
Karla menunjuk beberapa foto yang terpajang di dinding. Foto-foto lama, saat itu Kaisar baru saja menyelesaikan pendidikan S2nya. Shila lamat-lamat memandangi foto disana dimana ada satu keluarga utuh, yang Shila tahu jika wanita disana adalah Mama Risa, kemudian disampingnya ada seorang lelaki yang mirip dengan Kaisar.
Shila menduga jika itu adalah almarhum Papa mertuanya, dan yang terakhir ada foto gadis kecil yang mirip dengan Karla. “Apa ini dirimu?” Shila menunjuk gadis kecil yang ada difoto tersebut.
Karla mengangguk sebal. “Iya, itu aku kak. Aku adalah Karla Lynn Dhananjaya adik dari suamimu. Sungguh, abangku dan Mamaku sangat kejam karna tidak pernah menceritakan mengenai diriku kepadamu. Padahal begitu mendengar berita pernikahan kalian aku segera mencari waktu agaar bisa segera kembali ke Jogja. Sekembalinya kesini kau justru mengira jika aku adalah sugar baby Bang Rys.” Karla mengerucutkan bibirnya. Dirinya masih kesal dengan semuanya.
Shila merasa bersalah. Dia sudah menuduh Karla sebagai sugar baby suaminya, tapi tidak sepenuhnya itu adalah kesalahannya. Saat itu Karla bergelayut manja dilengan Kaisar dan siapapun pasti mengira jika Karla adalah kekasih atau sugar baby Kaisar. Meskipun Kaisar belum terlihat tua, tapi jarak usianya yang cukup jauh dengan Karla tentu tetap terlihat.
__ADS_1
“Maafkan aku Kar, aku sungguh tidak tahu jika kau adalah adik dari Prof Kai.” Sesal Shila. Gadis itu menatap adik iparnya tidak enak karna sudah berpikiran yang buruk tentangnya.
“Tidak semudah itu aku memaafkanmu kak. Kau harus membuatkanku es strawberry seperti yang kau buatkan untuk Icha dan Kenny waktu itu. Jangan lupa dengan cakenya juga. Gara-gara Mama dan kedua keponakanku memameriku kedua hal itu aku jadi terbayang-bayang. Jadi please buatkan itu untukku maka aku akan memaafkanmu kak.” Karla menangkupkan kedua tangannya pertanda permohonan, jangan lupakan puppy eyes yang membuat orang menjadi tidak tega untuk menolaknya.
Shila bingung harus berbuat apa, bukannya tidak mau menuruti permintaan adik iparnya tersebut tapi dirinya juga harus kembali bekerja. “Bagaimana kalau besok aku membuatkannya untukmu Kar? Hari ini aku harus segera kembali ke kampus karna aku masih ada jadwal mengajar.” Shila berusaha bernegosiasi dengan adik iparnya tersebut.
Shila mendesah bingung. “Bukannya aku tidak mau, tapi aku masih memiliki jadwal mengajar Kar.”
__ADS_1
“Kalau begitu telepon saja bang Rys, katakan pada suamimu itu bahwa kau sedang ku sandera. Biar dia yang menggantikanmu untuk mengajar kak.” Karla tiba-tiba mencetuskan ide briliannya.
Sudah kehabisan cara untuk menolak Karla karna sebenarnya Shila juga tidak tega. Gadis itu cukup ramah dan sangat ceria. Sikap Karla tadi di awal hanyalah tipuan belaka untuk mengerjai kakak iparnya tersebut.
Mau tidak mau akhirnya Shila menelpon Kaisar. Adik iparnya tersebut menyuruh Shila untuk mengaktifkan loudspeaker agar bisa mendengar percakapan keduanya.
“Kak, kenapa namanya masih seperti itu?” Karla menegur Shila karena nama di ponsel suaminya masihlah bertuliskan ‘Prof Kai’ , tidak ada yang special.
__ADS_1