
HAPPY READER 😍
.
.
.
.
Setelah Rania tidak lagi mendengar perbincangan mereka yang membuatnya bingung, secara perlahan ia membuka pintu.
“Mama! Rania datang!” seru Rania.
Nyonya Abelia terkejut mendengar suara Rania yang tiba-tiba datang, dengan cepat ia menetralkan perasaannya lalu tersenyum pada Rania.
“Hai sayang, anak Mama kok sendirian? Kenapa Zheihan dan Mexty tidak ikut?" ujarnya Lembut sambil mengusap rambut Rania.
“Zheihan lagi di perusahaannya Ma, kalau Mexty tadi masih belum pulang." ujar Rania berusaha tenang, dan tidak ada niatan untuk memberitahu Nyonya Abelia, karena dia masih ingin menyelidiki sesuatu yang di sembunyikan oleh mereka.
“Ya udah, kalau kamu capek istirahat saja." ujar Nyonya Abelia.
“Oiya Ma, Papa belum pulang?"
“Belum sayang, Oiya, kamu gak ketemu sama Raihan? Tadi dia bilang mau ketemu sama kamu." tutur Nyonya Abelia, sambil berjalan menuju dapur, dan Rania pun mengikutinya.
“Loh, Raihan? Kapan pulang?" tanya Rania penasaran.
“Tadi pagi sayang."
__ADS_1
"Owh ..., Ma, boleh gak Rania masuk ke ruang kerja Papa? soalnya aku baru ingat, sketsa bajuku waktu sekolah ada di sana." ujar Rania lirih, agar Nyonya Abelia tidak curiga.
Dia memang amnesia, tetapi hal ia lupakan hanya 6 tahun yang lalu, jadi dia masih mengingat dengan jelas kejadian sebelumnya, akan tetapi kini ia sudah kembali mengingatnya, walaupun hanya sekilas.
“Apa itu penting untukmu?"
“Iya, itu adalah sketsa gaun pernikahan yang pernah aku buat.” ujar Rania lembut.
”Baiklah, tidak apa-apa,”
Nyonya Abelia pun menyetujuinya, Rania pun berjalan menuju ruang kerja Tuan Jack's.
ceklek
Ini adalah yang keduanya kalinya, ia memasuki ruangan itu setelah sekian lama. Kemudian ia pun berjalan mendekati meja kerja dan mengotak atik lacinya.
Dia tidak menemukan apapun kecuali dokumen-dokumen tentang perusahaan dan kerjasama internasional.
Akan tetapi, secara tiba-tiba ia terpeleset dan ...,
Krieekkk
Rak itu terbuka seperti pintu rahasia, Rania yang mulai penasaran, ia pun masuk ke dalam sebuah ruangan tersebut tanpa ada cahaya. Ruangan yang sangat gelap, Rania pun mengambil ponselnya untuk menghidupkan senter.
Tak.
Rania menghidupkan lampu, sehingga ruangan itu pun terang. Ruangan yang bernuansa Eropa barat, akan tetapi pandangan tertuju pada foto yang terpampang jelas. Ia pun mendekati foto tersebut dan menyentuhnya.
__ADS_1
Wanita ini ..., kenapa sangat mirip denganku?
Padahal aku tidak pernah foto atau memiliki baru seperti ini, bahkan dia terlihat seperti putri bangsawan. Apakah dia kembaran ku? batinnya dan terus mengamati foto tersebut.
“Eh tunggu, ini kok tahunnya sudah lama banget yaa? Jadi dia bukan kembarannya aku dong?” ujar Rania bermonolog pada dirinya sendiri.
“Rania!"
Rania baru menyadari bahwa Nyonya Abelia sedang menunggunya. Ia pun buru-buru keluar dari ruang itu, dan menutupnya kembali.
“Iya Ma, sebentar!” seru Rania dari kejauhan.
****
Malam telah tiba, Zheihan yang baru saja pulang, dan mendapati rumahnya terdengar ramai di ruang keluarga.
“Mexty sayang! Apa kamu ada di situ?!” seru Zheihan dari ruang tamu.
“Kau sudah pulang?" tanya Rania berusaha bersikap normal, dan masih menyembunyikan kebenarannya dari Zheihan.
“Sayang, apakah di butik menyenangkan?" tanya Zheihan sambil mengecup kening Rania.
Apakah Zheihan akan bersikap seperti ini, jika dulu aku tidak pergi? Maafkan aku Zheihan, yang selalu egois, batin Rania.
TBC
LiKe & Komen untuk menyemangati author 😍
__ADS_1
Raihan Keyzy Wolverine ( 20 tahun), adiknya Zhaif, Raka dan Rania.