
Shila mengikuti terpaksa terus berjalan mengikuti langkah Kaisar karna bahunya masih saja di dorong oleh duda beranak dua tersebut. Ya pria barusan yang mendorong bahu Shila adalah Kaisar, atasannya dikantor. Rasa kagetnya tadi berganti dengan rasa senang karna bisa bertemu dengan Icha.
Rupanya Kaisar tengah mengajak kedua anaknya untuk makan ditempat fast food tersebut. Ada rasa miris saat Shila menyadari jika kedua anak Kaisar sedang diasuh oleh sang ayah tanpa ibu. Shila sendiri belum tau alasan dibalik status duda yang disandang oleh Kaisar dan gadis itu tidak memiliki keberanian untuk menanyakan hal tersebut.
“Tante Shila! Seru Keisha kegirangan saat tahu ayahnya membawa Shila untuk bergabung bersama mereka.
Setelah meletakkan nampan milik Shila yang tadi sempat dibawanya, Kaisar lantas duduk di hadapan kedua anaknya. Begitupun dengan Shila yang langsung duduk disebelah Kaisar karna hanya kursi tersebut yang masih kosong. Sementara kedua anak Kaisar duduk dihadapannya.
“Halo cantik, apa kabar?” tanya Shila sumringah saat melihat Keisha yang kegirangan karna Shila bergabung bersamanya.
“Icha baik, Kenny juga baik.” Jawabnya dengan senyum yang memperlihatkan giginya yang rapi. Shila bisa melihat jika Keisha adalah anak yang pandai dan begitu dewasa. Ia bahkan dengan telaten membantu sang adik untuk menghabiskan makanannya.
__ADS_1
Pandangan Shila saat ini tengah menatap putra Kaisar dengan seksama. Kenny benar-benar duplikat sang ayah. Parasnya yang tampan dan kulitnya yang putih bersih menurun dari Kaisar. Tidak ada bedanya dengan Keisha yang juga merupakan duplikat Kaisar namun dalam versi perempuan.
“Kau sangat tampan, sama tampannya seperti ayahmu.” Gumam Shila memuji Kenny tanpa sadar sambil terus memandang Kenny. Dirinya tidak menyadari jika Keisha dan Kaisar mendengar gumamannya. Bahkan Kaisar harus menahan tawanya, ia tidak ingin Shila menjadi malu karna terang-terangan ketahuan memuji dirinya.
“Papa memang tampan seperti Kenny.” Sahut Icha yang membuat Shila membulatkan matanya dan berganti memandangi Icha. Sungguh saat ini dia sangat malu, karna ternyata gumamannya didengar oleh Keisha. Dan sepertinya Kaisar juga mendengarnya.
“Makanlah makananmu, tapi jangan makan eskrimu disini. Kenny bisa merebutnya darimu.” Ujar Kaisar mengalihkan pembicaraan.
“Boleh, tapi tidak terlalu banyak.” Jawab Kaisar lalu menyeka makanan Kenny yang tampak sedikit belepotan.
Shila menyodorkan eskirm miliknya untuk Keisha dan juga Kenny. “Es krim ini untuk kalian, makanlah setelah kalian menyelesaikan makan kalian oke.” Ujar Shila sembari menyodorkan eskrim miliknya ke hadapan kedua anak Kaisar yang tentu saja membuat Keisha berbinar.
__ADS_1
“Kau kemari sendirian Shil?” tanya Kaisar membuka pembicaraan.
“Iya Prof.” sahutnya singkat karna mulutnya kini sibuk mengunyah pie sementara tangannya sibuk mengirim pesan kepada Mama Alya. Meminta Mamanya untuk menjemputnya.
“Dimana rumahmu?” tanya Kaisar lagi membuka obrolan. Namun pandangannya fokus memperhatikan kedua putra dan putri di hadapannya.
“Di daerah dekat dengan bandara Adi Sutjipto.” Jawab Shila lagi sekenanya. Gadis itu masih berbalas pesan dengan Mama Alya dan juga kak Andra.
Kaisar menoleh menatap Shila kaget. Bisa-bisanya Shila pergi sejauh ini untuk makan di MCD. Padahal di daerah jalan Solo ada juga gerai ayam goreng tersebut setahunya. “Kau pergi sejauh ini hanya untuk makan disini?” tanyanya kaget.
“Tadinya aku diculik seseorang lalu aku memilih untuk turun disini Prof.” jawab Shila sambil terkekeh.
__ADS_1
Kaisar tahu jika Shila sedang bercanda. Lelaki dewasa itu hanya berdecak lalu kembali fokus membantu Kenny membersihkan kedua tangannya. “Biar aku saja yang membersihkannya” Shila menawarkan diri lalu berjongkok disamping Kenny. Dengan telaten Shila membersihkan tangan Kenny menggunakan tissue basah. Setelah itu ia mengelap bibir Kenny dengan tissue kering hingga bersih.