ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Jomblo membuatku lelah


__ADS_3

Kaisar berusaha menepuk bahu Shila dengan pelan, dan benar saja gadis itu langsung kembali ke alam sadarnya. Saking terkejutnya bahkan dia hampir jatuh dari kursi yang dia duduki. Beruntung Kaisar menarik lengannya sehingga Shila tidak jatuh. Sepersekian detik Shila menatap netra Kaisar yang juga tengah menatapnya.


Gadis itu akhirnya berdeham untuk menetralkan dirinya. Kaisar pun melepas tangannya yang tadi ia gunakan untuk menarik lengan Shila. “Apa kau baik-baik saja?” Tanya Kaisar lagi entah untuk yang keberapa kalinya.


“Saya baik-baik saja Prof.” Shila memaksakan diri untuk tersenyum.


“Siapa namamu? Bukankah kau yang akan menjadi wakilku?” tanya Kaisar lagi


“Kayshila, tapi orang-orang biasa memanggilku Shila.” Ucap Shila dengan sopan memperkenalkan dirinya.


“Nama kita terdengar mirip. Oke Miss Shila, mulai hari ini mohon kerjasamanya ya.” Perkataan Kaisar terdengar begitu tulus. Ia tidak menyangka orang sekelas Profesor seperti kaisar mau berkata demikian pada dirinya yang belum memiliki pengalaman sebanyak Kaisar.


Shila pun tersenyum hangat dan menganggukkkan kepalanya pada Kaisar. “Baik Prof, mohon bimbingan dan arahannya juga semoga fakultas kita kedepannya semakin baik.” Balas Shila dan Prof Kai pun membalasnya dengan senyuman dan juga anggukan kepala.

__ADS_1


*


*


“Ada apa dengan wajah cantikmu yang berubah jadi muram? Kenapa setiap hari Senin bisa membuat wajahmu dan wajah Jo menjadi tidak sedap dipandang?” ledek Mama Alya yang tengah menyiapkan makan malam untuk ketiganya.


Jovan memang hampir setiap hari selalu mampir kerumah Shila sedari mereka SMA. Oleh sebab itu Mama Alya sudah terbiasa dengan kehadirannya dan selalu menambah porsi makanan yang ia beli atau yang ia masak untuk Jovan.


“Aku diangkat menjadi wakil dekan Ma.” Sahut Shila tidak bersemangat. Ia membayangkan kesibukannya pasti akan berlipat-lipat.


“Bagaimana bisa? Kenapa mendadak?” Tanya mama Alya terkejut.


“Sebenarnya teman-teman satu fakultas sudah membahasanya weekend kemarin tapi—“

__ADS_1


“Tapi jika liburan kau tidak mau diganggu oleh pekerjaan apapun, jadi aneka chat dari grup universitas tidak kau baca bukan?” Potong Jovan yang sudah hapal betul dengan tabiat Shila.


Gadis itupun mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan oleh Jovan. Kejelekannya adalah selama akhir pekan ia tidak akan mau berurusan dengan yang namanya pekerjaan. Maka dari itu dia sering ketinggalan berita yang teman-temannya bicarakan di akhir pekan. Baginya weekend adalah saatnya untuk libur tanpa diganggu oleh yang namanya pekerjaan.


“Ubahlah kebiasaan burukmu itu Shil, sesekali kau perlu membuka pesan dari grup Unversitas. Barangkali disana memang ada pemberitahuan yang penting, seperti saat ini kau tiba-tiba menjadi wakil dekan.” Nasehat Mama Alya yang hanya disahuti oleh deheman saja.


“Kau sendiri kenapa mukamu juga tidak sedap dipandang? Masih sedih dengan status jomblomu itu?” Shila ganti menanyai Jovan.


“Aku lelah Shil dan jomblo salah satu penyumbang kelelahan terbesarku.” Jawab Jovan Asal.


Shila langsung melempar bantal yang berada pada pangkuannya ke arah Jovan.


“Dimana-mana jomblo itu membuat waktumu lebih senggang, pikiranmu lebih fresh dan tidak terbebani oleh pasangan.” Argumen Shila yang dibalas kekehan oleh Jovan.

__ADS_1


“Tapi bagiku jomblo itu membuatku sibuk dan membuatku lelah.” Jovan menyanggah argumen Shila. Pemuda itu kini merebahkan tubuhnya dengan berbantal paha Shila. Jika ada kak Andra yang tidak lain adalah kakak Shila bisa dipastikan kedua paha Shila akan pegal karna ditumpangi oleh dua kepala lelaki. Yang satu Jovan dan yang satu lagi Andra.


__ADS_2