
‘Astaga..’ Pekik Kaisar didalam hatinya saat menyadari posisi tidurnya yang menempel pada Shila. Jelas-jelas itu adalah ulahnya, Shila tetap diam di sisi ranjang dan dia sendirilah yang mendekat dan memeluk istrinya tanpa sadar.
Baru saja Kaisar hendak mengangakat dan memindahkan tangannya yang masih bertengger di pinggang Shila, namun niatnya harus ia urungkan karena ponsel Shila berdering begitu kencang. Hingga ia merasakan pergerakan kecil dari Shila, sepertinya istrinya tersebut terusik dengan deringan ponselnnya yang nyaring.
Kaisar memilih untuk pura-pura tidur, membiarkan Shila bangun lebih dulu karena ia malu jika bangun bersamaan dengan posisi yang sangat akward.
‘Kenapa rasanya sesak begini? Apa yang menimpaku?’ Batin Shila sambil melirik arah bawah tubuhnya yang masih dipeluk Kaisar. Glek, Shila menelan salivanya dengan kasar. Ia tidak menyangka jika Kaisar memeluknya dan ini adalah pelukan pertama dari suaminya.
‘Kenapa jantungku akhir-akhir ini selalu berdetak kencang jika berdekatan dengannya?’ Tanya Shila dalam hati lalu melirik sekilas kesamping dimana wajah Kaisar tidak jauh dari wajahnya.
Tak ingin terus memandangi wajah suaminya yang begitu tampan dan memang betah untuk dipandangi, Shila memilih untuk meraih ponselnya yang berada disisi nakasnya. Ponsel yang sedari tadi berdering sampai membuat tidurnya terusik.
__ADS_1
‘Karla?’ Shila menggumam pelan yang tidak sampai didengar oleh Kaisar. Akhirnya ia memilih untuk membisukan ponselnya, menyingkirkan tangan Kaisar lalu beranjak menjauh untuk mengangkat telepon dari adik iparnya itu.
Kaisar membuka matanya perlahan-lahan. Melihat Shila pergi menuju teras kamar yang langsung berhadapan dengan taman samping. “Telepon dari siapa sampai dia pergi menjauh seperti itu?” Kaisar memandang punggung Shila sambil bertanya-tanya.
Kemudian pria tersebut memilih untuk keluar dari kamar untuk mengisi perutnya karna dirinya tengah kelaparan. Kaisar berjalan menuju dapur, seingatnya Mama Risa tadi membuatkan sup ayam berempah untuk Shila. Sup yang hanya akan dimasak Mamanya ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit.
“Bagiamana tidurmu Kai? Apakah nyenyak?” Tanya Mama Risa yang mengagetkan Kaisar. Ia tidak tahu darimana kedatangan Mamanya yang tiba-tiba muncul secara mendadak.
“Siapa yang mengagetkanmu?” Elak Mama Risa lalu mencebikkan bibirnya. “Mau apa kau ke dapur?” sambungnya yang kini menatap Kaisar bergantian dengan mangkok yang sedang dipegang anak sulungnya tersebut.
“Tentu saja mau makan.” Jawab Kaisar dengan santainya.
__ADS_1
Mama Risa buru-buru merebut mangkok yang dibawa Kaisar. “Ajak istrimu makan bersama, jangan makan sendiri-sendiri.” Ujar Mama Risa yang mau tidak mau akhirnya membuat Kaisar kembali melangkahkan kaki ke kamarnya untuk mengajak Shila makan bersama daripada harus berdebat dengan Mamanya.
Sementara dikamar,
“Iya Kar, ada apa?” Tanya Shila begitu sambungan telepon keduanya terhubung.
“Apa kau sudah menyiapkan hadiah untuk bang Rys?” Tanya Karla to the point.
“Hadiah?” Beo Shila dengan kening yang berkeru. “Memangnya kenapa aku harus menyiapkan hadiah untuknya?” Shila balas bertanya karena dia paham maksud pertanyaan Karla.
“Tentu saja kau harus menyiapkan hadiah, kau itu sekarang sudah menjadi istrinya, dan besok adalah hari ulang tahun bang Rys. Sebagai perayaan ulang tahun yang pertama ia lewati denganmu sudah seharusnya kau memberinya hadiah bukan?”
__ADS_1
Jawaban Karla membuat Shila terkejut. Besok adalah hari ulang tahun Kaisar dan dirinya baru mengetahui hari ini. Lalu apa yang harus ia berikan untuk suaminya? Sedangkan tubuhnya saja baru mendingan setelah tadi kurang enak badan.