ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Mau pergi bersamaku?


__ADS_3

Bukan Shila yang tidak mau melakukannya, tp Kaisar sendiri yang enggan untuk dilayani. Termasuk mengambilkan nasi dan juga lauk. Shila hanya melayani Kaisar ketika mereka sedang berada dirumah Shila.


“Ma, Pai aku sudah selesai makan. Aku kembali ke kamar dulu ya.” Selesai meneguk air putih, Shila bangkit dari kursi lalu berjalan menuju kamarnya.


Kini tinggal Kaisar dan Mama Risa saja yang tinggal di meja makan. Mama Risa yang sudah lebih dulu menyelesaikan makannya mulai membuka suaranya. “Kai, sepertinya Shila sangat sedih ditinggal Icha dan Kenny. Hiburlah dia, kau gunakan waktu ini untuk mendekatkan hubungan kalian.” Mama Risa memberi saran yang diangguki Kaisar.


Kaisar beranjak dari tempat duduknya menuju kamar dimana Shila berada. Dan ia sudah terbiasa untuk masuk kedalamnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Shila adalah istrinya, akan aneh jika ada yang melihat dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam kamar tersebut.


Apalagi Shila juga selalu mengganti pakaiannya di kamar mandi yang berada di dalam kamar. Oleh sebab itu dapat dipastikan Kaisar tidak akan melihat pemandangan yang indah.


“Mil…” Panggil Kaisar pelan. Ia melihat istrinya sedang duduk diatas ranjang dengan tangan yang bertumpu pada dagu. Sepertinya Shila sedang melamun. Bahkan dering ponselnya yang daritadi berbunyi tidak ia hiraukan sama sekali.

__ADS_1


Profesor muda tersebut itupun lantas berjalan menghampiri Shila dan duduk disebelah Shila. “Mil..” Panggil Kaisar lirih tepat ditelinga Shila.


Sontak hal itu membuat Shila menolehkan wajahnya kesamping dan ternyata hal itu membuat wajahnya dan wajah Kaisar saling berhadapan dengan jarak kurang dari sepuluh centi. Mata keduanya saling bertemu dan mereka berdua juga saling bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Mereka berdua terdiam dalam posisi seperti itu sampai beberapa saat.


“Daritadi ponselmu berdering” Kaisar menunjukkan ponsel istrinya yang terus berdering. Bisa dia lihat jika yang menghubungi Shila adalah Jovan.


Shila segera meraih ponsel miliknya untuk segera mengkahiri kontak mata dengan Kaisar yang entah kenapa membuat jantungnya berdegup kencang. Malas mengangkat panggilan dari Jovan akhirnya Shila lebih memilih untuk membisukan ponselnya.


Shila mengedikkan bahunya malas “Dia menelponku pasti karena membutuhkanku, biarkan saja. Sudah saatnya dia tidak bergantung kepadaku apalagi sekarang aku sudah menikah.” Sahut Shila entah sadar tau tidak.


Kaisar tersenyum kemudian mengusap lembut surai sang istri. “Kau mau pergi keluar bersamaku?”

__ADS_1


Shila menolehkan wajahnya, memberanikan diri untuk menatap suaminya. Apa dia tidak salah dengar? Suaminya mengajaknya keluar? “Memang mau kemana? Tidak ada Icha dan Kenny membuatku tidak bersemangat.” Ucap Shila yang kembali menungukkan wajahnya sambil memainkan ponselnya random.


“Jalan saja siapa tau nanti kita menemukan sesuatu yang menarik. Sabarlah Mil, besok juga anak-anak sudah kembali bersama kita.” Kaisar berusaha menghibur Shila.


“Baiklah, aku akan berganti pakaian dulu.” Shila beranjak dari duduknya menuju mini walk in closet yang berada dikamarnya setelah itu ia melangkah ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


Selesai berganti pakaian Shila sudah tidak menemukan keberadaan suaminya yang tadi duduk diranjang. Gadis itupun segera bergegas keluar untuk mencari keberadaan suaminya.


“Kaisar sudah menunggumu di mobil, sana kau susul suamimu.” Ujar Mama Risa yang melihat Shila celingukan mencari sosok lelaki yang merupakan suaminya.


Shila tersenyum lalu menyalami Mama mertuanya. “Kami pergi dulu Ma.” Pamit gadis itu lalu mencium tangan dan pipi Mama Risa. Mertuanya itupun mengangguk dan mengantarkan Shila sampai pintu depan.

__ADS_1


__ADS_2