Anak Genius : Menculik Papa Muda

Anak Genius : Menculik Papa Muda
PART 92 ~ Keluarga Gaje


__ADS_3

Happy Reading 😍


.


.


.


“Astaga Zheihan, kau bikin aku jantungan tahu!” seru Rania kesal.


“Sssstt, jangan teriak-teriak nanti mereka dengar,” bisik Zheihan.


“Kenapa?” tanya Rania bingung.


“Let's make a Baby,” bisik Zheihan di telinga Rania dengan suara seksinya.


Rania yang mendengar suara Zheihan membuat wajahnya bersemu merah, karena selama ini mereka jarang melakukan hubungan intim.


“Tapi ..., dibawah masih ada mereka," ucap Rania gugup, sedangkan tangan Zheihan sudah melancarkan aksinya mengelus punggung Rania.


“Zheihan ...,” seru Rania dengan nafas yang memburu tatkala Zheihan mencium lehernya, tetapi Zheihan tidak mendengarkan panggilan dari Rania melainkan ia semakin lincah dalam melakukan aksinya.


“Zheihan hentikan, ini masih sore,” seru Rania.


“Tidak masalah sayang, aku sudah tidak menahannya lagi,” ucap Zheihan lembut dan langsung menyambar bibir sexy Rania.


Rania sudah tidak bisa memberontak hingga pada akhirnya ia sendiri yang mulai terbuai oleh perlakuan Zheihan.


Sedangkan kedua orang yang masih diruang tamu asik bermain game, siapa lagi kalau bukan Mexty dan Raihan. Mereka tidak berbicara satu sama lain sehingga ruangan tersebut menjadi sunyi dan sepi, hanya terdengar gemericik air dari kolam bahkan semilir angin berhembus.


“Mexty, dimana Kakak?” tanya Raihan mencairkan suasana.


“Mana aku tau,” sahut Mexty santai sambil bermain.


“Haisssh tanya sama bocah memang meresahkan," gerutu Raihan berjalan menuju dapur.


“Paman! Bawakan aku Milo!” seru Mexty dari ruang tamu.


“Baiklah.”

__ADS_1


****


Dua insan saling berpelukan karena lelah setelah melakukan aktivitas sore. Zheihan yang tidak ingin melepaskan pelukannya meskipun berkali-kali Rania memohon untuk dilepaskan.


“Zheihan aku harus ke bawah," seru Rania geram.


“Tidak, aku masih ingin memelukmu," ujar Zheihan semakin mengeratkan pelukannya.


“Astaga Zheihan! Disini ada Mexty!" seru Rania mencubit perut Zheihan.


“Oh,” seru Zheihan santai.


“Zheihan! Kau mau dihajar oleh Mexty?!” seru Rania kesal.


“Apa?? Mexty kenapa?” Zheihan yang masih loading karena pikirannya masih buntu.


“Astaga, dasar kau ini! Kalau Reihan pulang, Mexty sendirian bodoh!” ucap Rania kesal.


“Haissh, kenapa baru bilang?” Zheihan pun langsung bangun dan berlari ke kamar mandi.


“Astaga Zheihan!! Kenapa kau yang kesana, auwwhh, kenapa harus sakit sih, haisshh, Zheihan!!” seru Rania kesal dan melempar bantal kesembarang tempat.


“Zheihan! Cepat keluar kau!” teriak Rania kesal.


“Kalau aku tahu jadi seperti ini, seharusnya tadi aku menolaknya, tapi apalah daya kalau dia sangat seksi dan mempesona,” ucap Rania pada dirinya sendiri.


Rania pun berusaha bangun dan berjalan menuju pintu kamar mandi.


“Zheihan, cepat!” seru Rania mengetuk pintunya.


Sedangkan di dalam kamar mandi, Zheihan baru saja mencuci wajahnya dengan sabun, tetapi suara Rania terus mengganggunya, dengan terpaksa ia pun membuka pintunya.


Ceklek


“Akhh, Zheihan kenapa kau lama sekali!” gerutu Rania masih belum menyadari bahwa Zheihan masih dalam keadaan polos.


“Diam dulu, kenapa kau sangat cerewet, aku saja belum selesai mandi,” ucap Zheihan santai dan mengguyur tubuhnya dengan shower.


Rania yang mendengar penuturan seperti itu, sontak membuat ia terdiam dan tidak berani untuk menoleh.

__ADS_1


“Astaga Zheihan! Kenapa kau membuka pintunya!” teriak Rania marah.


“Ya ampun Rania, bisa tidak jangan teriak-teriak, telingaku sakit, sudahlah kalau mau mandi ya mandi saja, jangan teriak-teriak tidak jelas,” celoteh Zheihan panjang lebar tanpa rem sedikit pun.


“Yeah! Kau!” seru Rania ingin melempar botol sampo ke arah Zheihan, namun hal yang tidak terduga adalah Zheihan menahan tangan Rania. Sehingga ia dengan jelas melihat tubuh sixpack milik Zheihan.


“Apakah masih kurang?” tanya Zheihan berbisik di telinga Rania.


“Tidaaaak! Dasar mesum!” teriak Rania kesal dan menendang milik Zheihan.


“Astaga Rania kau! Aisssh!” seru Zheihan menahan rasa sakit dan langsung keluar dari kamar mandi.


“Hahh, kenapa makin kesini dia makin ganas?” tanya Zheihan pada dirinya sendiri. “Aduhh, apalagi tendangan kuat, sampai juniorku sakit,” ucap Zheihan merintih kesakitan.


“Papa! Mama dimana?” tanya Mexty tiba-tiba masuk begitu saja dengan santainya.


“Astaga Mexty! Kau mengagetkan Papa,” ucap Zheihan menepuk jidatnya.


“Papa, aku tanya mana dimana?!” teriak Mexty lagi-lagi membuat Zheihan pusing.


“Mama masih mandi, kenapa?” tanya Zheihan.


“Tidak apa-apa, aku hanya rindu pada Mama," jawab Mexty santai, lalu duduk di sofa.


“Kenapa hanya Mama saja?” tanya Zheihan penasaran.


“Karena Papa ingkar janji wlewkkk!” seru Mexty santai.


“Yakkk, dasar kurang ajar kau!” seru Zheihan kesal.


“Hello, ada apa ini?” tanya Rania santai, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, dan hanya menggunakan bathrobe.


“Noh Si Mexty bikin aku kesal,” sahut Zheihan santai.


“Mexty, gak boleh gitu loh sayang,” ujar Rania lembut.


“Mexty kesal sama Papa! Udah dari dulu janji mau bikin adek untuk Mexty, tapi sampai sekarang masih belum bikin!” celoteh Mexty membuat Zheihan terdiam dan mengalihkan pandangannya, sedangkan Rania ingin sekali menghajar Zheihan.


“Zheihan!” teriak Rania kesal.

__ADS_1


......Bersambung......


...TBC...


__ADS_2