
Dan disepanjang perjalanan menuju kediaman Kaisar, Kenny dan Icha bersikap sangat manis dan sopan. Membuat Mama Alya semakin gemas dan semakin menginginkan cucu. Benar kata Shila, tidak butuh waktu lama akhirnya mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah bertingkat dua dengan halaman yang luas dan bangunan yang cukup mewah. Wajar saja, setahu Shila mendiang ayah Kaisar juga merupakan seorang Profesor dan pernah menjabat sebagai rektor di salah satu kampus negri.
Kaisar sudah menunggu kedatangan Shila beserta kedua anaknya. Bahkan Kaisar yang membukakan pintu untuk Shila dan juga untuk Icha yang duduk di kursi belakang.
“Mampirlah dulu Shil.” Kaisar menawari saat Shila sudah turun dari mobil sekaligus menurunkan Kenny yang berada di dalam gendongannya.
Kaisar melongok dan melihat jika ada wanita paruh baya yang berada di setir kemudi mobil. Dan dari praduganya, wanita tersebut pastilah ibunda Shila. “Mari silahkan mampir dulu bu.” Ucap Kaisar ramah.
__ADS_1
Shila yang hendak menolak sudah lebih kalah cepat dari Mama Alya yang setuju untuk mampir. Dia tidak tahu jika dalam hati Mama Alya bersorak senang ditawari mampir oleh calon menantu versi halusinasinya. ‘Dia benar-benar tampan. Bibit unggul seperti itu jangan di sia-siakan. Aku akan membantu Shila untuk mendekati ayah Icha dan Kenny.’ Gumam Mama Alya dalam hatinya sambil terkekeh geli.
Secepat kilat Mama Alya turun dari kursi kemudinya kemudian menarik Shila untuk mengikuti Kaisar yang sudah berjalan menuju kedalam rumah. “Sangat tampan Shil, diakah yang kau katakan Profesor muda sekaligus duda yang sudah berusia 37 tahun?” Tanya Mama Alya sambil berbisik ditelinga Shila agar Kaisar dan kedua putra putrinya tidak mendengar pembicarannya.
Shila hanya mengangguk sebagai jawaban untuk Mama Alya. Antara malu dan kesal dengan Mamanya yang dengan mudah menerima ajakan Kaisar, padahal dirinya malu setengah mati dan ingin segera kembali kerumah.
“Tidak usah cemberut begitu, pasanglah wajah dan senyum yang cantik. Jangan sampai mertuamu justru salah mengenali calon menantunya.” Bisik Mama Alya dengan kekehan kecil.
__ADS_1
“Bisa jadi nanti Ibu dari profesor muda itu justru mengira Mama adalah calon menantunya, bukannya dirimu karna kau terlihat tua jika cemberut.” Ejek Mama Alya yang membuat Shila mengerucutkan bibirnya.
“Mama ini bisa tidak kalau bermimpi jangan di siang hari, dan jangan berhalusinasi. Siapa yang mau menjadi menantu siapa? Jangan suka berbicara sembarangan.” Kesal Shila pada sang Mama yang terus saja menggodanya.
“Ih kau ini begitu saja marah. Biasa saja keles.” Lagi-lagi Mama Alya menggodanya namun Shila sudah malas menggubrisnya karna kini dia melihat wanita paruh baya yang jauh lebih tua dari Mamanya tengah menyambut mereka di pintu utama.
“Kai, siapa yang kau bawa pulang?” tanya Mama Risa pada Kaisar saat melihat Shila dan Mama Alya berjalan dibelakang Putra sulungnya itu.
__ADS_1
“Kenalkan Ma, ini Shila. Dia teman sekantorku, dan itu ….” Kaisar menggantungkan ucapannya saat melihat Mama Alya karna dia bingung akan mengenalkannya sebagai apa. Dia sendiri tidak tahu apakah tebakannya benar atau bukan jika wanita yang tengah menggandeng Shila adalah Ibunda dari gadis tersebut.
“Kenalkan Mbak, saya Alya ibunya Shila.” Sambung Mama Alya sambil tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya kepada Mama Risa. Mama Alya memanggil Ibu Kaisar dengan sebutan Mbak karna usia Kaisar jauh diatas Shila, dan Mama Risa sudah tampak lebih tua darinya.