ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Salah Kaisar


__ADS_3

Wanita paruh baya itu segera berjalan keluar rumah menyusul Shila. Gadis itu masih berdiri mematung ditempatnya dengan air mata yang terus berderai tanpa mengeluarkan suara. Hatinya teramat sakit dibentak sedemikian kasarnya. Bukan hanya bentakan Kaisar yang melukai hatinya, tapi kata-kata yang diucapkan suaminya itu ibarat sembilu yang menusuk hatinya.


Mama Risa menyeka air mata yang jatuh membasahi pipi menantu kesayangannya. Dibawanya Shila kedalam dekapannya. Kedua wanita itu menangis dalam diam “Maafkan Mama Shil, Mama tidak tahu jika Kaisar akan semarah ini hanya karna kau menggunakan mobil milik Elvina.” Mama Risa berkata penuh penyesalan. Ia sendiri memang tidak tahu jika Kaisar melarang siapapun untuk menggunakan barang-barang milik Elvina. Karna setahu dirinya Kaisar tidak pernah memberikan larangan dan dia sendirilah yang tidak mau menggunakan karna tidak mau kembali mengenang mendiang Elvina.


Jadi dipikiran wanita tua tersebut tidak masalah jika Shila menggunakan mobil milik Elvina. Toh sekarang juga Shila sudah menjadi istri Kaisar. Apalagi Shila menggunakan mobil milik Elvina karna keadaan mendesak.

__ADS_1


“Bukan Mama yang salah, aku yang memang tidak tahu diri. Tidak seharusnya aku menyentuh dan menggunakan barang-barang milik Kak El.” Shila menyahut sambil membelai punggung mertuanya. Ia tidak ingin Mama mertuanya sedih karna perbuatan Kaisar.


“Ya ini memang bukan salah Mama dan bukan juga kesalahanmu, tapi ini adalah salah Kaisar.” Mama Risa menyeka air matanya lalu memandang Shila sendu. Hatinya sakit melihat menantu kesayangannya menitikkan air mata kesedihan karna ulah putranya sendiri. “Kau tidak bersalah sama sekali sayang, ini semua adalah salah Kaisar. Seharusnya simpan saja semua barang milik Elvina ditempat yang tidak bisa dijangkau jadi tidak akan ada yang bisa menggunakannya.” Sambung Mama Risa sedikit bercanda agar Shila sedikit terhibur. Dan berhasil gadis itupun tersenyum mendengar celotehan Mama mertuanya.


“Mama tidak akan memohon kepadamu untuk memaafkan Kaisar karna kesalahannya memang tidak mudah untuk kau maafkan. Lebih baik sekarang kau masuk kedalam, bersihkan dirimu dan beristirahatlah. Bicarakan masalah ini lain waktu, saat ini dia sedang dalam emosi dan Mama tidak ingin dia kembali menyakitimu.” Titah Mama Risa lalu menuntun menantunya untuk masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Selesai membersihkan dirinya, Shila duduk bersandar ditempat tidurnya. Kilasan kejadian beberapa saat yang lalu berputar di ingatannya. Ia tidak menyangka seorang Kaisar yang dikenalnya sangat baik, hangat dan suka bercanda ternyata semengerikan itu ketika marah.


Dirematnya baju bagian dada, hatinya terasa sakit kembali. Perkataan Kaisar terus terngiang-ngiang dikepalanya. Apa sebegitu berartinya Elvina di hidup Kaisar? Kenapa Kaisar setuju untuk menikah dengannya jika memang dirinya belum bisa melupakan mantan istrinya? Bukankah waktu itu Shila sudah bersikeras menolak untuk menikah dengan Kaisar namun pria itu sendiri yang bersedia.


“Huhhh…..” Shila menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mencoba untuk memejamkan mata. Ia yakin Kaisar tidak mungkin masuk kedalam kamar mereka. Apalagi setelah pertengkaran yang terjadi diantara mereka. Pria itu pasti mengurung diri dikamarnya dan Elvina.

__ADS_1


Dan malam ini seperti malam-malam sebelumnya, Shila dan Kaisar kembali tidur terpisah. Hanya saja malam ini menjadi malam yang tak terlupakan bagi Shila. Suaminya benar-benar telah menyakiti hatinya teramat dalam. Rasa sakit dan sesak yang Shila rasa membuat gadis itu tidur sambil meneteskan air matanya.


__ADS_2