
Rayden menghela nafasnya gusar. Ia tahu yang ia lakukan salah, tidak dulu dan tidak sekarang. “Aku tidak punya pilihan Ray. Hubunganku dan Lily sudah selesai”
Jovan terkejut sesaatu lalu dengan cepat lelaki itu memalingkan wajahnya dari layar televisi yang sedang menampilkan permainan sepak bola dimana dirinya dan Rayden yang tengah memainkannya untuk menatap Rayden. “Maksudmu? Kalian sudah putus? Bukan Shila penyebabnya kan?” Tanya Jovan was-was.
Rayden menggeleng, netranya masih setia menatap layar televisi. Tidak membalas tatapan Jovan sama sekali. “Bukan, Lily mengatakan kepadaku jika aku ini laki-laki yang terlalu alim. Berpacaran kepadaku terlalu datar baginya.” Rayden terkekeh sendiri dengan ucapannya. “Apa memang jaman sekarang para perempuan lebih menyukai lelaki bad boy atau fvck boy?” Tanyanya pada Jovan yang kali ini Rayden sudah meantap Jovan sepenuhnya karna permainan yang mereka sudah usai. Dan dirinya yang memenangkan pertandingan kali ini.
__ADS_1
“Kau sedang menyindirku begitu?” Tanya Jovan seolah tersindir, dirinya merupakan lelaki yang suka bergonta-ganti pacar. Dan masuk ke kategori manakah dirinya? Bad boy atau fvck boy? Dia tidak pernah macam-macam selama menjalin hubungan dengan gadis, paling jauh hanya sampai ciuman saja.
Rayden terbahak mendengar pertanyaan dari Jovan. “Bukan begitu maksudku. Tapi yang kukatakan benar kan? Nyatanya banyak perempuan yang menempel kepadamu padahal kau playboy, sedangkan aku? Lihatlah, aku hanya kembali ke perempuan-perempuan dari masa laluku. Tidak banyak pengalaman yang kumiliki, tidak sepertimu.”
“Itu masalahmu sendiri yang susah melepas masa lalumu.” Jovan balas mengejek Rayden. “Apa benar itu alasan Lily untuk mengakhiri hubungan kalian? Sungguh bukan Shila yang menjadi penyebabnya kan?” Jovan ingin memastikan. Ia tidak ingin nanti kedepannya Shila akan mendapat masalah karena hubungan Lily dan Rayden sudah berakhir.
__ADS_1
“Dan kali ini dia memutuskanku karena baginya aku terlalu alim. Pacaran denganku terlalu datar dan membosankan. Memang aku harus bagaimana? Aku menjaganya, bukan ingin merusaknya tapi justru dia yang tidak mau. Mungkin memang bukan dia jodohku, karena semakin kesini aku semakin sadar jika yang kubutuhkan adalah Shila. Karena tanpa kujelaskan, tanpa kukatakan dia yang selalu mengerti mengenai diriku.” Ucap Rayden jujur dari dalam hatinya.
“Perempuan memang banyak macamnya Ray. Aku rasa Lily masih ingin bermain-main. Dia bukan tipikal perempuan yang mudah untuk di ikat. Berbeda dengan Shila yang memang justru ingin mencari lelaki yang serius dengannya. Bukan hanya yang sekedar untuk bermain-main saja.” Jovan memberikan pandangannya.
“Kalau memang Shila sudah menjadi pilihanmu, kau kejarlah dia. Ingat, dulu kau sendiri yang mematikan perasaannya untukmu dan justru memilih kembali bersama Lily. Aku rasa perjuanganmu kali ini akan sedikit berat.” Lanjut Jovan meneruskan perkataannya.
__ADS_1
“Tanpa kau katakan aku juga sudah paham jika perjuanganku akan sulit. Dia memang dekat tapi terasa jauh. Apalagi setelah permasalahan ini, aku rasa aku harus segera meminta maaf kepadanya.” Sendu Rayden
“Kita sudah sama-sama dewasa Ray, jangan suka bermain-main sepertiku. Jika kau memang sudah merasa cocok dengan Shila maka kejar dia. Buktikan kalau kali ini kau tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Tapi awas saja jika kau menyakitinya, aku benar-benar akan mengambilnya darimu.” Ancam Jovan serius.