ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Salah paham


__ADS_3

“Aakkhhhh…” Teriak Kaisar lagi karna cicak tersebut justru jatuh tepat didepan kakinya. Sekuat tenaga Kaisar melompat keluar dari bathub. Niatnya adalah untuk segera keluar dari kamar mandi namun naas dirinya justru menabrak Shila dan membuat keduanya jatuh bersaman dengan posisi Kaisar menindih Shila.


Bahkan bibir Kaisar jatuh di ceruk leher Shila. “Aaaaaaaahh..” Suara e-ra-ngan Shila justru terdengar seperti de-sa-han.


“Maafkan aku Shil.” Sesal Kaisar yang mencoba bangkit dari atas tubuh Shila namun usahanya gagal karna tangannya yang basah dan lantai kamar mandi yang licin membuat pijakan telapak tangannya kembali terpeleset hingga dirinya kembali menimpa Shila.


“Aakkkkhhh… sakit Prof.” Rintih Shila karna ini kedua kalinya Shila tertimpa Kaisar. Proporsi tubuh Kaisar yang tinggi besar seperti perawakan bule sedangkan tubuh Shila sintal, berisi di setiap tempat yang seharusnya terisi. Tentu aja sebagai gadis ia merasa keberatan ditimpa tubuh Kaisar yang cukup besar tersebut.

__ADS_1


Kaisar yang hendak bangkit lagi harus menahan dirinya karna hidungnya sakit karna terjatuh menghantam lantai kamar mandi. “Sebentar Shil, hidungku sakit karna barusan menghantam lantai” Pinta Kaisar dengan suara menahan kesakitannya.


Belum sempat Shila menjawabnya, suara yang sangat familiar terdengar ditelinganya dengan aura penuh kemarahan. “Shila, apa-apaan kau?” bentak Andra yang tadi bergegas masuk saat mendengar teriakan Kaisar yang kedua kalinya. Pemuda itu buru-buru memasuki rumahnya dan mencari sumber suara. Namun inilah pemandangan tidak senonoh yang harus dilihatnya.


“Bangun, siapa kau? Beraninya kau melecehkan adikku.” Bentak Andra lagi lalu menarik tubuh Kaisar agar segera terbangun. Kakak Shila tersebut ingin segera melayangkan bogem mentahnya untuk Kaisar namun tangannya ditahan Mama Alya saat melihat siapa lelaki yang berada di atas tubuh Shila


Kaisar memegang hidungnya yang masih terasa sakit, kemudian ia membantu Shila untuk berdiri. “Kami tidak melakukan kesalahan ataupun perbuatan asusila seperti yang kalian pikirkan. Barusan hanyalah kecelakaan kecil.” Jelasnya menatap Mama Alya dan Andra bergantian.

__ADS_1


“Gunakan dulu bajumu, lalu kita bicara di ruang tengah.” Perintah Andra kemudian menarik tangan Shila untuk mengikutinya. Mama Alya pun mengekor dari belakang, ia masih sedikit shock melihat pemandangan barusan. Namun ia seperti menang undian. Sepertinya kali ini Kaisar akan benar-benar menjadi menantunya, batinnya kegirangan.


“Kami tidak melakukan apapun kak, dia hanya terjatuh saat akan keluar dari kamar mandi lalu menabrakku.” Ucap Shila yang kini sudah didudukkan dihadapan Andra dan juga Mama Alya.


“Untuk apa kau berada dikamar mandi yang sama dengan seorang pria dewasa? Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau bohongi Shil?” Andra memandang tajam kearah Shila. Kakaknya ini belum pernah semarah ini kepadanya. Namun yang ia katakan adalah sebuah kebenaran. Dirinya tidak berbuat hal senonoh dengan Kaisar.


“Maaf sebelumnya.” Sela Kaisar yang sudah menggunakan bajunya dan duduk menyusul Shila. Dia harus menjelaskan semuanya agar tidak terjadi kesalah pahaman lebih lanjut lagi.

__ADS_1


“Shila berada disana karna membantuku mengusir cicak, aku phobia terhadap reptil satu itu. Namun cicak tadi justru melompat ke arahku lalu aku berlari hendak keluar dari kamar mandi tetapi karna terburu-buru aku menabrak Shila sehingga kami berdua terjatuh. Aku sudah berusaha bangkit namun karna tanganku basah, akhirnya pijakan tangannku tergelincir hingga aku menjatuhi tubuh Shila lagi lalu hidungku justru terhantam lantai dan itu sangat sakit lalu aku meminta Shila untuk bersabar sebentar sebelum aku bangkit.” Jelas Kaisar dengan tenang, dia menunjuk hidungnya yang memang terlihat memerah.


__ADS_2