
HAPPY READERS
.
.
.
.
Keesok kan harinya, Rania pun boleh keluar dari rumah sakit, tetapi Rania tidak boleh terlalu banyak pikiran, karena dirinya mengalami amnesia, bahkan ia kehilangan ingatannya selama 6 tahun terakhir.
Zheihan sangat bersyukur karena Rania tidak akan pernah mengusirnya lagi, dan sekarang ia akan berusaha untuk menyakinkan Rania bahwa ia sangat menyayanginya sampai kapanpun.
Zheihan membawa Rania pulang ke villanya, karena dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi bersamanya, dan kini mereka berada di ruang keluarga seraya menonton TV.
“Sayang, kamu ingin makan sesuatu?" tanya Zheihan lembut.
“Tidak, aku tidak lapar, oiya di mana sayangku?" tanya Rania mencari keberadaan Mexty, dia sangat ingin melihat wajah mungil Mexty tetapi sejak kemarin Mexty ikut bersama dengan ayahnya dan tidak mengunjunginya.
“Sudah jangan tanyakan bocah itu lagi, aku takut dia akan menganggu waktu kita berdua," tutur Zheihan sambil membelai rambut Rania.
“Jangan seperti itu loh, dia anak kita," seru Rania.
“Tapi aku ingin berdua denganmu sayang," saut Zheihan, lalu memberikan kecupan lembut di pipi kanan Rania.
“Kok kamu sekarang suka cium aku sembarangan sih," protes Rania kesal.
“Itu bukan ciuman sayang, tapi kecupan, kalau ini baru ciuman,"
Setelah mengatakan hal itu, Zheihan pun langsung menyambar bibir sensual milik Rania, ia memberikan ******* demi ******* dengan lembut. Tetapi Rania tidak bergeming sama sekali, bahkan tidak membalasnya sedikit pun. Karena tidak ada balasan dari Rania Zheihan pun melepaskannya.
__ADS_1
“Kok gak di bales?" tanya Zheihan setelah melepas pangutannya.
“Aku tidak terbiasa," ujar Rania malu.
“Bukannya kita dulu pernah berciuman?" bisik Zheihan di telinganya.
“Dasar mesum!" teriak Rania sambil memukul-mukul dada bidang Zheihan.
“Tapi masih sayang kan, sama aku," ujar Zheihan mencoba untuk menggoda Rania.
“Gak!" seru Rania cepat.
“Tambah ikut deh kalo ngambek," seru Zheihan sambil mencubit pipi tembem Rania.
“Zheihan sakit!" celetuk Rania kesal.
“Maaf sayangku, cup," ujarnya lalu memberikan kecupan singkat manis di bibir Rania.
*****
“Ayah, kapan bibi pulang sekolah?" tanya Mexty tiba-tiba untuk mencairkan suasana.
“Ayah tidak tahu," saut Raka sinis, lalu kembali fokus pada layar komputernya.
“Ayaahhh!!! Mexty bosan di sini!!" teriak Mexty kesal memenuhi ruangan.
“Kenapa tidak pulang saja," ujar Raka santai.
“Mama tidak ingat Mexty, jadi Mexty lebih baik sama Ayah, apalagi Dady sudah kembali," tutur Mexty.
“Kapan Kak Zhaif kembali?" tanya Raka penasaran.
__ADS_1
“Ayah tidak tahu?" tanya Mexty.
“Tidak."
“Eumm ... Dady bilang dia kembali karena bibi Roselle," ujar Mexty santai, dan terus fokus pada gamenya.
“Roselle?" gumam Raka. “Ayah, apa jangan-jangan Dady suka sama bibi Roselle?" tanya Mexty penasaran.
“Mungkin, tapi yang Dady tahu, kalau Roselle itu tawanannya, mungkin di sudah kepincut cintanya, karena sudah terbiasa setiap hari," tutur Renzo santai.
“Seperti ayah dan bibi Atika?" seru Mexty tiba-tiba, dan berhasil membuat Raka menghentikan jarinya untuk mengetik.
Atika? batinnya.
“Ayah! apa ayah tidak ingin menjemput bibi?" tanya Mexty.
“Biarkan saja dia pulang sendiri," saut Renzo santai.
“Apa Ayah yakin?" tanya Mexty sedikit khawatir.
Raka pun mulai bimbang, bagaimana jika kejadian kapan itu terulang kembali? Dengan cepat ia pun bangun dari kursinya.
“Baiklah, ayo kita jemput!" seru Raka sedikit khawatir.
Mexty tersenyum nakal.
“Astaga ayah, bolehkah aku mengartikan sikap ayah, bahwa ayah mulai bucin pada bibi cantik Atika?" celetuk Mexty, sambil berjalan mengikuti langkah Raka.
“Diam kau!!"
*****
__ADS_1
Like dulu baru lanjut 🙄🤣🤭
Author cuman minta like loh🤧 masa gak di kasih?🙄