
Hari masih pagi dan karna hari ini merupakan hari libur yang bertepatan dengan jadwal tamu bulanan Shila maka hal itu membuat gadis tersebut bangun lebih siang dari biasanya. Namun mimpi indahnya harus terganggu saat Jovan dengan santainya masuk langsung ke kamarnya setelah mendapat ijin dari Mama Alya dan membangunkan Shila dengan cara yang extrime.
Shila sangat takut dengan hewan melata. Dia memiliki phobia terhadap ular, cacing dan hewan melata lainnya. Dan dengan usilnya Jovan membangunkan Shila dengan melempar mainan ular karet lalu berteriak ‘ulaaaaar' dengan kencang. Dan itu berhasil membuat Shila langsung terjaga dan melompat dari kasurnya.
Tawa Jovan meledak melihat ekspresi Shila yang begitu ketakutan dan berlari keluar bahkan sampai menabraknya. “Hahaha, bangun pemalas. Matahari sudah tinggi.” Ledek Jovan lalu buru-buru keluar kamar. Takut jika mendapat amukan dari Shila ketika nyawa gadis tersebut sudah berkumpul sepenuhnya.
Dan benar saja, dalam hitungan ketiga Shila berteriak memanggil nama Jovan dengan lantang. Jovan terbahak-bahak lalu duduk diruang tengah, menemani Mama Alya yang sedang menonton acara televisi. “Apalagi yang kau lakukan padanya hingga dia berteriak dengan keras Jo?” Tanya Mama Alya
Sudah bukan hal yang asing melihat Shila dan Jovan yang sering bertengkar namun juga cepat sekali kembali akur. Jika Andra masih ada bersama mereka sudah bisa dipastikan Shila akan habis dikerjai oleh kedua lelaki tersebut.
__ADS_1
“Aku hanya membangunkan Shila dengan melempar ular karet.” Jujur Jovan sambil tersenyum tanpa dosa.
Mama Alya hanya bisa menggeleng mendengar jawaban dari Jovan. “Hati-hati saat ini dia sedang kedatangan tamu bulanannya. Kau bisa habis dimarahinya nanti.” Mama Alya mencoba mengingatkan Jovan.
“Dia tidak akan bisa marah lama-lama kepadaku Ma. Aku tinggal menghitung satu hingga sepuluh tepat dihadapannya ketika dia marah maka tidak sampai hitungan itu selesai kemarahannya akan menghilang. Mama tahu dengan jelas jika Shila tidak bisa marah apabila kemarahannya justru dihitung oleh seseorang.” Sahut Jovan santai.
“Dasar kau ini. Tumben sekali kau sepagi ini sudah kemari. Padahal sudah lama kau tidak kesini sepagi ini jika weekend. Apa kau masih belum memiliki kekasih?”
“Belum tapi aku harap secepatnya gadis yang sedang ku incar bisa menjadi kekasihku Ma. Aku ingin mengajak Shila pergi keluar untuk menjemput Rayden.”
__ADS_1
Mama Alya mengalihkan padangannya dari layar televisi lalu menatap Jovan. Dia sedikit kaget mendengar perkataan Jovan barusan yang mengatakan akan menjemput Rayden.
“Rayden?” Mama Alya membeo. “Rayden kembali kesini?” lanjutnya lagi.
Jovan mengangguk sebagai jawaban “Ya Ma, aku sengaja mengajak Shila karna Rayden yang memintanya. Ia ingin memberikan kejutan untuk Shila setelah sekian tahun tidak bertemu. Dan aku rasa itu tidak ada salahnya.” Jelas Jovan sembari mengunyah camilan yang ada di toples.
“Ya bertemu teman lama memang tidak ada salahnya. Apalagi dulu kalian bersama-sama dalam waktu yang cukup lama. Jam berapa Rayden akan datang?” tanya mama Alya kembali.
“Jam sepuluh Ma. Kapan kak Andra akan pulang, aku merindukannya? Apa dia masih betah sendiri? Kenapa kedua anak Mama sama-sama betah menjomblo? Aku saja yang baru satu bulan menjomblo rasanya sudah sangat kesepian.” Adu Jovan yang membuat Mama Alya terkekeh.
__ADS_1