Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 84 ~ Salah Pegang


__ADS_3

Happy Reader 🤩


.


.


.


.


Tuan Jack's dan Tuan Cody kini berada disebuah ruangan VIP di restoran. Keduanya saling berhadapan dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Kak Jack's, dimana Hazna?" tanya Cody lirih.


“Kenapa? Apakah kamu belum puas menyiksa adikku?" tanya Tuan Jack's dingin.


“Maaf, tapi itu bukan perbuatan ku,” ucapnya tenang.


“Aku pikir bodoh? Jelas-jelas saat itu Hazna ketakutan datang padaku?!" sedikit membentak. “Dan dia bilang, bahwa ia hanya ingin memiliki keluarga yang bahagia, tetapi kamu yang meminta untuk memgugurkan bayinya! Dimana otakmu!" ucap Tuan Jack's dingin.


“Itu semua perbuatan saudara kembarku.” ujar Tuan Cody lirih.


“Saudara kembar?" tanya Tuan Jack's sambil mengernyitkan keningnya, karena selama ini ia tidak pernah mendengar bahwa Cody memiliki saudara kembar.


“Itu dia." Tuan Cody memberikan selembar foto, yang mana menunjukkan dua orang yang sangat mirip. “Keluargaku dulu seiring membedakan antara aku dan dia, sehingga ia pergi dari rumah dan mengganti marganya, bahkan ia sempat menyimpan dendam padaku.” jelas Tuan Cody.


“Lalu kenapa pada saat Hazna dalam bahaya kamu tidak ada?"

__ADS_1


“Aku tertembak oleh anak buahnya.” tuturnya lembut. “Tunggu, kau bilang Hazna hamil? Apakah dia dan anakku selamat?" tanya Tuan Cody penasaran.


“Hei, tenangkan dirimu, aku sebenarnya sudah lelah yang terus berbohong, usiaku saja sudah tua. Dia putrimu, yang memiliki sifat seperti mu." tutur Tuan Jack's datar.


Tuan Cody yang mendengar penuturan seperti itu, ia merasa sangat senang, karena ia akan bertemu dengan istri dan putrinya.


“Lalu dimana istriku?" tanya Tuan Cody.


“Istri kau bilang? Hampir 25 tahun kamu menghilang, masih berani bilang istri!" celetuk Tuan Jack's.


“Hei Kakak ipar yang sombong, aku dan istriku belum pernah bercerai, jadi kesimpulannya dia masih istri sahku." protes Tuan Cody.


“Apa kau bilang?!"


“Maaf, aku sedang bercanda.”


****


Rania yang sudah terbangun dari tidurnya, secara perlahan ia membuka matanya. Seketika ia terkejut karena sudah mendapatkan dirinya berada dikamar Zheihan, padahal seingatnya ia masih tidur bersama dengan Auraf.


“Kau sudah bangun?" seru Zheihan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Rania menoleh ke sumber suara itu, dan ia tersipu malu karena melihat Zheihan hanya menggunakan bathrobe saja.


“Hei! Kenapa kamu tidak memakai baju?!" seru Rania sambil memalingkan wajahnya.


“Kenapa kau jadi malu? Bukannya dulu kau sering menggangguku?" ujar Zheihan santai sambil tersenyum puas.

__ADS_1


“I ... itu beda lagi!" seru Rania kesal.


“Apanya yang beda?" bisik Zheihan ditelinga Rania.


Rania membelalakkan matanya karena ia terkejut saat mendengar bisikan dari Zheihan, bahkan ia tidak berani menatap wajahnya.


Cup


Zheihan mencium puncak kepala Rania dengan lembut. Lalu membalikkan wajah Rania agar melihatnya. Rania pun memejamkan matanya, karena ia takut akan terbuai oleh pesonanya Zheihan.


“Sayang, kenapa kamu memejamkan mata? Ini udah siang loh." seru Zheihan sedikit menggoda Rania.


“Tolong kamu menja ...,” Rania membulatkan matanya seketika, saat tangannya menyentuh sesuatu yang sangat aneh. Detak jantungnya pun mulai tidak beraturan. Awalnya ia hanya ingin mendorong Zheihan agar sedikit menjauh, namun siapa sangka ia salah menyentuh yang seharusnya tidak boleh disentuh.


“Sayang, bisa kau menjauhkan tanganmu?" geram Zheihan berusaha menahan sesuatu yang sudah menegang.


Rania yang masih belum fokus alias melamun, sampai ia tidak sadar bahwa ia sedikit meremas miliknya.


“Awwhh sayang, tinyku kejepit!! eh sakitt!" seru Zheihan tidak karuan.


“Akhhh maaf!" seru Rania langsung menarik tangannya.


“Papa, Mama, ada apa?" tanya Mexty yang baru saja muncul ditengah pintu.


TBC


Like dan Komen

__ADS_1


__ADS_2