
Rayden tertegung dengan perkataan Shila. Otaknya masih berusaha mencerna apa yang dikatakan gadis tersebut. “Shil, aku sudah menganggapmu sebagai adikku sendiri sedari dulu. Kenapa seolah-olah sekarang kau memberiku batasan hanya karena aku sudah memiliki kekasih? Lily sudah mengenalmu sejak lama, tidak mungkin dia membencimu karna hanya kau sering berhubungan denganku.” Rayden mencoba menolak apa yang Shila utarakan padanya barusan.
“Bagaimana mungkin Lily tidak membenciku saat kau terus memutar balikkan fakta yang ada. Apa kau ingat terkahir kali aku pergi berdua bersamamu lalu mobilmu mogok?” Tanya Shila pada Rayden dengan emosi yang sudah tidak bisa ia tahan lagi karna emosinya kembali naik saat mendengar jawaban Rayden barusan.
Lelaki yang ditanyainya itupun mengangguk sebagai jawaban yang ia berikan dan menunggu agar Shila meneruskan kalimatnya. “ Kau ingat jika ponselmu berbunyi lalu kau bertanya kepadaku siapa yang mengirimimu pesan dan ku jawab jika Lily yang mengirimi pesan?” tanya si gadis lagi dan Rayden masih menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
Shila menghembuskan nafasnya dengan kasar. Masalah ini harus segera selesai agar Rayden tidak lagi mengganggunya seperti akhir-akhir ini. “Kau menghiraukan pesan Lily tapi kau tidak sadar jika aku bisa membaca pop up pesan yang dia kirimkan. Kau tahu jelas bukan apa isinya? Dan aku juga bisa menebak pesan apa yang sebelumnya kau kirimkan kepadanya.” Shila tersenyum sinis memandang Rayden yang kini benar-benar terdiam.
__ADS_1
Deg,
Rayden benar-benar merutuki kebodohannya. Ia ingat pesan dari Lily tersebut berisi kemarahan sang kekasih karna ia mengatakan pada Lily jika dia dipaksa Shila untuk menemani gadis tersebut makan siang. Padahal faktanya adalah Rayden sendiri yang memaksa Shila. Namun ia memutar fakta tersebut agar Lily tidak marah kepadanya. Ia sendiri tahu jika Lily tidak menyukai Shila sedari mereka SMA namun dirinya juga tidak bisa menjauh dari Shila.
Baginya Shila adalah temannya, sahabatnya, dan adiknya. Shila paling tahu dan paling mengerti tentang dirinya tanpa ia harus menjelaskannya. Dan Rayden akui bersama Shila ia merasakan kenyamanan yang tidak ia dapatkan dari Lily.
Lelaki itu hanya bisa diam dan memandangi Shila dari kaca spion mobilnya. Bodoh dan sangat tidak jantan! Dia hanya bisa merutuki sikapnya selama ini. Rayden selalu ingin menghabiskan waktu bersama Shila namun dia sendiri yang tidak berani jujur pada Lily dan justru memutar balikkan semuanya. Menjadikan Shila tameng atas kesalahan yang ia lakukan.
__ADS_1
*
*
“Kau tidak bisa jika ingin keduanya, harus memilih salah satu diantaranya.” Ucap Jovan yang kini sedang mengunjungi apartment milik Rayden.
Lelaki itu sudah mengetahui permalasahan antara Rayden dan juga Shila. Darimana dia mengetahuinya? Tentu saja dari keduanya yang sudah menceritakan kepada Jovan.
__ADS_1