ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Tidak keberatan


__ADS_3

Shila sedikit terkejut, rupanya suaminya itu akan mengambil studi post doctoral lagi. “Kau mau menempuh post doctoral lagi?” Tanyanya yang dijawab anggukan dengan Kaisar.


“Sambil menyelam minum air Mil. Kalau proposalku lulus beasiswa maka aku akan menempuh studi post doctoral kembali. Tetapi jika tidak lulus ya sudah, aku akan mengajukan penelitian saja. Sebenarnya sudah ada beberapa tawaran dari perusahan besar untuk membiayai beasiswa doktoralku. Tapi aku menolaknya, studi doktoral terlalu lama. tidak seperti postdoct yang paling hanya memakan waktu satu setengah sampai dua tahun.”


“Ck, kau ini seorang profesor muda. Sudah pasti kau itu jenius, proposal beasiswa post doctoralmu aku yakin pasti akan diterima. Memang kau mengajukan kemana Pai?”


“Ke salah satu kampus di Australia. Tapi jika aku tidak mendapatkannya maka aku akan mencari beasiswa post doctoral di Indonesia saja. Maka dari itu aku tidak bisa mengurus pernikahan kita Mil, aku belum sempat mendaftarkannya. Butuh waktu, tenaga dan pikiran juga. Kau sedang sibuk, begitupun denganku. Jadi paling tidak setelah pengumuman proposal postdoct ku diterima atau tidak dan juga setelah kau melakukan sidang proposal disertasimu baru kita akan membahas rencana resepsi pernikahan. Kau tidak keberatan bukan?” Kaisar memandang wajah Shila yang sama sekali tidak terlihat kecewa atau marah.

__ADS_1


“Aku sama sekali tidak keberatan Pai karena ada hal lain yang menjadi prioritas kita saat ini. Tapi jika kedua Mama kita menanyakan perihal pernikahan kita lebih baik jujur saja dengan kondisi kita yang memang masih memiliki urusan yang sulit ditinggalkan.” Saran Shila yang diangguki Kaisar. Orang tua mereka berhak tau alasan kenapa mereka belum mengurus pernikahan mereka yang tidak lain memang karena urusan mereka yang begitu sibuk dan sulit ditinggalkan.


“Ya kau benar Mil. Baiklah lanjutkan belajarmu. Satu jam lagi kau harus tidur, tidak baik jika kau sampai tidur larut malam.” Titah Kaisar lalu kembali meneguk milk tea yang sudah mulai dingin.


*


*

__ADS_1


Shila berjalan menuju kamar Elvina, ia mengetuk beberapa kali sebelum Kaisar membukakan pintunya. “Pai, dimana Icha dan Kenny? Tanya Shila dengan wajah khawatir.


“Icha dan Kenny sedang berada dirumah nenek mereka Mil, aku lupa memberitahumu.” Jawab Kaisar yang hanya membuka sedikit celah pintu kamarnya sehingga Shila tidak bisa melihat kedalam kamarnya.


“Nenek?” Shila menaikkan sebelah alisnya. Nenek yang mana? Selama ia menikah dengan Kaisar baru kali ini ia mendengar tentang Nenek. Dan Nenek siapa yang dimaksud Kaisar? Batinnya bertanya-tanya


“Nenek mereka adalah Ibu dari Elvina. Sudah lama mereka tidak mengunjungi nenek mereka padahal dulu hampir setiap minggu pasti kesana. Besok kita akan menjemputnya karena malam ini mereka akan menginap disana.”

__ADS_1


Penjelasan dari Kaisar membuat Shila menjadi sedih. Rasanya sepi jika tidak ada Icha dan Kenny. Terbiasa bersama dan baru kali ini berpisah membuat hatinya sedikit gundah. Tanpa berkata apa-apa lagi Shila langsung kembali ke kamarnya.


Saat makan malam Shila juga lebih banyak diam dan tidak bersemangat. Dia sudah makan lebih dulu karena Kaisar datang terlambat ke meja makan. Selama dia tinggal dirumah Kaisar, gadis itu tidak pernah melayani suaminya.


__ADS_2