
“Apakah kau dan Jovan sudah cukup lama bekerja bersama?” Tanya Kaisar mulai sok akrab. entah ada apa dengan Profesor yang satu itu, dia sering tiba-tiba menjadi sok akrab dengan seseorang setelah berkenalan.
Jovan yang tengah memeriksa Kenny yang sudah ia bangunkan sampai menengok kebelakang dimana Rayden dan Kaisar serta Shila berada. “Bekerja bersama? Maksudmu bagimana Prof?” sahut Jovan ikut menyambung pembicaraan padahal bukan dirinya yang ditanyai Kaisar.
“Ya maksudku adalah sejak kapan kalian bekerja bersama? Tidak mungkin sejak awal kan? Dokter biasanya dipilihkan asisten oleh rumah sakit.” Jawab Kaisar yang lagi-lagi salah oaham mengira Rayden adalah asisten Jovan.
Tentu saja Jovan terbahak, namun setelah melihat mata Shila yang seolah hendak keluar karena tawanya terlalu keras diapun berusaha mengecilkan suara tawanya. Rayden hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Kaisar.
“Pai, dia juga seorang dokter bukan asisten Jovan. Rayden adalah dokter spesialis dermatovenereologi atau orang-orang dulu mengenalnya dengan spesialis kulit dan kelamin. Dia bekerja sebagai pimpinan di klinik kecantikan Aprodhite Derma Center.” Ucap Shila dengan perasaan bangga.
__ADS_1
Tentu saja dia bangga, sahabat dekatnya adalah orang-orang yang mapan, tampan dan sukses. Kaisar mengangguk-anggukan kepalanya saat mendengar penjelasan dari Shila. Ray tersenyum kecut, dia mendengar panggilan Shila untuk Kaisar dan panggilan Kaisar untuk Shila. Pernikahan mereka hanya karena kecelakaan tapi sepertinya kini ia melihat Shila dan Kaisar bisa menerima pernikahan ini dengan lapang dada.
“Maaf Ray, kupikir kau adalah asisten Jovan karenena kau daritadi membututinya.” Kaisar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
“Tak masalah, bukan hal yang penting.” Rayden menjawab dengan senyum sekilas.
Karla yang hendak mencari perhatian dengan membawakan minuman dan makanan ringan untuk Rayden dan Jovan sampai melongo melihat ketampanan dua pria tersebut. Dia sudah pernah melihat Jovan sebelumnya.
“Shil, bukankah dia sugar baby yang kau katakan waktu itu? Apa dia sugar baby SUAMIMU? Rayden memekik diakhir kalimatnya dengan mata yang membelalak karena mengingat Karla. Dia kaget melihat Karla yang berada dirumah Shila.
__ADS_1
Shila dan Kaisar saling memandang lalu menghembuskan nafasnya secara bersamaan. Sepertinya kesalah pahaman ini harus segera diakhiri.
“Kemarilah, kita harus berbicara setelah Jovan selesai memeriksa Kenny.” Ajak Shila untuk meluruskan kesalah pahaman diantara mereka.
Sekarang Shila, Kaisar, Karla, Jovan dan juga Rayden sedang duduk di gazebo. Shila sudah membuatkan milk tea hangat dan juga menyuguhkan california cake yang tadi sempat dibuatnya.
“Karla bukanlah sugar baby, dia adik iparku. Lebih tepatnya adik suamiku.” Kata Shila membuka pembicaran. Matanya menatap lurus kearah Rayden. “Dan Jovan bukanlah kekasihku Kar, dia adalah sahabatku. Papai salah paham dengannya, sama sepertiku yang salah paham denganmu.” Lanjut Shila yang kini gantian menatap adik iparnya tersebut.
“Jadi sudah clear semuanya? Jangan ada yang salah paham lagi. Jangan sampai karena salah paham lalu kalian dinikahkan sepertiku.” Entah Shila sadar atau tidak namun Kaisar tidak suka mendengar perkataan Shila yang baru saja dikatakannya. Padahal maksud Shila hanyalah bercanda.
__ADS_1
Rayden dan Karla mengangguk bersamaan, sementara Jovan tidak peduli sama sekali. Fokusnya kini pada california cake yang entah kapan lagi dia bisa memakaannya jika Shila tidak khilaf untuk membuatnya.