
“Kenalkan, dia Jovan Tan. Jo, kenalkan ini Tante Risa yang merupakan Mama Prof Kai. Dan kedua anak tadi adalah putra dan putri Prof Kai” Shila menyenggol lengan Jovan agar mengulurkan tangannya lebih dulu kepada Mama Risa.
“Kau kekasih Shila yang diceritakan Kaisar waktu itu ya?” Tanya Mama Risa memastikan. Jujur saja sebenarnya dia merasa jika Kaisar anaknya lebih cocok dengan Shila daripada Jovan. Namun lihatlah, mereka sudah menjalin hubungan cukup lama.
Saat ini dirinya sendiri juga melihat bagaimana Jovan yang setia mencuci dan membersihkan mobil milik Shila. Pemuda itu bahkan terlihat sudah terbiasa untuk keluar masuk rumah Shila.
Shila menghela nafasnya, kini sepertinya dia harus mengulang memberi penjelasan keapda Mama Risa agar tidak salah paham seperti Kaisar. “Bukan Tan, dia sahabatku sejak SMA dulu. Aku juga sudah menjelaskan kepada Prof Kai bahwa dia salah paham. Jovan memang mengatakan kepada Prof Kai jika dia adalah kekasihku saat Prof Kai bertanya kepadanya. Itu karena Jovan mengira jika Prof Kai menyukaiku, dan karena tidak mau direpotkan kembali olehku nantinya maka dari itu Jovan dengan spontan mengatakan jika dia adalah kekasihku.” Jelas Shila yang kini membuat Mama Risa semakin bingung.
“Kenapa jika Kai menyukaimu lalu Jovan mengaku kalau dia adalah kekasihmu? Jovan tidak ingin Kai mengejarmu begitu?” Tanya Mama Risa menuntut penjelasan.
__ADS_1
Dan Shila pun menceritakan semuanya sedari awal. Jovan juga ikut menjelaskan, bahwa sahabat perempuannya ini memang banyak disukai para lelaki namun Shila menolaknya karena dirinya sedang ingin fokus terhadap kuliah doktoralnya. Sehingga tidak memikirkan untuk menjalin hubungan dengan pria manapun, lagipula dia mencari sosok suami bukan hanya sekedar kekasih untuk mengisi waktu luang.
Mama Risa seperti mendapat kejutan besar. Dirinya bahagia, benar-benar bahagia. ‘Ya Tuhan aku beruntung sekali, alhamdulillah gadis yang aku impikan untuk menjadi menantu sekaligus ibu bagi kedua cucuku ternyata belum terikat dengan siapapun. Itu artinya aku memiliki kesempatan untuk menjodohkan Shila dengan Kaisar.’ Batin Mama Risa didalam hatinya.
Apalagi tadi dia mendengar dari Jovan bahwa kriteria lelaki idaman Shila adalah yang bisa membantunya menyelesaikan disertasi, sudah pasti anaknya itu bisa membantunya.
Kaisar sejak kecil sudah terlihat menonjol, dan diusianya yang belum menginjak kepala empat dirinya sudah mendapatkan gelar guru besar. Mama Risa yakin jika Kaisar pasti bisa membantu Shila dalam menyelesaikan disertasinya.
Tanpa disuruh dua kali, kini Mama Risa, Icha dan Juga Kenny sudah duduk diruang keluarga milik Shila. Icha dan Kenny tampak lahap menyantap strawberry bingsu dan juga california cake yang dibuatnya.
__ADS_1
“Ini enak sekali Tante Shila.” Puji Icha yang sudah habis memakan california ckae sebanyak dua biji.
“Enak Ate…” Kenny yang kini ikutan memuji.
“Benarkah? Kalau begitu makan yang banyak ya, lain kali Tante Shila akn membuatkan kue yang lainnya.” Shila ikut tersenyum dan menyendokkkan strawberry bingsu kedalam mulutnya.
Namun belum sampai kedalam mulutnya Jovan sudah duduk disampingnya dengan lemas. “Dimana milikku?” Tanyanya yang kini akhirnya membuat Shila bangkit dan membuatkan strawberry bingsu untuk Jovan.
“Ini milikmu, kalau masih kurang nanti aku buatkan lagi.” Ujar Shila yang sudah menyodorkan semangkuk besar strawberry bingsu untuk Jovan.
__ADS_1
Lelaki itu menatapnya dengan tatapan berbinar-binar dan tak perlu menunggu lama Jovan sudah melahapnya. Apapun makanan yang dibuat Shila memang selalu cocok dilidahnya. “Yummy..” Gumamnya yang diikuti oleh Icha dan Kenny. Setuju dengan pendapat Jovan.