
“Ya begitulah, begitu sekali saja Mama melihat Prof Kai beserta kedua anaknya dia jadi terobsesi untuk menjadikan Prof Kai sebagai menantunya.” Shila mencibir Mama Alya namun wanita paruh baya itu seakan tidak peduli. Dan Mama Alya justru tersenyum menggoda Shila.
“Kau sudah mengenal Prof Kai bukan Jo? Dia sangat tampan, apa kau setuju dengan pendapat Mama?” Mama Alya mencoba menjadikan Jovan sebagai sekutunya.
“Iya sangat tampan, aku setuju dengan Mama. Namun penampilan konyolnya itu membuatku menurunkan penilaian kadar ketampanannya, yang tadinya 100 menjadi 95.” Setelah itu Jovan kembali terbahak karna mengingat penampilan Kaisar yang sangat konyol sewaktu mengantarkan Kenny untuk diperiksa padanya.
__ADS_1
“Ck kau ini. Wajar saja jika Prof Kai berpenampilan seperti itu, mungkin karna dia tergesa-gesa dan khawatir dengan Kenny. Makanya dia tidak memikirkan penampilannya dan langsung membawa anaknya ke rumah sakit tempatmu bekerja.” Mama Alya membela Kaisar.
“Iya Mama benar, mungkin karna saking paniknya dengan keadaan putranya menjadikan profesor itu tidak mengangganti pakaiannya.” Jovan sependapat
“Lalu maksudmu apa mengaku-ngaku padanya jika kau adalah kekasihku? Apa kau tau, tadi dia berkata pada Mama jika kau adalah kekasihku dan sudah berhubungan selama lebih dari sepuluh tahun. Mama sampai shock saat tahu aku sudah berpacaran begitu lama dengan seorang dokter tapi Mama tidak mengetahuinya. Untung saja dokter yang dimaksud adalah kau, jadi Mama tidak berfikiran yang aneh-aneh lagi padaku.” Omel Shila kepada sahabat baiknya tersebut.
__ADS_1
“Awas saja ya Jo jika kau menghancurkan impian Mama. Bagus jika Prof Kai mau mendekati Shila tapi kau justru mengarang bebas. Mama tidak mau tahu pokoknya kalian berdua harus menjelaskan pada Prof Kai jika kalian hanya bersahabat. Bukan berpacaran seperti yang kau katakan Jo. Kali ini kau harus berada di kubu Mama untuk membantu menjodohkan Shila dan Prof Kai.” Setelah puas memberikan omelan pada Jovan, Mama Alya pun melepas jewerannya.
“Ish, Mama saja sana yang dengan Prof Kai. Kenapa harus aku? Aku tidak berminat dengannya. Lagipula kenapa Mama seperti wanita diluaran sana yang mengejar Prof Kai karna tampang dan kemapanannya? Hal seperti itu tidak baik Ma.” Shila menegur Mama Alya agar mengurungkan niatnya untuk menjodohkannya dengan Kaisar.
“Itu berarti Mama masih normal jika tertarik pada Prof Kai karena ketampanan dan kemapanannya.” Ucap Mama Alya dengan nada bergurau. Sedetik kemudian dia membelai surai Shila. “Entah kenapa Mama merasa jika Icha dan Kenny sangat menyukaimu, dan Mama Kaisar juga amat menyukaimu. Tentu Mama akan sangat senang jika kau mendapatkan mertua yang bisa menyayangimu seperti anak sendiri. Mama tidak akan memaksamu untuk mendekati Kaisar. Mama hanya bisa berusaha dan berdoa karna jodoh sudah ada yang mengaturnya Shil.” Jelasnya lembut sambil terus membelai surai Shila.
__ADS_1
Entah kenapa Shila juga diam-diam setuju dengan ucapan Mamanya. Menikah dengan seorang laki-laki berarti sama saja dia menikah dengan seluruh keluarganya. Apalagi jika dia bisa diterima dengan baik dan diperlakukan seperti anak sendiri oleh mertuanya tentu itu adalah impian setiap menantu, termasuk Shila.