ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Tolong turunkan aku


__ADS_3

“Kau tahu bukan jika aku seorang dokter? Dan aku mengambil spesialis dermatovenereologi. Jadi setelah lulus dan bekerja di salah satu klinik kecantikan yang cukup besar di Jakarta. Karna klinik tersebut membuka cabangnya di kota ini maka aku ditawari untuk kembali kesini sekaligus menjadi pimpinan di cabang baru tersebut.” Jelas Rayden yang sesekai mencuri pandang pada Shila.


Shila mengangguk-anggukan kepalanya tanda paham. Keduanya pun kembali meneruskan perjalananya menuju tempat parkir Jovan. Karna rupanya laki-laki itu memarkirkan mobilnya cukup jauh.


Setelah sampai tepat di sisi mobil Jovan, Shila memilih untuk duduk dibelakang. Sengaja membiarkan agar Rayden duduk didepan. Lebih tepatnya disamping Jovan. Dirasa barang bawaan Rayden yang tidak terlalu banyak tersebut sudah masuk seluruhnya di dalam bagasi mobil, kereta besi itupun mulai melaju membelah jalanan. Cukup jauh jarak yang ditempuh apalagi kini bandara Jogja sudah pindah ke daerah barat yang cukup jauh dari kota.


“Jo, bisakah kau mengantarku ke daerah Jamal terlebih dahulu? Aku mau mengambil kunci apartmen dan juga kunci mobilku yang ada pada Lily.” Pinta Rayden setelah mobil berjalan cukup jauh dan mulai memasuki wilayah Sleman.

__ADS_1


“Lily?” Ulang Jovan. Entah Lily yang sama atau bukan, namun setahu Jovan dan Shila ada seseorang bernama Lily yang dulu pernah menjadi mantan kekasih Rayden saat di SMA.


Pendengaran Shila sedikit terusik saat mendengar kata Lily. Entah bisa dibilang musuh atau bukan, tapi Lily mantan kekasih Rayden semasa SMA dulu sangat amat tidak menyukai Shila. Padahal Shila merasa tidak pernah membuat kesalahan apapun pada gadis tersebut. Tapi tetap saja gadis itu selalu bertindak menyebalkan dan menunjukkan ketidak sukaannya pada Shila.


“Iya Lilyanna mantan kekasihku dulu saat SMA. Kami kembali menjalin hubungan beberapa bulan belakangan ini.” Jelas Rayden sambil melirik Shila sekilas dari kaca spion tengah.


Gadis itu tidak bergeming dan justru menyibukkan diri dengan ponselnya. Entah Shila mendengar perkataannya barusan atau tidak. Tapi gadis itu seolah tidak mendengar dan tidak peduli dengan apa yang Rayden katakan.

__ADS_1


“Kau kembali pada Lily? Ckckck, dunia begitu sempit. Apa tidak ada gadis lainnya sehingga kau memilih untuk kembali dengan mantan kekasihmu?” ejek Jovan yang memang sangat anti untuk kembali dengan mantan kekasih.


Jovan akan terpuruk dan bersedih saat kekasihnya memutuskannya. Namun pantang baginya untuk kembali dengan seseorang yang sudah berstatus sebagai mantan.


“Kau tahu bukan jika aku susah untuk menyukai seseorang, Lily adalah cinta pertamaku sekaligus ciuman pertamaku. Sulit bagiku untuk melupakannya begitu saja. Akupun juga tidak tahu bagaimana mulanya kami kembali dekat dan akhirnya memutuskan untuk kembali mencoba menjalin kisah asmara.” Rayden menerawang angannya.


“Yang pertama memang susah dilupakan.” Timpal Shila tiba-tiba. “Segeralah menikah, jangan seperti Jovan yang selalu memusingkanku jika sedang jomblo.” Tambah Shila kemudian.

__ADS_1


“Aku masih belum memikirkan hingga kearah sana Cil. Masih jauh, hubungan kami baru dimulai beberapa bulan.” Sahut Rayden menengok Shila yang duduk dibelakangnya. Namun lagi-lagi gadis itu tidak menatapnya karna masih asyik memainkan ponselnya.


“Jo, tolong turunkan aku di MCD Jombor. Dara memintaku untuk menemuinya disana.” Pinta Shila tiba-tiba. Sebenarnya gadis tersebut sedang berbohong, ia tidak ingin bertemu dengan Lily. Itulah alasan yang sebenarnya.


__ADS_2