
“Belum terlalu, bagaimana kalau kita jalan-jalan mengelilingi mall ini dulu. Setelah itu jika kita sudah lapar barulah kita mencari makanan.” Rayden memberikan usulan.
“Baiklah tidak masalah, apa kau sudah memberi tahu Lily jika kita pergi bersama?” Shila bertanya tanpa menatap Rayden karna kini keduanya sedang menuruni tangga untuk keluar dari studio tersebut.
Rayden mengangguk meskipun Shila tidak melihatnya. “Sudah, dia juga sedang bersenang-senang dengan teman-temannya.” Jawab lelaki tersebut lalu menyamai langkah Shila.
“Kenapa kau tidak pulang saja jika libur? Apa kau tidak merindukan kedua orang tuamu?” Tanya Shila basa-basi. Rayden cukup lama tinggal di Jakarta dan kini sekembalinya di Jogja, kenapa pemuda tersebut justru memilih menghabiskan waktu liburnya bersama dirinya daripada harus pulang menemui orang tuanya di Magelang?
“Aku lebih merindukanmu daripada mereka” Sahut Rayden menggoda Shila.
“Astaga, kau sama saja seperti Jovan.” Shila menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendahului Rayden.
__ADS_1
“Mau kemana Shil?” Tanya Rayden yang kini sudah menyusul Shila. Dia tidak mau berjalan sendirian, setidaknya dengan berjalan berdua dengan Shila dirinya tidak terlihat seperti seorang jomblo.
“Entah, jalan saja siapa tahu nanti aku menemukan sesuatu yang bagus.” jawabnya Asal dan benar saja saat dia sudah berjalan beberapa blok, kini Shila benar-benar menemukan sesuatu yang bagus.
Shila melihat dengan jelas jika Kaisar sedang pergi berdua bersama seorang gadis yang masih sangat muda. Mungkin usianya masih dibawa Shila beberapa tahun. “Sepertinya aku pernah melihat gadis itu, tapi dimana ya?” Gumam Shila yang menghentikan langkahnya dan terus mengamati Kaisar dan Karla yang memasuki salah satu toko kecantikan.
“Apa yang kau lihat?” Rayden keheranan melihat Shila yang kini justru berdiri mematung
Shila ikut memasuki toko kecantikan tersebut dan berdiri cukup jauh dari Kaisar dan juga Karla. Ia tidak ingin jika Kaisar sampai memergokinya. Bisa dilihat jika Kaisar dan gadis itu cukup dekat. Bahkan sigadis tidak segan untuk terus merangkul lengan Kaisar.
‘Apa dia kekasih Prof Kai? Tapi kenapa lebih terlihat seperti sugar babynya.’ Batin Shila bertanya-tanya. Pasalnya memang keduanya terlihat seperti sepasang kekasih. Apalagi Kaisar sempat mengacak rambut Karla yang bagi Shila itu terlihat sangat manis.
__ADS_1
“Ray, apa kau lihat pria disana yang menggunakan kemeja berwarna putih kotak-kotak dengan seorang gadis yang menggunakan baju warna olive?” Tanya Shila sambil menunjuk tempat dimana Kaisar sedang berada.
Rayden mengikuti arah yang ditunjuk oleh Shila. Dan dia bisa melihat pria dewasa dan seorang gadis muda yang sepertinya adalah pasangan kekasih beda usia. “Ya aku melihatnya, kenapa? Apa kau mengenalnya?” Balas Rayden balik bertanya.
Shila mengangguk dengan cepat. “Dia atasanku dikampus. Ray, apa menurutmu mereka adalah sepasang kekasih?”
“Kelihatannya sih seperti itu, memangnya ada apa?” Tanya Rayden heran dengan sikap Shila yang tiba-tiba menjadi kepo dengan urusan orang lain. Padahal biasanya Shila akan acuh dan tidak pernah peduli dengan urusan orang lain.
“Apa menurutmu usia mereka terpaut jauh? Kenapa aku merasa jika gadis itu seperti sugar baby Prof Kai.” Shila melirihkan kalimatnya yang terakhir.
Rayden sampai membulatkan matanya saat mendengar kalimat terakhir Shila. “Dia seorang Profesor?” Tanya Rayden kini beralih menatap Kaisar. Terkejut dengan ucapan yang Shila katakan barusan.
__ADS_1