ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Tidak ada waktu untuk bermain-main


__ADS_3

Lagi-lagi Shila mengangguk cepat. “’Dia Profesor muda dikampusku yang baru beberapa bulan ini menjabat sebagai dekan di fakultasku. Usianya baru tiga puluh tujuh tahun.” Jelas Shila yang entah kenapa dia ikut merasa bangga dengan pencapaian Kaisar diusia yang terbilang masih cukup muda. “Ray, bukankah gadis itu terlihat sangat muda jika menjadi kekasih Prof Kai? Kutebak usianya masih dibawahku.” Lanjut Shila lagi yang kini justru mengamati Karla dari kejauhan.


“Ya aku setuju denganmu jika gadis itu terlihat sangat muda. Mungkin bukan hanya kita yang mengira jika mereka merupakan pasangan sugar daddy dan sugar baby.” Sahut Rayden sambil mengedikkan dagunya. Menunjuk beberapa orang yang juga tengah menatap Kaisar dan Karla.


“Astaga, kenapa aku justru kepo dengan urusan orang. Ayo Ray kita harus segera pergi darisini sebelum dia melihat kita. Jangan sampai dia salah paham lagi.” Shila kembali menarik tangan Rayden hingga mereka berdua berhasil keluar dari toko kecantikan tanpa dilihat oleh Karla maupun Kaisar.


“Salah paham lagi? Apa maksudmu Shil?” Rayden heran dengan perkataan Shila saat ditoko tadi. Tapi baru ini dia semapt menanyakannya saat mereka berdua sudah keluar dari toko kecantikan.


Shila pun menceritakan semuanya mengenai Jovan yang berpura-pura menjadi kekasihnya. Karna Jovan mengira jika Kaisar merupakan salah satu pria yang mengejarnya. Tak ada yang Shila lewatkan saat bercerita pada Rayden, termasuk saat Kaisar menyuruhnya untuk memutuskan Jovan saat memberitahunya tingkah laku Jovan yang dikira Kaisar sudah berselingkuh dibelakang Shila.


Tawa Rayden tentu saja pecah, membuat orang-orang disekitarnya menatapnya dengan tatapan aneh. Shila yang malu tentu saja langung meninggalkan Rayden, dia tidak ingin orang-orang juga ikut menatapnya.


“Tunggu Shil.” Teriak Rayden lalu menyusul Shila masih dengan tawa yang menghiasi bibirnya.


“Jika kau masih terus ingin tertawa lebih baik jauh-jauh dariku. Aku tidak ingin dikira berteman dengan orang gila.” Sindir Shila yang memang hingga kini masih ada beberapa orang yang menatap Rayden saat berpapasan.


Entah menatap Rayden karna ketampanannya yang memang memiliki darah Tionghoa dari Ibunya. Membuat paras Rayden seperti idol Kpop atau karna Rayden yang terus saja terbahak.

__ADS_1


“Oke oke, aku akan berhenti tertawa.” Rayden menarik tangan Shila agar berhenti berjalan. Lelaki itu memegangi perutnya yang sedikit sakit karna daritadi dia terus terbahak, sampai akhirnya beberapa menit kemudian tawanya sudah mulai reda.


“Temanmu itu lucu, dia sangat peduli padamu Shil. Sampai-sampai dia mengumpulkan bukti perselingkuhan Jovan.” Rayden mulai kembali menggoda Shila.


“Ya tentu saja dia baik, jadi hati-hati saja untuk pria yang akan menjadi kekasihku. Mata-mataku ada dimana-mana tanpa kuminta.” Sahut Shila santai.


“Kau itu kenapa terus saja menolak pria yang menyukaimu? Apa kau tidak takut karma?” Ucap Rayden dengan mode serius.


“’Mereka yang kutolak hanya sedang bermain-main. Sama seperti Jovan, dan aku tidak memilik waktu untuk bermain-main.”


“Maksudmu kau mencari pria yang mau serius denganmu?” Tanya Rayden penasaran.


“Ya kau benar. Kalau begitu cepatlah kau selesaikan disertasimu setelah itu baru mencari pasangan hidup.” Ucap Rayden dengan polosnya yang membuat Shila melengos sebal.


“Seharusnya aku sedang belajar saat ini, tapi ada orang yang memaksaku untuk menemaninya menonton dan mengancam akan menyeretku.” Sindir Shila yang mana membuar Rayden terkekeh.


“Weekend itu saatnya untuk berlibur Shil, ayolah. Sudah lama bukan kita tidak pergi berdua?” Tanya Rayden yang entah kenapa seolah membuat Shila harus kembali mengingat kenangan yang dulu.

__ADS_1


“Aku lapar.” Ucap Shila mengalihkan pembicaraan, ia tidak ingin jika harus membahas masa lalu.


“Sama, aku juga sudah mulai merasa lapar.”


“Kau ingin makan apa Ray?”


“Apa saja, aku ikuti kemauanmu.”


“Korbeq?” Shila menawari.


“Kalo tidak ada waiting listnya bolehlah, tapi kalau harus menunggu lebih baik cari tempat lain saja.” Usul Rayden yang disetujui Shila.


Keduanya pun berjalan menuju salah satu outlet restoran korea yang berada di lantai atas mall tersebut. Beruntung bagi mereka karna masih ada beberapa meja dan kursi yang tersedia sehingga mereka tidak perlu untuk mengantri.


Dear para readers, maaaaaaaf banget karna ga bisa rajin apdet seperti kemarin-kemarin 🙏🏻😭


Sedang disibukkan oleh urusan dunia nyata, dan sering banget lupa sama novel yg lagi on going 😭😭😭

__ADS_1


Insyallah nanti kalo kesibukan udah reda, aku akan rajin apdet seperti biasanya. Luv u all ❤️💕🥰😍😘


__ADS_2