
“Nanti saja, aku mau meminum minumanku lebih dulu.” Tolaknya lalu mulai meneguk milktea yang Shila buatkan untuknya. Istrinya dia akui memang pandai dalam segala hal.
Minuman yang ia suguhkan untuk Kaisar benar-benar dengan suhu yang pas sehingga bibir dan tenggorokan Kaisar tidak akan terasa terbakar ketika meminumnya.
Namun satu yang sering membuat Kaisar gemas pada Shila, biasanya gadis itu tidak mau memasak atau membuat makanan jika tidak ada yang memintanya. Shila menyembunyikan kemampuannya dengan baik. Tapi malam ini sepertinya istrinya sedang khilaf, tanpa diminta siapapun Shila berinisiatif membuatkan minuman dan cemilan untuk mereka berdua.
“Enak, kau pandai dalam segala hal. Termasuk pandai menyembunyikan kemampuanmu di dapur Mil.” Goda Kaisar lalu meletakkan cangkir milk tea miliknya. Tangannya meraih sebatang churros lalu dia celupkan ke dipping sauce berwarna pink susu.
__ADS_1
Bagimana rasanya? Kaisar sampai membelalakkan matanya lalu mengunyahnya perlahan. “Mil, ini sungguh lezat. Aku tidak tahu jika churros bisa seenak ini jika kau yang membuatnya. Ditambah lagi dengan dipping sauce rasa susu strawberry yang sangat nikmat. Aku menyukainya Mil.” Puji Kaisar kemudian kembali mengambil churros san mencelupkannya ke dipping sauce.
“Sebenarnya biasanya churros dicelupkan ke saus coklat, tapi aku tadi sudah mencari coklat blok tidak ada. Entah kehabisan atau aku yang memang tidak menemukannya. Jadi aku beri saja dip glaze rasa strawberry yang besok akan aku gunakan untuk glaze saat aku membuat donat kentang.”
“Ini enak Mil. Aku lebih menyukai dipping saus ini daripada coklat. Yang coklat sudah terlalu biasa.” Kaisar kembali memuji, entah sudah berapa batang churros yang masuk ke dalam perutnya.
“Habiskan kalau begitu Pai, aku akan membuatkan cemilan lain saat kita sedang belajar bersama agar tidak bosan.” Shila kembali fokus pada layar laptopnya. Membiarkan Kaisr menghabiskan churrosnya seorang diri karna tanpa sadar lelaki itu membawa piring churros kedalam dekapannya.
__ADS_1
“Entah, kenapa kau tidak tanyakan saja padanya?”
“Dia bilang jangan pura-pura Prof, rahasiamu aman bersamaku. Begitu yang dia katakan, memangnya aku punya rahasia apa yang dia ketahui?” Monolog Kaisar sambil mengingat-ingat.
Dan sedetik kemudian kini Shila menyadari sesuatu hal. “Pai,” Panggil Shila lirih dan juga sedikit takut. “Dara sudah mengetahui jika kita sudah menikah.” Ucap Shila pelan.
Kaisar sampai hampir tersedak mendengar perkataan sang istri. “Benarkah? Kau memberitahukan padanya Mil?” Tanyanya kaget
__ADS_1
Shila menggelengkan kepalanya. “Waktu kau menyuruhku mengambil rapot untuk Icha ternyata wali kelasnya adalah mantan kekasih Jovan, Yusinta. Icha mengenalkanku sebagai mamanya kepada Yusi, tapi dia justru tidak percaya. Katanya kau duda, ya kujawab saja jika kau sudah bukan duda lagi karna kita sudah menikah. Dan ternyata Dara mendengarnya. Keponakan Dara juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Icha dan dia juga sedang mengambilkan rapot untuk keponakannya. Dari situ Dara tahu jika kita sudah menikah tapi aku sudah menyuruhnya untuk tutup mulut sebelum kita mengadakan resepsi.” Shila tidak berani menatap Kaisar, gadis itu menundukkan pandangannya.
Kaisar sudah menduga, cepat atau lambat pasti akan ada orang dari kampus mereka yang mengetahuinya. Kaisar meraih dagu Shila agar istrinya itu berani menatapnya. “Tak apa Mil, itu bukan kesalahan. Mungkin sudah saatnya ada yang tahu mengenai pernikahan kita. Tapi mengenai acara resepsi aku rasa kita tidak bisa melakukannya dalam waktu dekat. Kau sedang sibuk dengan outline yang waktunya cukup mepet. Dan aku juga sedang melakukan beberapa penelitian sekaligus menyiapkan proposal pengajuan beasiswa postdoctoralku Mil.” Kaisar melepas tangan yang tadi ia gunakan untuk meraih dagu Shila karna gadis itu sudah menatapnya.