ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Bertemu Icha


__ADS_3

“Rekan-rekan satu fakultas kita adalah orang-orang yang sangat baik dan menyenangkan Prof. Kau tidak perlu merisaukan hal itu, nanti akan aku bawakan camilan dan juga boba kesukaan mereka. Hal itu cukup untuk membuat mulut mereka sibuk mengunyah daripada menceramahi kita karna datang terlambat.” Ucap Shila dengan tertawa renyah. Karna itu benar adanya, teman-teman dosen satu fakultas dengannya tidak akan meributkan sesuatu jika si penyebab masalah alias si biang kerok sudah membawa sogokan makanan dan juga minuman hits. “Lebih baik kita antar putrimu kembali pulang kerumah agar ia bisa beristirahat Prof. Setelah itu baru kita akan menuju Resto Garden.” Lanjut Shila memberi saran.


“Kalau begitu biarkan aku yang membawa mobil setelah kita sampai di sekolah putriku, bagimana Shil? Selepas mengantarkan putriku kembali kerumah, kita mampir dulu untuk membeli makanan dan minuman untuk rekan-rekan kerja kita baru setelah itu kita menuju Resto Garden?” Beber Kaisar akan rencananya.


“Oke Prof.” sahut Shila sambil tersenyum pada Kaisar karna kebetulan saat ini mobil yang mereka tumpangi sedang berhenti di lampu merah. Sehingga Shila bisa menoleh dan tersenyum pada Kaisar saartmenjawab rencana yang Kaisar sarankan padanya.

__ADS_1


“Oh ya Shil, kenapa kau berangkat belakangan disaat yang lainnya termasuk Dara dan juga Albert sudah lebih dulu berangkat ke tempat rapat?”


“Tadi aku sempat dipanggil oleh wakil rektor bagian kemahasiswaan. Ada sedikit hal yang perlu untuk dibahas sehingga membuatku ditinggalkan oleh teman yang lainnya. Bagimana dengan prof Kai sendiri? Oh iya, aku lupa jika kau pasti mengurus mobilmu yang mengalami musibah tadi pagi.”


Dua puluh menit kemudian mobil Shila sudah berhenti di sebuah gerbang sekolah Al Abrar. Kaisar dan Shila sama-sama turun dari mobil. Kaisar memasuki sekolah tersebut untuk mencari putri sulungnya sementara Shila memilih untuk pindah tempat duduk sehingga nanti ia tidak perlu berpindah lagi saat Kaisar kembali dengan putrinya. Dan Shila memilih untuk duduk di kursi belakang, membiarkan agar putri dari atasannya tersebut bisa duduk disamping sang ayah.

__ADS_1


Tidak menunggu lama Kaisar dan putrinya sudah berjalan menuju tempat dimana mobil Shila diparkirkan. Dari kejauahan bisa Shila lihat betapa Kaisar sangat perhatian kepada putrinya. Mungkin dikarenakan kini ia menjadi seorang duda jadi harus bisa merangkap peran sebagai ayah sekaligus ibu.


Shila tidak bisa menahan rasa gemasnya saat melihat putri Kaisar yang kini memasuki mobil dan hendak duduk di baris belakang namun terkejut saat mendapati Shila berada disana. “Tante Shila kenapa disini? Silahkan duduk didepan bersama Papa, biar Icha yang duduk disini.” Ucap Keisha dengan sangat sopan. Gadis kecil itu mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil. Ia menunggu agar Shila keluar dari mobil untuk berpindah ke kursi depan sehingga Keisha bisa duduk di baris belakang.


Didalam hati Shila merasa kagum dengan kepintaran gadis kecil yang baru ia tahu jika putri sulung Kaisar bernama Icha. Cantik, imut, dan pintar. Shila sungguh tidak menyangka jika putri Kaisar akan sepintar dan secepat tanggap ini. Pasti tadi sewaktu Kaisar mencari Icha, dirinya sudah menjelaskan situasi yang terjadi kepada putrinya tersebut. Sehingga Icha sudah tahu jika kini dia diantarkan oleh mobil Shila.

__ADS_1


__ADS_2