ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Tidak mau bersaing


__ADS_3

Kening Rayden mengerut, ia bingung dengan ancaman Jovan barusan “Maksudmu? Mengambil dariku bagaimana?” Tanya Rayden tak paham.


“Aku akan menikahinya, dengan begitu kesempatanmu sudah tertutup rapat. Hahahaha…” Jovan terbahak melihat ekspresi Rayden yang terkejut, campur marah.


“Sialan, aku tidak mau bersaing denganmu Jo. Mengalahlah kepadaku.” Rayden pura-pura memelas.


“Sainganmu bukan aku, tapi banyak laki-laki diluar sana. Prof kai salah satunya.” Jelas Jovan menakut-nakuti.


“Prof Kai?” Beo Rayden yang sepertinya sudah cukup sering mendengar nama itu. Kini dirinya justru sibuk mengingat-ingat tentang sosok profesor yang cukup sering didengarnya. Bahkan dia lupa jika dirinya pernah bertemu dengan Prof Kai bersama dengan Shila saat pergi menonton di mall beberapa waktu yang lalu.


*


*


Dara terlihat membawa satu bucket bunga mawar berwarna putih namun cenderung kehijauan. Jika dilihat sekilas warnanya terlihat hijau muda. Buket tersebut cukup besar dan tadi dititipkan di loby kampus. Sudah bukan hal yang aneh jika dia sering dititipi bunga ataupun coklat dan benda lainnya dari penggemar Shila.

__ADS_1


Tapi kali ini bunga yang ia bawa sungguh berbeda dan tidak pernah ia lihat sebelumnya. Biasanya para lelaki yang menyukai Shila akan mengirimkan bunga berwarna merah atau pink atau putih. Tapi bunga ini justru berwarna putih cenderung kehijauan.


“Untuk Shila?” Tanya Kaisar yang sudah berdiri dihadapan samping Dara. Namun karna tertutup buket yang begitu besar membuat Dara tidak bisa melihat keberadaan Kaisar.


“Mengagetkanku saja kau ini Prof.” kesal Dara pada Kaisar yang memang membuatnya kaget. Kaisar sudah lebih dulu memencet tombol lift dan begitu lift terbuka Kaisar membiarkan Dara untuk masuk lebih dulu baru kemudian disusul olehnya.


“Tentu, memangnya untuk siapa lagi? Hanya dia seorang dikampus ini yang memiliki penggemar begitu banyak.” Sahut Dara sebal karna kini dirinya kelelahan membawa buket yang cukup besar.


“Kemarikan biar aku yang membawanya.” Kaisar segera meraih bucket bunga tersebut hingga kini sudah berpindah dalam pelukannya.


^^^Sometimes the best way to say sorry doesn’t involve words^^^


^^^I have to change myself as well^^^


^^^Sorry for hurting you many times^^^

__ADS_1


^^^Please give me a chance to mend our relationship, can we Cil?^^^


^^^_RAP_^^^


Dara membaca kalimat yang tertera dalam kartu tersebut dengan lantang. Tentu saja Kaisar mendengar dan paham akan maksud kalimat dari pengirim buket tersebut.


“Sepertinya si pengirim telah melakukan kesalahan fatal hingga dia mengirim buket bunga sebesar ini.” Ujar Kaisar berpendapat.


“RAP? Kira- kira siapa orang itu? Aku tidak pernah tahu lelaki yang dekat dengan Shila kecuali Jovan dan Rayden. Apa mungkin jika orang ini adalah Rayden?” Ujar Dara menerka-nerka. Dirinya baru pertemu Rayden satu kali saat dirinya menjemput Shila disaat mobil Rayden mengalami kemacetan.


“Tanyakan saja langsung pada orangnya.” Sahut Kaisar sambil mengedikkan dahunya. Menunjuk Shila yang terlihat berjalan menuju ruangannya.


Kaisar dan Dara langsung keluar dari lift untuk mengejar Shila dan memberikan bukcet bunga milik gadis tersebut.


“Shila!” Panggil Dara dan Kaisar bersamaan. Gadis yang dipanggil tentu saja menoleh dan mengehentikan langkahnya.

__ADS_1


Kening Shila berkerut saat melihat Kaisar dan Dara yang datang bersamaan. Apalagi Kaisar juga membawa bucket bunga denga ukuran cukup besar. ‘Sudah beberapa kali aku melihat Prof Kai datang bersama dengan Dara. Apa mereka memiliki hubungan khusus?’ Batin Shila menerka-nerka.


__ADS_2