihan mengetahui niat jahatnya. Akan tetapi, ia bersikap seolah tidak mengetahuinya.


"Tuan, saya tidak mengerti maksud anda, apalagi dokumen ini?"


“Tunggu Tuan, mungkin anda salah paham,” ucapnya sedikit grogi.


Zheihan hanya tersenyum sinis. “Salah paham? Apakah anda ingin mengelabui saya?!”


“Saya tidak berbohong Tuan.”


Zheihan hanya tersenyum sinis, dan setelah itu ia memberikan kode pada pengawalnya. “Cepat bereskan penghianat ini!”


“Baik Tuan!”


***


Rania yang sedang mengemudi sendiri karena sejak awal ia sudah memiliki feeling tidak enak. Jadi, karyawan beserta asistennya ia biarkan menaiki kendaraan lain. Benar saja apa yang ia duga kini sudah terjadi, sebuah mobil tiba-tiba mengikutinya.


“Siapa mereka?” batinnya

__ADS_1


Rania mencoba berpikir positif karena ia harus menemui Mexty di sekolah, sehingga ia mencoba untuk mempercepat kendaraannya, beruntung pada saat itu jalanan sepi.


“Sial, siapa lagi mereka? Kenapa mereka mengikutiku terus?” ucap Rania kesal.


Rania yang kesal di ikuti selama perjalanan, dengan berani ia berhenti di jalanan yang sepi dan jauh dari lalu lintas. Ia pun sudah siap dengan senjatanya.


Brakkk!


Dengan keras ia membanting pintu mobil, lalu berdiri di sebelahnya menunggu orang itu keluar dari dalam mobilnya.


“Wah, wahh lumayan cantik dia bos!” seru dari salah satu mereka.


“Kalian siapa?!”


“Cantik tidak perlu teriak-teriak, kita tidak budeg,” ucapnya sambil berjalan mendekati Rania, namun saat ia ingin menyentuhnya Rania menangkis tangan tersebut lalu memutarnya.


Kreekk...


Bugggg ...


Rania juga menendang kedua buah telurnya, sampai pria itu tersungkur di tanah.


“Awwww!”


“Ayo maju!” Tantangnya.


Mereka merasa tertantang, sehingga secara bersamaan mereka melawan Rania. Rania hanya menyeringai, mereka tidak tahu bahwa Rania ada titisan Mafia. Bahkan ia bukanlah gadis yang lemah seperti dulu, karena untuk kali ini adalah versi terbarunya. Dengan tangan sendiri ia membantai mereka satu persatu hingga pada akhirnya suara tembakan mendarat.


Bukkk...


Kreekk...


Plakkk...


See next part

__ADS_1


Doorrr...


__ADS_2