ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Ingin tahu urusanmu


__ADS_3

“Tapi dia—“


Perkataan Kaisar langsung dipotong oleh Shila, gadis itu mengangkat sebelah tangannya agar Kaisar berhenti berbicara. Karena dia sendiri yang akan menjelaskan semuanya agar tidak ada kesalah pahaman lagi.


“Jovan sengaja mengatakan bahwa dia adalah kekasihku karna mengira jika kau adalah salah satu pria yang mengejarku prof. Dia tidak mau jika aku kembali merepotkannya dengan memintanya untuk datang ke café seperti saat dulu dimana kau melihatnya saat aku menolak seorang pria dan Jovan datang membantuku. Oleh sebab itu dia langsung mengiyakan ketika kau bertanya kepadanya apakah dia kekasihku atau bukan.” Jelas Shila yang membuat Kaisar terperangah.


Profesor muda itu tidak menduga jika selama ini dia sudah salah sangka. Dara tersenyum miring menatap Kaisar karna memang disini Kaisar yang salah mengira. Dara sudah tahu jika Jovan adalah sahabat Shila sejak lama.


“Kubilang juga apa Prof, mereka hanya bersahabat.” Ejek Dara kepada Kaisar.


“Lalu kenapa dia merengek kepadamu saat di Pinus café? Aku mengira setelah kau mendengarkan nasehatku lalu kau langsung memutuskannya. Karna disana aku melihatnya merengek seperti anak kecil yang permintaannya tidak dituruti oleh kedua orang tuanya.” Kaisar masih belum bisa menerima penjelasan Shila begitu saja. Entah kenapa rasa keponya kepada Shila begitu besar, padahal biasanya dia tidak begini.


“Jovan memang biasa merengek pada Shila Prof Kai.” Kini Dara yang menjawabnya dan Shila pun mengangguk setuju.

__ADS_1


“Dia sudah biasa seperti itu jika kepadaku. Baginya aku adalah adik perempuannya karna Jovan hanya memiliki saudara laki-laki. Kemarin dia merengek kepadaku karna wanita yang diincarnya ternyata sudah menjadi kekasih lelaki lain. Dia kurang gerak cepat.” Shila terkekeh kembali mengingat cerita Jovan kala itu.


“Hah??” Kaisar sedikit tertegun mendengar cerita Shila. Hanya karna hal yang menurutnya sangat sepele Jovan bisa bertingkah semanja itu kepada Shila. “Tapi bukankah kekasihnya banyak? Aku sempat melihatnya pergi dengan beberapa perempuan yang berbeda.” Tanya Kaisar lagi yang kini penasaran dengan sosok Jovan.


“Dia itu playboy Prof. Banyak perempuan yang dia kencani tapi entah mana yang akan dia nikahi.” Lagi-lagi Dara yang bersuara. Beruntungnya Shila tidak perlu menjelaskannya karna Dara juga sudah mengenal Jovan.


“Mungkin kau yang akan dia nikahi Dar.” Ujar Shila menggoda Dara.


“Astaga jadi selama ini aku sudah salah paham?” Kaisar menangkup pipinya menggunakan kedua tangannya yang entah kenapa sangat imut dimata Shila.


“Kau terlalu kepo Prof.” Ledek Shila yang membuat Dara terkekeh mendengarnya. “Aku belum memiliki kekasih bahkan aku sampai lupa sudah berapa lama menjadi jomblo. Mungkin nanti setelah aku menyelesaikan kuliah doktoralku ini baru aku akan mencari pendamping hidup.” Jelas Shila yang entah kenapa justru menceritakan hal tersebut kepada Kaisar.


“Hehehe,entah kenapa aku ingin tahu mengenai urusanmu. Mungkin karna kau primadona kampus yang banyak menolak lelaki tampan dan mapan yang menyatakan cintanya kepadamu Shil. Maka dari itu aku penarasan.” Jawab Kaisar sambil tertawa kecil.

__ADS_1


“Mereka hanya bermain-main Prof, aku tidak ada waktu untuk meladeni hal seperti itu.” Sahut Shila lagi.


“Coba saja kau yang menyatakan cinta kepada Shila, aku yakin kau akan diterima Prof. karna kriteria lelaki idaman Shila benar-benar ada padamu.” Ceplos Dara yang membuat Shila terkejut dan buru-buru memukul Dara.


“Jangan dengarkan Dara Prof, dia asal bicara. Namanya saja burung, suka mengoceh tidak jelas.” Shila berusaha menenangkan situasi, tidak ingin jika Kaisar kembali salah paham dengannya.


Gadis itu buru-buru membekap mulut Dara agar teman perempuannya itu tidak kembali mengoceh hal-hal yang tidak jelas. Ditariknya Dara agar segera bangkit dan kembali menuju ruangannya. “Kami pamit Prof, lain kali kita merumpi lagi.” Ujar Shila dengan senyum kakunya dan membawa Dara keluar dari ruangan Kaisar masih dengan tangan yang membekap mulut Dara.


Bahkan dia tidak mempedulikan Kaisar yang menatapnya keheranan karna membekap mulut Dara dan menarik paksa gadis itu untuk ikut keluar bersamanya.


“SAKIT SHILA!” pekik Dara lalu menghempaskan tangan Shila setelah mereka berdua sudah berhasil keluar dari ruangan Kaisar.


“Biar, rasakan. Kau itu benar-benar kalau bicara tidak bisa direm, asal ceplos saja. Aku tidak mau jika Prof Kai sampai salah paham lagi.” Ucap Shila lalu meninggalkan Dara dibelakangnya. Gadis itu hanya tertawa-tawa seolah apa yang dia katakan tadi bukanlah suatu masalah.

__ADS_1


__ADS_2