ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Mengambil rapor Icha


__ADS_3

Shila mengernyitkan dahinya karna Kaisar menelponnya menjelang jam makan siang. Gadis tersebut langsung menggeser icon berwarna hijau agar panggilan segera tersambung. “Halo..” sapanya saat panggilan sudah terhubung


“Mil, apa kau sedang sibuk?” Tanya Kaisar dari sebrang.


“Tidak, aku baru selesai mengajar. Ada apa?”


“Aku lupa jika hari ini adalah jadwal pembagian rapot Icha. Bisakah kau mengambilkan rapotnya lalu mengantarkannya kembali kerumah? Aku tidak bisa melakukannya karena harus mengambil mobilku yang sudah selesai diperbaiki.” Pinta Kaisar dengan penuh harap agar istrinya bisa membantunya. Karna saat ini Mama Risa sedang bersama dengan Kenny. Anak bungsunya tersebut sudah mulai bersekolah.


“Sure, aku bisa. Kalau begitu aku akan segera berangkat.”

__ADS_1


“Hati-hati menyetirnya Mil. Kalau terjadi sesuatu segera kabari aku.” Titah Kaisar yang diangguki Shila namun tentu saja suaminya tidak bisa melihatnya.


“Iya Pai, kau juga hati-hati. Aku tutup teleponnya.


Klik


Setelah memutus sambungan teleponnya, Shila segera bersiap untuk menuju sekolah Icha untuk mengambil rapot. Dirinya tersenyum sendiri mengingat awal mula Kaisar menumpang mobilnya untuk menjemput Icha. Tak disangka sama sekali justru kini kedua orang tersebut menjadi keluarganya.


Apalagi ini pernikahan yang bukan dia dan Kaisar inginkan. Bisa dia rasakan jika Kaisar sangat mencintai mendiang mantan istrinya. Terbukti dari Kaisar yang tidak mengijinkan Shila untuk memasuki kamar utama milik mereka berdua. Tapi itu bukanlah masalah untuk Shila. Sama seperti dirinya, Kaisar juga pastu membutuhkan waktu untuk menerima keadaan yang baru ini.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama dan untung saja dulu Kaisar sempat mengajaknya untuk menjemput Icha, dengan begitu dia sudah tahu dimana sekolah anak sambungnya tersebut berada. Segera setelah memarkirkan mobilnya dirinya langsung mencari ruang kelas Icha.


Gadis kecil tersebut rupanya sudah menunggu Shila didepan pintu kelasnya. Shila tidak sadar jika sejak mobilnya memasuki sekolah tersebut dirinya sudah diawasi sepasang mata yang tidak melepas pandangan sedikitpun darinya.


“Mamaaaa….” Icha berlari menghambur meluk Shila. Tingginya yang baru sebatas pinggang Shila membuat gadis itu memeluk pinggang Mama barusnya tersebut dengan erat.


“Akhirnya Icha bisa merasakan yang mengambil rapot Icha adalah Mama, bukan Oma Risa ataupun Ate Karla lagi.” ucapnya bahagia namun Icha tidak menyadari jika perkataannya barusan membuat jantung Shila berdegup kencang.


‘Sebenarnya siapa Karla? Kenapa sepertinya mereka sangat dekat, ada hubungan apa antara Karla dan juga Papai?’ Batin Shila bertanya-tanya. Namun pikiran itu segera ia enyahkan, baru saja beberapa hari menjadi istri Kaisar tidak seharusnya dia terlalu ingin tahu mengenai kehidupan suaminya.

__ADS_1


“Ayo masuk sayang, kita ambil rapotmu dulu setelah itu Mama akan mengantarkanmu pulang. Mama harus segera kembali ke kampus selepas mengantarmu karna Mama masih harus mengajar.” Shila menuntun tangan Icha untuk memasuki ruang kelasnya.


Dan ternyata dikelasnya hanya Icha seorang yang belum mengambil rapotnya. Hati Shila sedikit tersentak, iba melihat Icha yang tidak bisa seperti teman lainnya. Kaisar sangat repot dan sibuk. Ada sisi positif dari pernikahan mereka, setidaknya untuk urusan anak-anak Kaisar. Gadis bernama Shila ini bisa mengambil alih mulai saat ini.


__ADS_2