
Belum cukup Jovan membuatnya pusing karena mengaku jika dirinya adalah kekasih Shila kepada Kaisar yang justru membuat Kaisar menjadi salah paham kepadanya, kini baru saja Shila duduk di kursi kerjanya setelah kembali dari ruangan Kaisar, Jovan terus menelpon Shila dan mengirim pesan berulang-ulang kepada Shila hanya untuk meminta Shila menemuinya sore ini di café yang baru saja dibuka di dekat kampus Shila.
Jovan bahkan mengancam Shila tidak akan membantu gadis itu lagi jika kelak dikemudian hari saat Shila membutuhkan bantuannya. Membuat mau tidak mau Shila menyetujui permintaan Jovan. “Ya baiklah, tidak usah merengek seperti itu, aku mendengarnya.” Sahut Shila malas.
“Awas saja jika kau tidak datang, aku akan memecatmu menjadi sahabatku.” Ancam Jovan dari sebrang sana masih dengan suara rengekannya.
Dan disinilah sekarang Shila berada, di Pine café and cake shop. Sebuah café yang beru saja buka dan berada tidak jauh dari kampusnya tempat ia mengajar. Shila sudah melihat mobil Jovan terparkir disana, ada juga mobil Rayden. Itu berarti tidak hanya dirinya saja yang akan mendengar curhatan Jovan. Setidaknya Rayden juga akan mengalami hal yang sama dengannya.
Gadis itu melangkah masuk dengan anggunya. Wajahnya yang cantik, pembawannya yang anggun dan elegan, serta tubuhnya yang sintal. Berisi ditempat yang seharusnya berisi, membuat siapapun tidak bisa untuk tidak menatapnya. Termasuk Karla yang bahkan sampai berdecak kagum.
__ADS_1
“Banyak wanita cantik yang pernah kulihat, namun baru kali ini aku memuji jika wanita itu benar-benar cantik dan aku iri kepadanya.” Gumam Karla yang bisa didengar oleh Kaisar, Icha dan Kenny.
Ketiganya mengikuti arah pandang Karla, dan tentu saja itu membuat bapak dan kedua anaknya terkejut. Icha dan Kenny bahkan hampir berteriak memanggil Shila. Namun untung saja Kaisar secepat kilat membekap bibir kedua anaknya.
“Bang apa yang kau lakukan?” Karla mendelik tidak suka. Lalu menepis tangan Kaisar yang masih membekap bibir Icha dan Kenny.
“Tapi kami merindukan tante Shila, sudah lama dia tidak berkunjung kerumah kita. Bagaimana kalau kita yang berkunjung kerumah tante Shila Pa?” Icha memberikan idenya.
Karla menatap Icha dan Kaisar bergantian. Jadi gadis itu bernama Shila dan rupanya Icha serta Kenny sudah mengenalnya. Bahkan gadis itu sudah pernah berkunjung kerumah Kaisar.
__ADS_1
“Sepertinya ada yang aku lewatkan.” Karla melipat tangannya di dada. Ia menatap Kaisar dengan tatapan yang tajam dan seolah mengintimidasi. Namun Kaisar tidak mempedulikannya, fokusnya kini pada kedua anaknya agar jangan sampai menyapa atau parahnya mendatangi tempat Shila saat ini.
“Oke, lain waktu kita yang akan berkunjung kerumah Tante Shila. Sekarang kalian duduk dan lanjutkan lagi makan kuenya.” Titah Kaisar pada Icha dan Kenny. Dan kedua anaknya itupun menurut perkataan sang ayah tanpa bantahan lagi karena ayahnya sudah berjanji akan mengajaknya berkunjung kerumah Tante Shila.
“Jadi Abang tidak ingin menjelaskan sesuatu kepadaku?” Karla kembali menagih penjelasan kepada Kaisar.
“Dia temanku yang kuceritakan tempo lalu.” Jawab Kaisar tanpa menatap Karla. Pandangannya kini teralih saat melihat Shila sudah duduk dan langsung saja lengannya dijadikan bantal oleh seorang pemuda. Dan Kaisar yakin seratus persen pemuda itu adalah Jovan.
Bisa Kaisar lihat dari jauh sepertinya Jovan sedang bersedih dan merengek pada Shila. ‘Dasar buaya! Sepertinya Shila menuruti saranku untuk memutuskan kekasihnya, maka dari itu dokter playboy itu langsung mengajaknya bertemu bahkan sampai membela-belakan untuk datang ke café dekat kampus Shila yang notabene jauh dari rumah sakitnya bekerja. Ya begitulah buaya jika ada maunya. Tau rasa kau sekarang, akhirnya Shila meninggalkanmu.’ Gumam Kaisar dalam hatinya lalu ia menampikan senyum smirknya.
__ADS_1