ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Sugar baby Kaisar


__ADS_3

“Itu namaku. Yang kutanyakan adalah kau tau siapa aku? Bukan kau tau siapa namaku.” Karla tersenyum miring, mengejek Shila yang tak paham dengan pertanyaannya. Padahal jawaban Shila sebenarnya tidaklah salah dan tidak juga benar. Tergantung bagaimana kita memaknainya.


Shila memutar bola matanya malas. Cabe-cabean ini sepertinya memang pedas seperti cabai rawit. “Kau sugar baby Kaisar.” Sahut Shila malas. Ia juga memandang Karla dengan tatapan tak bersahabat.


Karla yang tadinya menatapnya dengan sinis kini menjadi terkejut. Mulutnya menganga mendengar jawaban dari Shila. “Apa? Sugar baby? Memangnya aku terlihat seperti itu?” Tanya Karla tak terima dicap Shila sebagai sugar baby.


“Kalau bukan sugar baby lalu apalagi? Aku pernah melihatmu bergelayut manja dilengan Prof Kai sebelum dia menikah denganku. Waktu itu kau pergi dengannya ke salah satu mall dan memasuki store kecantikan.” Meskipun malas untuk menceritakan tapi tetap saja akhirnya Shila membahas perihal tersebut.


Karla diam dan mengingat-ingat. Dan setelah berhasil mengingatnya dirinya justru tersenyum, kemudian menatap Shila dengan tatapan yang kembali sinis. “Apa bang Rys tidak pernah menceritakan mengenai aku kepadamu?” Karla bertanya pada Shila yang justru membuat Shila tak paham.

__ADS_1


“Bang Rys?” beo Shila mengulang pertanyaan Karla.


“Maksudku Kaisar, aku terbiasa memanggil dengan nama tengahnya Ryszard.” Sahut Karla cepat.


Tentu saja Shila menggeleng karena Kaisar tidak pernah membahas atau bercerita mengenai Karla. Jangankan Karla, Kaisar saja tidak pernah menceritakan tentang mendiang istrinya.


“’Ck.” Karla berdecak sebal. “Kalau begitu apa Mama Risa tidak pernah bercerita mengenai siapa aku?” Tanya Karla yang lagi-lagi dijawab gelengan oleh Shila.


“Aku akan mencari sugar daddy yang lebih kaya darinya jika memang aku ini seorang sugar baby.” Ucap Karla menatap Shila sebal. “Kak, aku ini adik iparmu. Bagimana mungkin abangku dan Mamaku tidak pernah menceritakan mengenai keberadaanku. Apakah aku ini sudah tidak dianggap lagi?” oceh Karla sebal yang seketika membuat Shila melongo.

__ADS_1


Terkejut dengan apa yang Karla ucapkan. Apa benar jika gadis itu adalah adik iparnya. “Benarkah apa yang kau katakan? Berarti kau adik Papai?” Tanya Shila tanpa sadar menyebut panggilan untuk suaminya.


“Papai?” kini gantian Karla yang membeo


“Maksudku Kaisar, itu panggilan diantara kami.” Ucap Shila menahan malu karna kelepasan memanggil suaminya dengan panggilan darinya.


“Papai, apa itu? Coba jelaskan padaku maka aku akan menjelaskan siapa diriku.” Karla membuat kesepakatan. Meskipun sebenarnya Shila malas meladeni tapi dia masih penasaran dengan sosok Karla. Dia masih tidak percaya jika Karla adalah adik iparnya.


Shila menarik nafas sebelum mulai berbicara. “Papai itu singkatan dari Papa Kaisar. Aku bingung mencari panggilan untuknya dan kebetulan kakakku menyarankan panggilan itu. Dia tidak mengijinkanku memanggil Prof Kai dengan sebutan kakak. Karena panggilan itu hanya untuk kakakku.” Jawab Shila seadanya.

__ADS_1


‘Ah manis sekali mereka, apa bang Rys juga memiliki panggilan untuk istri barunya ini?’ Tanya Karla didalam hatinya.


“Sekarang coba jelaskan siapa kau, apa benar kau bukan sugar baby suamiku?” Titah Shila kepada Karla. Gadis itu justru terbahak dan dengan santainya menggandeng Shila. Membawa kakak iparnya masuk kedalam rumah.


__ADS_2