ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Aku pegang omonganmu


__ADS_3

“Aku pegang omonganmu Ray. Mulai saat ini jangan berbohong pada Lily lagi jika kita sedang pergi bersama, kalau perlu kau ajak dia sekalian.”


“Kami sudah berakhir Shil, saat ini statusku sama sepertimu yang seorang Jomblo.”


Shila sedikit terkejut, baru beberapa minggu dirinya menjauh dari Rayden tapi kenapa kini lelaki itu justru sudah tidak bersama dengan Lily lagi? Apa karena dirinya mereka putus? “Apa karena aku kau putus dengan Lily?” Tanya Shila harap-harap cemas.


“Tidak ada kaitannya denganmu, ini masalah diantara kami berdua. Kalau kau ingin tahu cerita lengkapnya, bagaimana kalau nanti malam kita makan bersama? Aku rindu makan ayam bakar bersamamu.” Ajak Rayden penuh harap agar Shila mau menerima ajakannya setelah sekian lama mereka tidak pernah pergi bersama lagi.


“Jangan malam ini Ray, nanti malam aku harus menyerahkan file untuk deadline besok. Bagaimana kalau besok saat makan siang saja?” Tawar Shila mengubah waktu untuk pergi bersama Rayden.


“Baiklah tidak masalah. Besok siang aku yang akan menjemputmu.”


“Aku tidak mau jika kejadian lalu terulang lagi Ray.” Ujar Shila mengingatkan.

__ADS_1


“Maksudmu?” Tanya Rayden tak paham


“Aku tidak mau jika mobilmu sampai macet lagi.” Kekeh Shila mengingat saat mobil Rayden mengalami kemacetan hingga membuat dirinya meminta Dara untuk menjemputnya.


“Itu tidak akan mungkin terjadi, aku sudah mengganti mobilku Shil.” Balas Rayden dengan nada yang dibuat sesombong mungkin.


“Wah sepertinya ada yang membeli mobil baru, baiklah kalau begitu besok jemput aku jangan sampai terlamabat. Kututup teleponnya Ray, aku harus segera mengajar.” Pamit Shila sebelum mematikan panggilan teleponnya dengan Rayden.


“Baik Shil, selamat bekerja.”


*


*

__ADS_1


Shila mengernyitkan dahi saat melihat lampu kendaraan yang menyorot pagar rumahnya. Gadis itu buru-buru mencari payung untuk membukakan pintu pagar karna hujan turun dengan derasnya.


Sepertinya Kaisar sudah datang untuk mengambil file kurikulum yang harus disahkan dan dikumpulkan esok hari karena lelaki itu sudah mengiriminya pesan beberapa saat yang lalu, mengatakan jika dirinya sebentar lagi akan sampai dirumah Shila.


Lagi-lagi Shila tercengang saat melihat jika Kaisar mendatangi rumahnya menggunakan sepeda motor. Ia pikir mobil Kaisar sudah selesai diperbaiki, tapi kenyataannya Kaisar datang menggunakan sepeda motor.


“Prof, masuklah dulu. Aku akan membuatkan minuman hangat untukmu.” Ajak Shila yang tidak tega melihat Kaisar kehujanan. Meskipun Kaisar menggunakan jas hujan tapi baju dan celana Kaisar nyatanya tetap saja basah.


“Bajuku basah Shil, nanti mengotori rumahmu.” Tolak Kaisar merasa tidak enak.


“Ck, nanti bisa aku bersihkan. Masuklah Prof, kau bisa berganti pakaian menggunakan pakaian kakakku. Jika kau masih menggunakan pakaian basah itu bisa-bisa nanti kau masuk angin.” Ucap Shila memaksa yang langsung tangan menarik Kaisar agar mengikuti langkahnya untuk masuk ke dalam rumahnya.


Mau tidak mau akhirnya Kaisar menuruti, dilihatnya sekeliling rumah Shila tapi sepertinya sepi. Dimana Ibunda Shila? Pikir Kaisar bertanya-tanya. “Kau sendirian? Dimana Mamamu Shil?” Kaisar celingukan melihat rumah Shila yang sepi seperti tidak ada orang selain mereka berdua.

__ADS_1


“Mama sedang keluar bersama kak Andra. Tunggulah disini Prof, silahkan duduk dulu.” Shila menyuruh Kaisar duduk di ruang tengah.” Aku akan mengambilkan pakaian milik kak Andra untukmu. Setelah itu aku akan membuatkanmu minuman hangat. Pulanglah menggunakan mobilku Prof, jangan pulang naik sepeda motor. Besok ada rapat penting dan deadline untuk pengumpulan file-file akreditasi.” Titah Shila yang hanya diangguki Kaisar. Jujur saja kini dirinya sudah sangat kedinginan bahkan Kaisar sudah mulai menggigil.


__ADS_2