ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Papai


__ADS_3

“Dia suamimu, kenapa kau memanggilnya kakak?” Tanya Mama Alya tak paham dan kurang setuju dengan panggilan ‘kak’ yang Shila gunakan untuk memanggil Kaisar.


“Aku tidak mau jika kau samakan panggilanmu untuknya dengan panggilanmu untukku. Aku kakakmu dan karena dia sudah menikah denganmu maka Kaisar juga harus memanggilku kakak. Sedangkan dia suamimu, masa kau panggil kakak juga.” Andra menggelengkan kepalanya.


Kaisar hanya terdiam menyaksikan perdebatan kecil antara anggota keluarga Shila. Hanya karena sebuah panggilan kini suasana meja makan menjadi ramai.


“Dia sendiri yang menyuruhku untuk memanggilnya kakak” Shila menunjuk Kaisar dengan sendok yang akan ia gunakan untuk mengambil lauk.


“Kau terus saja memanggilku Prof, sedangkan aku sudah menjadi suamimu Mil. Tentu saja aku tidak mau kau memanggilku Prof jika sedang tidak berada dikampus.” Kaisar akhirnya membuka mulutnya untuk membela diri.


“Mil?” ulang Mama Alya dan Andra bersamaan.

__ADS_1


“Prof Kai memanggilku Mamil yang merupakan singkatan dari Mama Shila.” Shila mengulum bibir untuk menahan senyumnya. Jujur saja dia sedikit malu dengan panggilan yang diberikan Kaisar untuknya.


“Kalau begitu panggil saja suamimu Papai. Papa Kaisar, sama saja bukan dengan panggilan Mamil. Jangan memanggilnya dengan sebutan kak karena dia bukan kakakmu.” Andra berucap memberikan idenya.


Shila ganti menatap Kaisar meminta persetujuan, hanya karena masalah panggilan saja Andra dan Mama Alya yang ribut. “Bagimana, kau ingin dipanggil apa Prof?” Shila meminta pendapat suaminya.


Kaisar sampe memerosotkan bahunya, sepertinya istrinya ini susah sekali untuk tidak memanggilnya Prof. “Papai lebih baik daripada kau terus memanggilku Prof. Bagaimana kita bisa dekat jika kau terus saja memanggilku demikian, seperti kita sedang berada di lingkungan akademik saja.”


Sampai pernikahannya terdaftar dan mereka berdua melangsungkan resepsi pernikahan. Jadi tidak akan ada gosip miring yang beredar mengenai keduanya karena pernikahan mereka yang mendadak dan memang benar karena sebuah kecelakaan. Tapi bukan karena kecelakaan yang menyebabkan hamil duluan.


“Baiklah, hanya karena panggilan saja kau dan Mama sampai seribut ini.” Sewot Shila melirik sebal ke arah Andra. Sementara yang dilirik hanya cuek saja meneruskan makan malamnya.

__ADS_1


“Kau ingin lauk apa Pai?” Shila mengulang pertanyaan untuk suaminya tersebut.


“Aku ingin ati ampela bacem, sambel dan lalapan saja Mil.” Tunjuk Kaisar menggunakan dagunya pada lauk yang ingin ia makan.


Dengan telaten Shila mengambilkan lalu menyodorkannya kepada Kaisar. Setelah itu giliran dirinya yang mengambil makanan untuk dirinya sendiri. “Cukup?” Tanya Shila memastikan kembali apakah lauk yang diambilnya untuk Kaisar sudah cukup untuk suaminya atau belum.


“Cukup Mil, terimakasih.” Sahut Kaisar dengan senyum dibibirnya sembari mengambil piring yang disodorkan oleh istri barunya tersebut.


Tidak ada perbincangan yang serius selama makan malam. Hanya pertanyaan-pertanyaan ringan dari Andra dan juga Mama Alya kepada Kaisar agar lebih mengenal menantunya tersebut.


Selesai makan malam Kaisar dan Shila sama-sama berpamitan untuk kembali kerumah. Kaisar juga sudah berpesan kepada Mama Alya bahwa mertuanya itu bebas kapanpun jika ingin mengunjungi Shila atau meminta Shila menginap dirumah lamanya.

__ADS_1


__ADS_2