
Selang satu hari setelahnya, tidak ada yang menduga jika kini Rayden sakit dan harus beristirahat. Sebenarnya sudah dari beberapa hari yang lalu tubuhnya terasa panas dingin. Akhirnya semalam selepas makan ayam bakar bersama dengan Shila dan juga Jovan dirinya memaksakan untuk memeriksakan diri. Untung saja itu hanya kelelahan bisa disertai tekanan darahnya yang drop.
Akhirnya ia memutuskan untuk meminta bantuan pada Jovan dan Shila untuk menjaganya. Kenapa dia tidak meminta tolong pada Lily? Jawabannya karena Lily sedang merajuk dan seolah tidak peduli sama sekali kepadanya.
Jovan sudah lebih dulu berada di apartment milik Rayden saat Shila tiba di apartment tersebut. Langsung saja Jovan mengambil kantong belanjaan yang dibawa oleh Shila. Dikeluarkannya satu persatu barang-barang yang dibeli oleh sahabat wanitanya itu.
Keningnya berkerut saat Shila hanya membeli aneka kue rasa coklat. Padahal seingatnya Shila sangat gemar keju. Tidak mungkin bukan jika kue rasa keju di tempat yang Shila datangi sudah habis sehingga sahabatnya itu memilih untuk membeli kue rasa coklat dengan berbagai jenis.
__ADS_1
“Kenapa kuenya hanya rasa coklat saja? Bukankah kau menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan keju?” tanya Jovan yang kini membawa kue dan roti tersebut ke meja ruang tv. Tempat dimana Shila dan juga Rayden berada.
“Ray tidak menyukai keju. Lagipula aku memang membeli kue dan roti itu untuknya jadi tentu saja ku sesuaikan dengan seleranya. Sedangkan kau tidak terlalu pemilih dalam hal makanan, jadi aku belikan saja rasa coklat semua agar Ray bisa memakan mana yang ia sukai.” Sahut Shila santai.
Rayden sedikit tertegun, hatinya benar-benar menghangat. Ia tidak menyangka setelah sekian lama berpisah namun Shila masih mengingat hal kecil dari dirinya. Lelaki itu menatap Shila dengan intens meskipun gadis yang ditatapnya masih sibuk dengan ponsel ditangannya.
“Kau perhatian sekali dengan Ray, bahkan selera Ray masih kau ingat.” Goda Jovan sambil memasukkan roti yang Shila beli ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Baru saja Ray merasa diterbangkan ke awan, tapi kini Shila seolah-olah menghempaskannya ke bumi. Seharusnya ia tidak boleh merasa terlalu percaya diri. Shila mengingat hal kecil tentangnya bukan karena Shila masih memiliki perasaan padanya namun karna yang ia sendiri tahu bahwa daya ingat Shila cukup bagus.
“Ah iya aku ingat, bukankah dulu Ray pernah terkena typus dan kau membawakannya kue rasa keju namun Ray menolak dan justru merajuk padamu?” Kenang Jovan sambil terkekeh.
Lain halnya dengan Jovan, Rayden tampak tak nyaman saat sahabatnya itu membahas hal tersebut. Ia ingat dengan jelas saat itu Shila sampai harus menerobos hujan demi membawakan dirinya roti, susu dan juga jus jambu merah untuk dirinya yang tengah menderita gejala typus.
Namun saat mengetahui jika kue dan roti yang dibawa Shila adalah rasa keju, dirinya langsung merajuk bahkan ia berucap sedikit ketus pada Shila. ‘Aku jahat sekali pada Shila waktu itu, apakah dia masih mengingatnya?’ Gumam Rayden dalam hati.
__ADS_1
Halo semuanya, selamat hari senin 🥳
Aku mau kasih info nih, kalo di part VISUAL sudah aku update ya. Yang kepengen liat Jovan cuss bisa dikepoin kesana 🥰🥰🥰