
Nyenyak sudah tidur Kenny dan Icha malam ini karena Shila berada ditengah-tengah diantara keduanya. Sedangkan Kaisar tidur di karpet berbulu dalam kamar tersebut. Disana memang ada sofa tapi bukan sofa bed seperti dikamar Shila. Jadi akan terasa sakit jika Kaisar tidurdi sofa itu.
Shila melepas pelukan Kenny dan Icha dari tubuhnya. Ia menegakkan tubuhnya lalu menoleh ke samping dimana suaminya berada. Kaisar tidur telentang tanpa menggunakan selimut.
Iba melihat suaminya yang tidur dikarpet, akhirnya Shila berinisiatif untuk menyelimuti suaminya menggunakan selimut yang tadi dibawa Icha ke kamarnya. Karna cahaya lampu tidur yang temaram membuat Shila tidak memperhatikan langkahnya.
Hingga akhirnya terdengar suara ‘Brukk..’ Shila jatuh menimpa Kaisar dengan posisi kening Shila berada dibibir Kaisar. Dengan cepat Shila merangkak untuk segera bangkit.
“Maaf aku tidak sengaja Prof eh Pai. Aku hanya ingin menyelimutimu namun aku tersandung kakimu kemudian jatuh menimpamu.” Jelas Shila takut-takut kepada Kaisar yang kini tengah menatapnya dengan intens meskipun dirinya masih berbaring.
__ADS_1
“Benarkah begitu?” Kaisar memicingkan matanya, mencoba menyelidiki Shila.
“Tentu saja benar begitu, kamar ini ada cctv-nya bukan? Kau periksa saja jika kau tidak percaya. Aku tidak berbuat hal yang aneh-aneh kepadamu.” Shila berusaha meyakinkan Kaisar.
Suaminya tersebut justru tertawa tanpa suara. Hal itu tentu saja membuat Shila mengernyitkan dahinya. “Kenapa kau tertawa?” Shila menatap Kaisar dengan heran.
“Mau kau berbuat yang aneh-aneh juga tidak masalah, kita sudah menjadi suami istri sekarang.” Kaisar menyentil hidung Shila dengan telunjuknya. “Tidurlah, terimakasih selimutnya.” Kaisar menyelimuti tubuhnya dan mulai membaringkan kembali tubuhnya diatas karpet bulu.
“Mil…” Kaisar memanggil istrinya lirih. “Apa kau sudah tidur?” lanjutnya lagi. Meskipun dirinya tahu bahwa Shila belum tidur tetapi Kaisar ingin memastikannya.
__ADS_1
“Belum, ada apa?” Shila menyahuti dengan mata yang tertutup karna dirinya sedang mencoba untuk tidur.
“Bisakah kau untuk tidak menuruti jika Kenny ataupun Icha mengajakmu untuk bermain dan beristirahat dikamar utamaku yang berada dilantai dua?”
Shila langsung membuka matanya, jantungnya berdetak lebih cepat. Ada hal yang membuatnya tiba-tiba merasakan perasaan tidak enak. “Bolehkah aku tahu apa alasannya?” Shila kini menatap langit-langit kamar.
“Kamar itu adalah kamarku dan Elvina. Aku merasa seperti mengkhianatinya jika aku membawa perempuan lain untuk memasukinya. Bisakah kau memahami kondisiku saat ini? Meskipun kau saat ini adalah istriku tapi pernikahan kita adalah hal yang mendadak. Jadi butuh waktu untuk membiasakannya” Kaisar juga menatap lurus langit-langit kamar seperti Shila meskipun dia tidak tahu jika istrinya melakukan hal yang sama dengannya.
Shila paham akan posisinya. Dirinya juga sama seperti Kaisar yang tentu butuh waktu untuk membiasakan dan menerima pernikahan ini. “Aku paham, dan tidak masalah bagiku. Jika malam ini kau ingin tidur disana tidak masalah. Icha dan Kenny juga sudah tidur pulas, kembalilah kemari pukul empat pagi agar tidak ada yang tahu jika kita tidur terpisah.” Shila mulai menutup matanya lagi. Mulai mencoba untuk kembali tidur.
__ADS_1
“Aku akan tidur disini, biasanya tengah malam Kenny akan terbangun untuk meminta susu. Aku tidak mau jika dia mencariku namun tidak bisa menemukanku. Tidurlah Mil, sudah malam. Terimakasih karna kau sudah mau mengerti kondisiku.” Kaisar memejamkan matanya. Malam ini adalah malam kedua dirinya berada dikamar yang sama dengan Shila sebagai suami istri.
“Sama-sama Pai, good night.” Ucap Shila sayup-sayup karna dirinya sudah mulai terlelap.