ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Memutar balikkan fakta


__ADS_3

Shila terlihat mengatur nafasnya sesaat. Gadis itu membalas tatapan Rayden dengan tatapan yang tenang. “Hanya karna itu kau mengira aku menghindarimu? Come on Ray, kau memiliki Lily dan kau bisa melakukan itu semua sesering mungkin bersama kekasihmu itu. Apa kau lupa jika kita sudah berpisah sekian lama tanpa komunikasi apapun tapi kau tidak pernah mengatakan jika aku menghindarimu, lalu kenapa sekarang tiba-tiba saat kau kembali kesini dan aku tidak selalu ada untukmu dengan mudahnya kau mengklaim jika aku menghindarimu?” Balas Shila dengan tangan yang terlipat di depan dadanya.


Jawaban Shila membuat Ray sedikit memaku. Yang Shila katakan memang benar tapi sebelumnya gadis itu masih baik-baik saja dan sering membalas pesanya, bahkan Shila jarang menolak ketika dirinya mengajak Shila pergi. Tapi kenapa tiba-tiba gadis itu berubah dan seolah-olah menghindarinya?


“Karna kau memang menghindariku. Katakan apa kesalahanku Shil, jangan diamkan aku dan jangan menghindariku begini. Jika aku salah katakanlah maka aku akan memperbaikinya.” Desah Ray frustasi. Kini lelaki itu tidak lagi menatap Shila dengan tatapan tajamnya namun tatapan itu berubah menjadi tatapan yang sendu.

__ADS_1


“Kau tidak memiliki kesalahan apapun padaku. Namun kau memiliki kesalahan pada kekasihmu, kau sudah memiliki kekasih tapi masih sering menghubungi dan mengajak keluar gadis lain. Hal itu tidak baik Ray, aku tidak mau membuat Lily sakit hati.” Jawab Shila dengan membuang tatapannya keluar jendela. Enggan untuk menatap Rayden.


“Jadi ini karna Lily? Kau menghindariku karnanya? Baiklah kalau begitu aku akan bicara padanya agar tidak cemburu padamu.” Rayden segera meraih ponselnya dan hendak menelpon Lily.


Shila yang menyadari apa yang akan Rayden lakukan buru-buru merampas ponsel Rayden dan menatap laki-laki itu dengan kesal. Rayden justru ikut kesal karna perbuatan Shila. “Kemarikan ponselku Shil, aku akan menelpon Lily dan menjelaskan mengenai hubungan kita sehingga dia tidak akan sakit hati padamu dan kau tidak perlu menghindariku lagi.”

__ADS_1


Kini gantian Shila yang menatap tajam pada Rayden. “Tentu dia akan terus sakit hati kepadaku karna setiap kau mengajakku pergi pasti kau mengatakan hal yang sebaliknya pada Lily. Sedari dulu kau pandai memutar balikkan fakta hingga membuat Lily membenciku sejak dulu sampai saat ini. Apa kau ini kurang jantan untuk mengakui apa yang kau lakukan?” Semprot Shila pada akhirnya. Ia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Rayden.


Rayden terkejut sekaligus tidak paham maksud perkataan Shila. Gadis yang biasanya tenang tersebut kini terlihat cukup emosi. “Maksudmu apa Shil?” tanyanya tak paham dengan yang Shila katakan.


Shila mengambil nafas dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan. Ia berusaha mengatur emosinya, tidak baik bukan kita berbicara namun emosi masih menguasai hati dan pikiran kita. “Ray, aku mau pergi bersamamu namun tidak hanya berdua saja. Dan aku akan membalas pesanmu ketika aku sempat dan jika pesannmu benar-benar penting. Aku tidak akan bertindak seperti kemarin lagi saat kau masih memiliki kekasih.” Jelas Shila.

__ADS_1


Dalam hati ia berharap agar Ray tidak memperpanjang masalah ini lagi. Bukankah yang Shila lakukan sudah benar? Menghindari seseorang yang sudah memiliki kekasih demi menjaga perasaan Lily dan menjaga hubungan Rayden. Ia tidak mau dicap sebagai gadis yang merusak hubungan orang lain.


__ADS_2