
“Tidak perlu Shil, biarkan mereka terbiasa hidup apa adanya. Gunakan apa yang ada, aku tidak mau mereka menjadi manja nantinya.” Tolak Kaisar halus.
Shila menggelengkan kepalanya, tak bisa menerima alasan Kaisar. “Kalau ini pagi atau sore hari yang tidak terlalu terik mungkin aku setuju dengan pendapatmu prof. Tapi ini siang bolong yang sangat terik. Sudah aku tidak mau berdebat denganmu, tanyakan saja pada Keisha dan Kenny apa mereka mau ikut bersamaku atau tidak.” Putus Shila pada akhirnya
“Icha mau ikut bersama Tante Shila Pa.” kata Keisha sebelum Kaisar menanyai dirinya.
“Kenny juga.” Kini giliran si bungsu yang bersuara.
Shila tersenyum penuh kemenangan, tanpa ijin dari Kaisar lagi gini gadis tersebut langsung melepas helm yang Keisha dan Kenny gunakan secara cepat. Lalu menuntun Keisha dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya ia gunakan untuk menggendong Kenny. Gadis itu langsung berlari menuju mobil Mama Alya.
__ADS_1
Kaisar hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, melepas Keisha dan juga Kenny yang lebih memilih untuk ikut bersama Shila daripada dirinya. Setelah memastikan kedua anaknya sudah masuk kedalam mobil bersama Shila, Kaisar segera melajukan sepeda motornya dan berjalan mendahului mobil yang ditumpangi Shila untuk menunjukkan jalan menuju kerumahnya. Ia khawatir jika Shila lupa jalan menuju rumahnya.
“Anak siapa yang kau bawa Shil?” Tanya mama Alya saat melihat Shila datang bersama dengan dua orang anak kecil yang sangat cantik dan juga tampan. Bahkan Mama Alya sampai terpesona pada keduanya.
“Halo Oma cantik, kenalkan namaku Icha dan ini adikku Kenny.” Icha memperkenalkan dirinya setelah dirinya dan juga Kenny duduk dikursi belakang.
Mama Alya sama terpukaunya seperti Shila saat bertemu dengan Icha. Gadis kecil yang cantik, pintar dan juga sopan. “Kalian tampan dan cantik. Kenalkan nama Oma adalah Alya, Ibu dari Tante Shila.” Giliran Mama Alya yang bersuara.
Tanpa banyak bertanya lagi Mama Alya mengikuti permintaan anaknya untuk mengikuti Kaisar dari belakang. “Mereka sangat tampan dan cantik Shil. Kedua orang tuanya pasti bibit unggul.” Oceh Mama Alya terkekeh geli dengan perkataannya sendiri. Ia memang tidak sempat melihat Kaisar secara langsung.
__ADS_1
“Papa sama tampannya seperti Kenny, Oma Alya. Tapi kalau kata orang-orang aku juga mirip Papa hanya saja dalam versi perempuan. ” Jawab Icha dari belakang yang mendengar perkataan Mama Alya.
Shila hanya bisa menggeleng melihat tingkah laku sang Mama. Gadis itu sesekali menengok kebelakang memastikan agar Kenny dan Keisha duduk dengan nyaman. “Apa kalian sering bepergian dengan sepeda motor?” tanya Shila kembali kala mengingat Keisha dan Kenny tidak keberatan diajak Kaisar untuk naik motor.
“Tidak pernah Tante. Baru kali ini Papa mengajak kami untuk naik sepeda motor karna mobil milik Papa rusak. Sebenarnya dirumah masih ada mobil milik Bunda, tapi Papa tidak pernah mau membawanya semenjak Bunda meninggal.” Ucap Keisha polos membuat Shila dan Mama Alya saling melirik. Kini keduanya menjadi tahu penyebab Kaisar menjadi duda, ternyata istrinya sudah meninggal.
“Lalu Icha tinggal dengan siapa dirumah ketika Papa bekerja?” tanya Shila tidak bisa membendung rasa penasarannya.
“Ada Oma Rissa dan juga Simbok. Sesekali juga ada Tante Karla jika sedang pulang kesini saat libur kuliah.” Sahut Icha lagi, dia sedang mengawasi Kenny yang meminta untuk duduk didepan bersama Shila.
__ADS_1
“Kemarilah, perlahan-lahan oke.” Shila memiringkan tubuhnya menghadap kursi belakang lalu meraih Kenny yang meminta untuk duduk bersamanya. Setelah berhasil duduk dipangkuan Shila, Kenny duduk dengan sangat manis