ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Berselingkuh dibelakangmu


__ADS_3

Shila pun segera bergegas menemui Kaisar diruangannya setelah membereskan meja kerjanya dan mematikan laptop miliknya. Gadis itu bahkan sedikit berlari-lari kecil agar Kaisar tidak menunggunya terlalu lama.


Tepat sebelum masuk ke ruangan Kaisar gadis itupun merapikan penampilannya yang sedikit berantakan karna tadi dia berlarian kecil. Shila lupa jika kaca ruangan Kaisar memang terlihat gelap dari luar sehingga orang-orang tidak bisa melihat kedalam ruangan. Tetapi terang dari dalam ruangan, sehingga Kaisar pun kini bisa melihat Shila dengan jelas yang sedang merapikan penampilannya dan menyisir rambut dengan jemarinya.


Kaisar hanya bisa menatap tingkah Shila sambil tersenyum geli. “Siapa yang menyangka jika dia adalah seorang dosen sekaligus wakil dekan yang sedang menyelesaikan studi doktoralnya? Tingkahnya sungguh menggemaskan, apa dia lupa jika dari dalam sini aku bisa melihat semua tingkahnya dengan jelas?” Kaisar berbicara pada dirinya sendiri.


Tok tok tok!


Shila mengetuk pintu ruangan Kaisar. Profesor muda tersebut buru-buru merubah mimik wajahnya menjadi datar. Ia tidak ingin jika Shila menyadari bahwa dirinya sedari tadi mengamati gadis muda tersebut.

__ADS_1


“Masuk” sahut Kaisar singkat. Wajahnya kini menatap lurus Shila tanpa ekspresi apapun, tentu saja gadis yang ditatap seperti itu menjadi bingung dan salah tingkah. “Duduklah Shil.” Kaisar menyuruh sekaligus mempersilahkan Shila untuk duduk di kursi yang berada di hadapan Kaisar.


Shila menarik kursi itu perlahan lalu mendaratkan bokongnya dengan pelan-pelan. Ia sedang menerka-nerka kesalahan apa yang sudah dilakukannya hingga ia dipanggil oleh Kaisar, atau hal apa yang sebenarnya akan Kaisar bicarakan. Karena selama beberapa waktu ini Kaisar tidak pernah memanggilnya karena dirinya selalu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Kaisar tepat waktu. “Ada apa Prof Kai memanggilku kemari?” Shila memberanikan diri untuk bertanya.


Kaisar terlihat menghela nafasnya sebelum memulai berbicara. Ia bingung akan mengawali pembicaraannya seperti apa dan bagaimana. “Emm.. ada hal yang aku ingin katakan kepadamu, dan ini menyangkut urusan pribadi.” Ujarnya sedikit tidak percaya diri. Ia takut jika nanti Shila tidak akan mempercayai mengenai apa yang akan ia katakan.


Shila membelalakkan matanya dengan lebar. Jantungnya tiba-tiba berdegup dengan kencang. ‘Apa Prof Kai akan menyatakan cinta kepadaku seperti laki-laki lainnya?’ Batin Shila dalam hati.


Shila menelan salivanya, ia berusaha mengumpulkan keberanian untuk mengonfirmasi hal yang sedang dirinya duga-duga dalam hatinya. “Apa Prof Kai—“ ucapannya terputus ketika Kaisar menyodorkan ponselnya kepada Shila.

__ADS_1


“Ada yang ingin kutunjukkan padamu Shil.” Kaisar mengetuk layar ponselnya agar Shila menatap sesuatu yang kini tampil pada layar ponsel Kaisar.


Yang tidak lain dan tidak bukan adalah foto Jovan bersama dengan seorang perempuan. Foto yang Karla ambil tempo lalu saat mereka berdua lebih tepatnya Kaisar memergoki Jovan sedang berkencan dengan perempuan berbeda.


Lagi-lagi mata Shila membulat sempurna bahkan mulutnya sampai menganga tanpa ia sadari. Terkejut? Tentu saja. Karena perempuan yang sedang disuapi oleh Jovan pada foto tersebut berbeda dengan foto perempuan yang pernah Jovan tunjukkan padanya ketika menjemput Rayden di bandara dua minggu yang lalu.


“Siapa lagi dia?” Gumam Shila tanpa sadar yang terdengar Kaisar.


“Jadi kau sudah tahu jika kekasihmu sering berselingkuh dibelakangnmu?” Kaisar sedikit terkejut ketika mendengar gumaman Shila. Itu berarti gadis tersebut sudah tahu jika Jovan menyelingkuhinya beberapa kali hingga Shila bertanya menggunakan kata ‘lagi’.

__ADS_1


“Eh..” Shila bingung harus menjawab apa. Karna belum sempat ia menjawab Kaisar lagi-lagi memotong perkataannya.


__ADS_2