ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Hei Shil, Kayshila Calluella


__ADS_3

“Menikahlah, maka kau akan memiliki anak sendiri yang menggemaskan. Bukankah kau sudah menjalin hubungan dengan kekasihmu cukup lama? Tidak baik menunda hal baik Shil, apalagi banyak yang mengejarmu dan kekasihmu juga seorang dokter. Banyak godaan untuk kalian berdua, lebih baik segeralah menikah.” Lanjut Kaisar menasehati.


Shila melongo mendengar ucapan Kaisar. Dia masih belum paham apa yang Kaisar katakan padanya? Memangnya sejak kapan dirinya yang berstatus sebagai jomblo tiba-tiba sudah memiliki kekasih seorang dokter. Dan apa tadi yang Kaisar bilang? Sudah menjalin hubungan cukup lama? Apa Profesor didepannya ini sedang berhalusinasi atau salah orang? Shila menerka-nerka dalam hatinya. “Kau tidak salah orang Prof? Memangnya sejak kapan aku memiliki kekasih seorang dokter?” Shila balik bertanya pada Kaisar karna dirinya memang tidak paham apa yang Profesor tersebut katakan.


Kaisar berdecak tidak percaya. Bagimana mungkin Shila tidak mengakui kekasihnya sendiri batinnya dalam hati. “Aku berada di restoran yang sama saat kau menolak seorang pria lalu tiba-tiba kekasihmu datang masih mengenakan jas dokternya. Dan beberapa waktu yang lalu putraku mengalami demam dan aku membawanya ke rumah sakit. Kebetulan kekasihmu itu yang menanganinya. Bahkan dia mengaku kepadaku jika sudah menjalin hubungan denganmu sejak lama, sedari SMA bukan?”


“Kenapa kau tidak katakan pada orang-orang jika kau sudah memiliki kekasih? Dengan begitu mereka akan berhenti mengejarmu Shil.” Oceh Kaisar tidak melihat Shila yang kini semakin terkejut mendengar penuturannya.

__ADS_1


Kilasan-kilasan peristiwa beberapa waktu yang lalu kembali memutar di otak Shila. Entah sudah berapa kali Jovan membantu menyelamatkannya dari para lelaki yang tidak terima ia tolak. Lalu pada saat yang mana Kaisar hadir? Dan apa tadi dia tidak salah dengar, Jovan mengaku sudah menjalin hubungan dengannya sejak SMA? ‘Astaga aku harus berkata apa sekarang, Jovan adalah sahabatku dan aku tidak mungkin menjadi kekasihnya’. Batin Shila menjerit dalam hatinya. Ia tidak habis pikir kenapa Jovan mengatakan hal tersebut.


Selama ini Jovan hanya akan membantu jika ia meminta bantuannya. Dan kenapa kini tanpa diminta justru Jovan mengaku pada Kaisar jika dia adalah kekasih Shila? Gadis itu menjadi pusing sendiri dan tidak menghiraukan Kaisar yang sedari tadi mencoba mengajaknya berbicara karna Shila tidak merespon ucapannya.


“Hei Shil, Kayshila Calluella. Kenapa kau melamun?” Kaisar menyapu wajah Shila menggunakan tangannya agar gadis tersebut kembali ke alam sadarnya dan benar saja. Shila langsung mengerjapkan matanya ketika dirinya sudah kembali ke alam sadar.


“Tidak usah terlalu kau pikirkan, sebagai orang yang lebih dewasa darimu aku hanya mencoba untuk menasehatimu. Namun terserah kau mau menerima nasehatku atau tidak.” Ujar Kaisar sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


Tampan. Gumam Shila dalam hatinya saat melihat senyuman dari Kaisar. Lelaki itu memang tampan didalam segala hal apalagi saat serius seperti ini. Karna biasanya Kaisar akan lebih sering membanyol daripada serius saat bekerja. Baginya pekerjaan sudah cukup memusingkan dan kita harus bisa lebih santai dalam menjalaninya.


“Baik Prof terimakasih nasehatnya, akan aku pikirkan.” Jawab Shila pada akhirnya lalu membalas senyuman Kaisar. Mereka berdua pun turun dari mobil bersamaan dan mulai masuk ke dalam Resto untuk mencari keberadaan rekan-rekan satu fakultasnya.


Tidak diduga-duga kedatangan mereka secara bersamaan justru membuat gosip baru di fakultas mereka. Bahkan banyak yang mendukung jika Shila bersama dengan Kaisar namun keduanya sama sekali tidak menanggapi godaan-godaan dari para rekan dosen sefakultasnya.


Mereka berdua justru fokus pada materi rapat dan juga upaya-upaya persiapan untuk rekareditasi. Yang sudah dapat dibayangkan oleh Shila jika hal itu akan membuat dirinya sibuk dan menyita waktunya lebih banyak lagi. Dan tentu saja untuk beberapa waktu pasti dirinya tidak akan sempat untuk mengurus disertasinya.

__ADS_1


__ADS_2