
“Ray hanya sahabatku, bagaimana kalau untukmu saja Dar?” Shila menawari Dara yang tentu saja gadis itu langsung menolaknya. Dara sama seperti Shila, dia masih enggan untuk menjalin hubungan dengan lelaki.
Gadis itu masih ingin menikmati kebebasannya karna jika orang tuanya mengendus dan mengetahui jika dirinya tengah dekat dengan seorang lelaki, sudah dapat dipastikan setiap hari orang tua Dara akan meneror Dara dan menyuruh anak gadisnya itu untuk segera menikah,
“No, tidak mau. Aku tidak pernah tertarik dengan seseorang yang berprofesi sebagai dokter. Mereka pasti akan mengatur pola makanku yang masih acak-acakan begini. Aku masih belum sanggup jika harus berpisah dengan gorengan dan nasi padang.” Tolak Dara mentah-mentah. Dan itu berhasil membuat Shila tertawa.
Dara memang sangat antipati dengan lelaki yang berprofesi sebagai nakes. Baginya lelaki tersebut pasti akan mengatur pola makannya. Rayden dan Jovan memang seperti itu, merema sangat menjaga makanan yang mereka konsumi. Tapi bukan berarti mereka berdua bersih. Rayden dan Jovan masih suka mengkonsumi junk food dan makanan tidak sehat seperti seafood. Contohnya saja tadi, Rayden dan Shila baru saja memakan seafood.
*
*
“Shil, Shilaaaaa!!!” Teriak Jovan sambil berjalan masuk kedalam rumah dan berteriak memanggil Shila. Barusan dirinya dikejutkan dengan kedatangan dua anak manusia berjenis kelamin lelaki dan perempuan. Dan dibelakangnya ada seorang wanita yang Jovan yakini adalah nenek dari keduanya.
__ADS_1
“Ada apa Jo?” Sahut Shila santai yang kini sedang berjalan menuju halaman depan. Keduanya berpapasan di ruang keluarga. Untung saja cake yang sedang dibuatnya sudah selesai dan kini dirinya tinggal menyiapkan strawberry bingsu saat Jovan sudah selesai mencuci mobil.
“Ada tamu yang mencarimu, sejak kapan kau berteman dengan nenek-nenek dan juga anak kecil?” Tanya Jovan tak paham lalu menarik Shila untuk keluar rumah menuju halaman depan.
Mata Shila berbinar bahagia saat melihat kedatangan Mama Risa, Icha dan juga Kenny yang sudah berada dihalaan rumahnya. Pantas saja Jovan berteriak memanggilnya.
“Tante Shilaaaa…” Teriak keduanya lalu berlarian memeluk Shila. Gadis itu tentu saja turut membalas pelukan keduanya.
“’Tidak merindukan Tante?” Tanya Mama Risa yang kini sudah berdiri disamping Shila. Setelah melepas pelukan dari Icha dan Kenny kini saatnya Shila memeluk Mama Risa sambil mencium pipi kiri dan kanan wanita yang lebih tua dari Mamanya tersebut.
“Tentu saja aku rindu sekali tante, bagaimana kabarnya sehat? Apa Prof Kai yang mengantar kalian kesini?” Tanya Shila sambil melihat keluar rumahnya yang tertutup gerbang rapat. Tapi sepertinya tidak ada mobil didepan.
“’Kami diantar Ate Karla.” Sahut Kenny.
__ADS_1
“Karla?” Gumam Shila sedikit terkejut.
Jovan yang merasa diabaikan langsung mendekati Shila dan menarik gadis tersebut agar berdiri didekatnya. “Mereka siapa Shil?” Bisik Jovan namun masih bisa didengar oleh Icha.
“Namaku Icha, ini adikku Kenny dan ini Omaku, oma Risa.” Jelas Icha memperkenalkan dirinya dengan lancar tanpa canggung dan malu sedikitpun. Jovan sedikit tertegun mendengar penuturan dari Icha, sebagai dokter anak tentu saja dia dia kagum dengan kepintaran Icha.
“Bukankah kau dokter yang waktu itu memeriksa Kenny?” Tanya Mama Risa saat kini bisa melihat Jovan dengan jelas. Jovan tentu saja tidak mengingatnya, banyak pasien yang sudah ia periksa dan tidak mungkin jika dia harus mengingatnya satu persatu.
Hallo read-dears semuanya. Insyaallah mulai hari ini aku bakalan update minimal 1part per harinya 🥰 terimakasih yang udah sabar nungguin, much love foy you all 💕💕💕
Cerita kali ini berbeda dengan ceritaku sebelumnya ya, konfliknya medium tapi ceritanya agak panjang karna memang sedari awal aku bikin cerit ini sudah aku plot sedemikian rupa. Mungkin bisa 200part lebih.
Stay safe and stay healthy semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1