
HAPPY READERS 😍
.
.
.
.
Tak.
“Ketemu!” seru Mexty menyeringai penuh kemenangan, saat ia berhasil meretas semua sistem yang bersangkutan dengan Group Zixte, kemudian ia melirik ke arah Atika yang sedang santai duduk di sebelahnya.
“Ada apa? Kenapa kamu melihat ku seperti itu?” tanya Atika heran. Mexty pun tersenyum misterius membuat Atika bergidik ngeri.
“Mexty!! Jangan melihatku seperti itu, kamu butuh sesuatu? Ya udah bilang aja," ucap Atika.
“Bibi bisa mengemudi mobil tidak?" tanya Mexty sambil mengedipkan matanya pada Atika.
“Bisa, buat apa kamu tanya seperti itu?"
“Mau ikutan Mexty tidak?" ucap Mexty sambil berjalan.
“Kemana?" tanya Atika penasaran.
“Melakukan misi dengan permainan secara nyata," saut Mexty santai.
Atika yang pencinta game, dengan antusias ia bangun dari duduknya sambil mengikuti langkah Mexty keluar dari ruangan tersebut.
“Kamu serius?" tanya Atika sekali lagi karena penasaran, selama ini ia bermain permainan secara online.
__ADS_1
“Tentu saja, jika bibi ikut dengan Mexty،" ucap Mexty santai.
“Baiklah, aku siap ikut denganmu, tapi ... mobilnya punya siapa?" tanya Atika.
“Mobil Ayah." saut Mexty santai.
“Bukannya paman tidak punya lagi, kecuali motor sportnya itu." lagi-lagi Atika bertanya tanpa henti.
“Bibi!! bisakah kamu tidak banyak bertanya?" geram Mexty berteriak karena kesal.
“Mexty ... bibi kan tidak tahu ... makanya bibi bertanya hemm ..." saut Atika kesal.
“Jadi ikut tidak?!" tanya Mexty dengan nada sedikit meninggi.
“Iya."
Mereka berdua pun berjalan keluar rumah dan menuju garasi.
“Di situ?" tanya Atika sekali lagi, Mexty pun menganggukkan kepalanya.
Atika pun mengikuti apa yang di katakan oleh Mexty dan membuka pintu itu.
“Omaigaat!" seru Atika, menatap takjub pada isinya di dalam sana, ia baru tahu bahwa pintu tersebut adalah pembatasan untuk garasi yang di luar, hal yang membuatnya takjub di sana banyak berbagai macam jenis motor dan mobil.
“Wahh ... Apa paman sekaya itu?" tanya Atika pada Mexty di sampingnya.
“Tapi Ayah tidak sekaya Dady," ujar Mexty.
“Dady?" Atika memutar bola matanya berusaha mengingat sesuatu. “Ahh ... Apa paman yang wajahnya menyeramkan itu?" tanya Atika.
“Iya, Cepat pilih mobilnya! Aku takut rencanaku akan gagal!" hardik Mexty membuat Atika terkejut.
__ADS_1
“Iya bawel, anak sapa sih, masih bocah udah marah-marah mulu." celetuk Atika.
Atika pun memilih mobil BMW50i, kemudian masuk dan duduk di bagian pengemudi, sedangkan Mexty duduk di bagian penumpang.
Atika mengemudi mobil dengan kecepatan sedang, sedangkan Mexty masih fokus pada iPad-nya.
“Mexty kita mau kemana?" tanya Atika kebingungan.
“Berhenti di supermarket sebentar, lalu ke gedung MEXTW unit 1," saut Mexty masih memantau Ipad-nya.
“Kita mau ngapain?"
“Kenapa bibi cerewet sekali." celetuk Mexty.
Atika pun tidak bertanya lagi karena ia sudah kapok, yang mana saat ia bertanya pada Mexty jawabannya selalu singkat.
Setengah jam kemudian, mereka pun sampai di depan gedung yang menjulang tinggi, bahkan terlihat sangat mewah, sangat jelas jika gedung itu bukan milik orang sembarangan.
Atika yang memarkir mobil di bagian VIP atas permintaan Mexty.
Sebenarnya apa sih yang di rencanakan bocah ini? Batin Atika.
Di sisi lain Zheihan yang sudah siap dengan Jaz pengantin berwarna hitam, ia terlihat sangat gagah dan berwibawa. Kali ini adalah pernikahan yang sudah di siapkan oleh keluarganya, tapi ia berharap ada seseorang menghentikan pernikahan ini.
Ia pun menghela nafas panjang saat ia tiba di parkiran mobil di gedung MEXTW unit 1, di mana tempat pernikahan yang di adakan untuk dirinya.
Ia pun keluar dari dalam mobilnya dengan berat hati, akan tetapi di langkah ke tiga, ia tidak bisa melihat dengan jelas, matanya mulai buram dan gelap.
“Rencana kita berhasil!” seru keduanya saling tos.
TBC
__ADS_1