
Happy Reader
.
.
.
Sedangkan di sisi lain, Raka yang masih canggung dengan Atika, karena perbuatan Atika yang secara tiba-tiba menciumnya.
Huhh …
Ia menghela nafas panjang, dan berusaha untuk menetralkan perasaannya yang sedang bercampur aduk, perlahan ia membuka pintu kamarnya dan melihat keseluruhan arah, ia takut bertemu dengan Atika, dan akan hal-hal yang tidak terduga akan terjadi lagi.
Setelah ia merasa aman, ia pun berjalan menuju dapur untuk mengambil minum, akan tetapi hal yang tidak diinginkan benar-benar terjadi.
“Paman sudah keluar?” tanya Atika begitu santai, tanpa ada dosa sama sekali.
“Ah … i … iya.” jawab Raka gugup. “Apa yang kamu lakukan?” tanya Raka kemudian setelah meneguk minuman dalam satu tegukan.
“Atika lapar, jadi Atika memasak mie instan. Paman juga mau?” tanya Atika berjalan mendekati Raka.
“Stop, jangan mendekat!” seru Raka menghentikan langkah Atika.
Atika pun menurutinya dan berhenti tepat tiga langkah di hadapan Raka.
“Tidak, aku tidak mau makan … kruuk … kruuk." sebelum melanjutkan perkataannya, tiba-tiba perutnya berbunyi lebih dulu dari ucapnya. Dan ia pun mengumpat malu di hatinya.
Atika yang mendengar suara dari perut Raka, ia pun mendekatinya.
“Paman lapar?” tanya Atika sedikit mendekatkan wajahnya dengan wajah Raka.
“Hei … apa yang kamu lakukan?” tanya Raka gugup lalu mengalihkan pandangannya.
“Paman lapar?” tanya Atika sekali lagi dengan tampang polosnya.
“Paman kenapa gak dijawab?” seru Atika sekali lagi.
Raka yang sudah tidak tahan, karena Atika yang terlalu dekat dengannya, ia mencoba untuk mendorong tubuh Atika, akan tetapi ia melongo saat tangannya menyentuh benda kenyal di bagian dada Atika.
Atika yang juga terkejut, dia hanya bisa membulatkan matanya. Dengan cepat Raka menarik tangannya kembali, tetapi nas, ia terpeleset sehingga ia juga menarik tangan kanan Atika.
Bughh …
__ADS_1
Keduanya terjatuh secara bersamaan, namun ada yang ganjal dengan posisi mereka saat ini, yang mana Atika berada diatas tubuh Raka.
Astaga, cobaan apalagi ini? Akkhhh!!! Sial, sial! umpat Raka memaki-maki dirinya.
“Khemm … khemm …, bisa bangun gak?” ujar Raka, sambil memalingkan wajahnya.
Atika yang baru sadar, ia pun mencoba untuk bangun, akan tetapi lagi-lagi ia tidak bisa menyeimbangi tubuhnya, sehingga ia kembali terjatuh, dan kepalanya sudah berada di atas perut Raka.
Krukk …
Lagi, lagi perut Raka berbunyi, dengan perlahan Atika pun bangun dan begitu juga dengan Raka, sehingga keduanya saling berhadapan satu sama lain.
Atika yang merasa jantungnya berdetak kencang dan ingin keluar dari tempatnya, ia masih tidak bisa menetralkan perasaannya.
“Maaf … Paman tidak apa-apa kan?” tanya Atika sedikit polos dan khawatir.
“Iya,” jawab Raka singkat.
“Eumm … maaf juga buat yang tadi sore, karena Atika tiba-tiba mencium Paman.” ujar Atika lirih dan menundukkan kepalanya.
Raka pun menghela nafas dalam-dalam.
“Kamu sering mencium seseorang seperti tadi?” tanya Raka penasaran.
Atika pun menggelengkan kepalanya.
“Karena Atika suka sama Paman! Atika cemburu kalau Paman melihat wanita lain, pokoknya Paman milik Atika titik!” seru Atika dengan cepat dan cemberut.
Raka masih diam terpaku mendengar ucapan Atika yang begitu polosnya.
“Ta … tadi … itu ciuman pertama Atika.” ujar Atika lirih, dan menundukkan kepalanya.
“Tapi Atika masih kecil, Atika masih sekolah, sedangkan Paman sudah dewasa." tutur Raka mencoba untuk menenangkan Atika, meskipun sebenarnya ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri, jika ia juga menyukai gadis kecil itu.
Tetapi ia sadar, bahwa Atika masih memiliki perjalanan yang panjang untuk menggapai cita-citanya.
“Pokoknya Paman tidak boleh nikah kecuali sama Atika!” teriak Atika.
“Atika … dengerin Paman dulu, Atika masih sekolah, masih mau kuliah kan? Jadi …”
“Paman jahat hiks … hiks …,” Atika menangis tersedu-sedu.
Raka yang merasa bersalah, ia pun memeluk tubuh mungil Atika.
__ADS_1
“Jangan nangis, jelek tahu.” ujar Raka mencoba menenangkan Atika.
“Paman janji dulu …,” seru Atika masih terisak. “Paman … janji hanya boleh nikah sama Atika.” ujar Atika masih segukan.
Atika, aku tahu apa yang kamu rasakan, tapi aku tidak ingin kamu terobsesi padaku, batin Raka, detik kemudian ia pun mengecup kening Atika.
“Paman janji, tapi setelah Atika dewasa, mengerti!” tutur Raka mencoba menenangkan Atika, dan mengusap air mata Atika yang membasahi pipinya.
“Paman janji?” tanya Atika lirih.
Raka pun menganggukan kepalanya. “Iya, Paman janji. Tapi sekarang Atika harus belajar dengan benar.” ujar Raka lembut.
Atika pun mengangguk.
“Sudah jangan nangis.” ujar Raka.
“Paman … Atika lapar.” seru Atika kemudian.
Raka pun tersenyum manis padanya.
“Baiklah.”
TBC
R: Kenapa Atika sama Raka Thor?
A: Karena mereka second Couple di novel ini hehe ...
R: Kapan crazy updatenya Thor?
A: Kalau author carzy update, nanti likenya gak beraturan hemm ..., kalau janji like author bisa sekalian update 10 part 😉, tapi ragu likenya ancur huhuhu ...
R: ...
Abang Raka Cyril Wolverine
Dedek Gemes Atika
__ADS_1
Semoga suka😍