
“Benarkah?” Tanya Icha bahagia dengan mata yang berbinar-benar.
“Tentu sayang, kalian boleh memanggil Mama Shila mulai saat ini.” Jawab Shila mantap.
“Yeayyy… Mama Shila I love u” Ucap Icha lagi yang kini sudah turun dari kursinya dan berlari memeluk Shila.
“I love u too beauty” balas Shila sambil membalas pelukan Icha. Kenny pun tak ingin ketinggalan, meskipun kesusahan karna kursi yang didudukinya cukup tinggi tapi dia bisa turun dengan selamat dan langsung ikut berhambur memeluk Shila.
“Mama Chilaaa..” pekiknya bahagia.
“Ya sayang..” jawab Shila yang kini memeluk Kenny dan Icha bersamaan.
“Terimakasih Shil sudah mengijinkan mereka memanggilmu Mama. Sudah cukup lama kedua cucuku tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu. Dan baru kali ini Tante melihat mereka berdua begitu menyayangi perempuan lain.” Ucap Mama Risa tulus.
__ADS_1
“Tak masalah Tante, itu hanya sebuah panggilan. Aku juga senang jika mereka bisa senang hanya karena hal sederhana seperti itu. Hal tersebut bisa menolongku saat ada lelaki yang mau mendekatiku, bagaimana responnya saat mereka tahu jika aku sudah memiliki dua anak yang cantik dan tampan ini.” Gurau Shila yang setelah itu hanya terdengar suara tawa dari bibir Shila dan Mama Risa.
*
*
Sudah seminggu lamanya Icha dan Kenny tidak bertemu dengan Shila. Itu membuat keduanya terus merengek kepada Kaisar untuk membawanya bertemu dengan Shila.
“Kenny rindu Mama Chila.” Kini giliran sibungsu yang ikut bersuara.
Bola mata Kaisar terbuka lebar mendengar panggilan dari kedua anaknya untuk Shila. “Mama Shila? Kenapa kalian memanggil Tante Shila dengan Mama? Tidak boleh, itu tidak sopan.” Tegur Kaisar memperingatkan.
“Mama Shila sendiri yang mengijinkannya. Katanya dia tidak bisa menjadi Mama kami tapi kami boleh menganggapnya dan memanggilnya Mama. Iya kan Kenny?” Icha meminta persetujuan Kenny.
__ADS_1
“Iya Pa. Ayo ketempat Mama Chila Pa.” Rengek si bungsu sambil menggelayuti kaki Kaisar.
Kaisar menghela nafasnya dengan kasar, kenapa anak-anaknya ini semakin hari sepertinya semakin tidak bisa lepas dari Shila? Padahal dirinya dan Shila jika dikampus juga hanya sebatas rekan kerja, tapi entah bagaimana Shila justru lebih dekat dengan kedua anaknya dan juga Mamanya. “Meskipun begitu tapi lebih baik kalian jangan memanggilnya Mama. Dia masih gadis dan belum menikah, bagaimana jika orang-orang salah paham dan mengira jika dia adalah istri Papa?”
“Ya kau nikahi saja kalau begitu Kai, dengan begitu orang-orang tidak akan salah paham.” Mama Risa ikut menimpali karna kini dirinya sedang membawakan snack sore untuk anak dan juga cucunya.
Kaisar mendelik, bola matanya nyaris keluar mendengar perkataan asal dari Mamanya. “Mama ini bicara apa, aku dan Shila hanya sebatas rekan kerja.”
“Anak-anakmu menginginkan Shila menjadi Mama mereka. Bahkan keduanya langsung meminta kepada Shila namun gadis itu menolaknya.” Mama Risa mulai bercerita. Sedangkan kini Icha dan Kenny sedang sibuk melahap snack sore yang dibawakan Omanya barusan.
“Tentu saja Shila menolakku Ma, dia gadis muda yang cantik, menarik, pintar dan menjadi primadona kampus. Sedangkan aku, aku hanyalah seorang duda yang memiliki dua orang anak.” Kaisar merendahkan dirinya.
“Dia menolakkmu bukan karena itu, tapi karena Shila masih ingin memfokuskan diri kepada study doktoralnya. Kau bantulah Shila agar bisa menyelesaikan disertasinya tanpa kendala.” Bujuk Mama Risa, berupaya agar dengan cara itu Kaisar bisa mendekatkan diri kepada Shila.
__ADS_1