
“Maaf tante jika aku memaksa Kai untuk menikahi adikku. Aku tidak ingin ada hal buruk yang menimpa adikku kedepannya. Mungkin kali ini mereka bisa lolos dariku namun entah kedepannya. Lebih baik kita segera menikahkannya meskipun hanya secara siri terlebih dahulu itu tidak masalah. Setidaknya jika mereka ingin berbuat yang aneh-aneh aku tidak perlu khawatir karna Shila melakukan dengan suaminya sendiri.” Ucapan Andra terdengar begitu tegas dan tidak bisa diganggu gugat.
Kaisar hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Kedatangannya malam ini ketempat Shila justru membuat masalah bagi keduanya. Padahal memang tidak terjadi apapun diantara dirinya dan juga Shila.
“Aku tidak melakukan apapun pada Shila. Jika aku mau melakukannya aku pasti memilih tempat yang lebih layak daripada lantai kamar mandi.” Bantah Kaisar. Jovan sedikit geli mendengar bantahan dari Profesor muda tersebut.
Andra memandang Kaisar, tatapannya sudah tidak setajam tadi namun tersirat permohonan yang teramat. “Kau seorang ayah bukan, dan kau memiliki seorang putri?” tanyanya pada Kaisar. Pria dewasa berstatus duda itupun mengangguk sebagai jawaban. “Lantas kau pasti tahu bagimana perasaanku saat ini, bayangkan jika itu diposisimu dan putrimu yang mengalami hal seperti tadi. Apa kau bisa percaya dengan penjelasaan putrimu sedangkan kenyataan yang kau lihat berbanding terbalik dengan perkataannya. Aku hanya tidak ingin hal buruk menimpa Shila. Silahkan kalian lakukan lebih dari itu jika sudah halal.”
__ADS_1
Perkataan Andra menohok ulu hatinya. Hal itu benar, jika dirinya berada pada posisi Andra tentu saja dia tidak akan mudah mempercayai apa yang dilakukan dirinya dan juga Shila meskipun memang tidak ada apapun yang terjadi diantara keduanya.
Namun posisi tubuh mereka dan erangan Shila saat kesakitan ditimpa olehnya membuat siapapun pasti mengira jika mereka sedang melakukan tindak asusila. Apalagi tidak ada bukti kuat yang mereka miliki untuk mendukung kejujuran mereka. Tidak ada cctv yang dipasang dikamar mandi bukan?
“Aku setuju denganmu dek, lebih baik mereka segera dinikahkan.” Mama Risa mengenggam tangan Mama Alya. “Anakku sudah menduda beberapa tahun, bisa saja dia sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Apalagi Shila masih gadis dan sangat cantik. Siapa yang tidak tertarik kepadanya? Nikahkan saja mereka sekarang, panggil pak RT dan RW untuk menjadi saksinya. Kau bisa mejadi wali untuk Shila bukan?” Tanya Mama Risa yang mengalihkan padangannya dari Mama Alya lalu menatap Andra. Pemuda yang terpaut empat tahun dari Shila itupun mengangguk mengiyakan ucapan Ibunda Kaisar.
Kaisar sampai memelototkan matanya saking terkejut. Tidak menyangka jika Mamanya akan memojokkan dirinya seperti itu. Meskipun dirinya sudah menduda cukup lama tapi tidak pernah terbesit sedikitpun untuk menuntaskan hasratnya dengan wanita lain.
__ADS_1
“Kenapa kau tidak mau menikah dengan anak Tante?” Tanya Mama Risa sedih menyadari jika Shila menolak anaknya.
“Apa karna aku duda?” Tanya Kaisar ikut menyambung pertanyaan Mamanya.
Shila menggeleng dengan cepat. “Bukan karna itu Prof. Aku tidak mencintaimu dan kau tidak mencintaiku. Aku tidak ingin menikah lalu nanti bercerai dan menjadi janda seperti Mama.” Lirih Shila diakhir kalimatnya sambil menatap sendu kearah Mama Alya.
“Jangan hanya karena Mama dan Papa bercerai lantas kau takut untuk menikah. Kisah setiap orang berbeda-beda Shil.” Ucap Mama Alya lembut, ia paham ketakutan anaknya.
__ADS_1
“Aku tidak mencintainya, dia juga tidak mencintaiku.” Shila menatap wajah Kaisar sekilas lalu kembali menatap Mama Alya dan Kak Andra. “Lantas atas dasar apa aku membangun rumah tangga jika tidak ada cinta diantara kami?” lanjutnya lagi.
“Atas dasar MBA, married by accident. Hahahahaha….” Seloroh Jovan lalu tergelak sendiri dengan perkataannya.