
Dengan semangat Kaisar membuka explosive box buatan Shila untuknya, dan lagi-lagi ia merasa bahagia dan terkejut secara bersamaan. Disana ada foto-foto candid dirinya, dan juga kedua anaknya. Dan di box terakhir Kaisar menemukan selembar kertas berwarna gold yang bertuliskan : write a wish and I will grant it.
Kaisar mendongakkan wajahnya guna menatap Shila, dirinya terkejut sekaligus bahagia hingga tidak bisa berkata-kata. Merasa ditatap oleh suaminya dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan membuat Shila menjadi salah tingkah. “Aku tidak tahu harus memberimu apa,kau memiliki segalanya Pai. Jika suatu saat kau menginginkan sesuatu dariku, maka gunakanlah golden ticket itu. Aku pasti akan mengabulkannya.” Shila menunjuk kertas berwarna gold yang tengah dipegang kaisar.
“Apapun itu kau akan mengabulkannya?” Kaisar memicingkan matanya, menatap Shila penuh intimidasi untuk memastikan.
Shila mengangguk secara spontan. “Ya apapun itu asal bisa aku lakukan. Jangan kau minta aku untuk merubah malam menjadi siang atau sebaliknya. Karena kau tahu aku tidak bisa melakukan itu. Apapun permintaanmu selagi aku mampu mengabulkannya pasti aku akan melakukannya.” Jelas Shila dengan senyum di akhir kalimatnya.
__ADS_1
Senyum Kaisar pun mengembang mendengar penjelasan dari istrinya tersebut. “Baiklah akan kusimpan golden tiket ini.” sahutnya lalu yang dalam sekejap mata sudah menarik Shila kedalam pelukannya, ia merasa bahagia mendapat kejutan kecil seperti ini dari Shila. “Thankyou, thankyou so much Mil.” Ucapnya tulus, Shila pun hanya tersenyum dan mengangguk. Ia tidak menyangka hadiah kecil darinya bisa membuat Kaisar begitu bahagia.
*
*
“Pai, aku tidak bisa ikut menjemput Keisha dan juga Kenny ditempat nenek mereka, apa itu tidak masalah?” Tanya Shila pelan-pelan takut jika menyinggung Kaisar.
__ADS_1
“Ehem.” Kaisar buru-buru membuang muka begitupun dengan Shila, mereka berdua sama-sama berada pada posisi yang canggung. “Apa kau belum siap untuk bertemu nenek mereka?” Tebak Kaisar pada intinya.
Shila menggeleng, “Bukan karna hal itu. Aku tergabung kedalam panitia dan harus menyiapkan materi presentasi dan melakukan persiapan untuk penyambutan perwakilan dari Universitas John Hopskin yang akan datang ke kampus kita besok lusa.”
Kini gantian Kaisar yang mengangguk, “Hampir saja aku lupa jika kau adalah direktur divisi IT. Aku mengerti, tidak masalah jika hanya aku yang menjemput mereka.”
“Terimakasih Pai, salam untuk nenek Kenny dan Icha. Dan sampaikan permohonan maafku karna belum bisa berkunjung kesana.” Kaisar mengangguki ucapan Shila dan bergegas untuk menjemput kedua buah hatinya.
__ADS_1
Dan disinilah sekarang Kaisar berada, duduk dihadapan ibu mertua yang senang dengan kedatangan Kaisar tanpa adanya Shila. “Kudengar Icha dan Kenny sudah memiliki Mama baru, apa dia tidak punya sopan santun sehingga dia tidak datang kemari untuk berkunjung dan mengenalkan dirinya padaku? “Sinis ibu Indri yang dalam hatinya ia bersorak karna Shila tidak datang kesana.
“Dia sedang sibuk bu. Kampus kami akan kedatangan tamu dari Universitas luar negri, dan dia menjadi salah satu komponen penting untuk keberlangsungan acara itu. Shila juga menitipkan permohonan maaf untuk ibu karna belum bisa berkunjung kemari.” Kaisar berusaha menjelaskan posisi Shila agar mantan mertuanya tidak berpikiran jelek mengenai istrinya tersebut.