
“Sedang apa kau disini? Menumpang sarapan?” Cibir Shila yang sudah keheranan karna Senin pagi ini Jovan sudah duduk dimeja makan bersama Mama Alya.
“Oh ini dia yang habis pergi berkencan dengan cinta lamanya, bagaimana Shil? Apakah kalian sudah balikan? Goda Jovan membalas cibiran Shila.
“Kau ini seharusnya sarapan kemenyan bukan sarapan dengan sereal seperti ini. Omonganmu jadi melantur tidak karuan karna salah sarapan.” Shila membalas tak kalah sengitnya. “Mau apa kau kemari?” Tanyanya lagi karna tidak mendapat jawaban dari Jovan.
“Menjemputmu.” Jawab Jovan singkat karna kini mulutnya penuh berisi sereal yang sedang dia kunyah.
“Untuk apa menjemputku? Memangnya aku anak TK? Lagipula biasanya juga aku berangkat sendiri.” Tanya Shila keheranan.
__ADS_1
“Mobil Mama sudah laku Shil, hari ini rencana untuk transaksinya. Mama meminjam mobilmu untuk hari ini dan mungkin untuk beberapa hari kedepan sebelum membeli mobil yang baru. Kau berangkat dan bekerja dijemput Jovan untuk sementara waktu.” Jelas Mama Alya yang diangguki Jovan. Membenarkan perkataan Mama Alya.
Mama Alya memang sudah berencana menjual mobilnya beberapa waktu yang lalu. Bukan karena rusak atau hal buruk lainnya. Hanya saja beliau ingin membeli mobil matic. Usia yang sudah tidak lagi muda membuatnya lelah jika harus menggunakan mobil manual apalagi jika jalanannya macet. Berbeda dengan matic yang hanya menggunakan dua pedal sehingga tidak membuat capek saat berada di jalanan yang macet.
Dan alasan Mama Alya menyuruh Shila berangkat bersama Jovan karna Kampus Shila searah dengan rumah sakit tempat Shila bekerja meskipun jaraknya agak jauh. Tetapi berlawanan arah dengan tempat Mama Alya bekerja. Oleh sebab itu ia meminta Jovan untuk berangkat dan pulang bersama dengan Shila.
“Oh begitu rupanya, baik Ma tidak masalah. Tolong katakan pada anak pungut Mama ini jangan sampai telat menjemputku dikampus, aku tidak mau menjadi kambing congek penunggu kampus karna dia terlambat menjemput.” Shila menunjuk Jovan menggunakan pisau yang sedang ia gunakan untuk mengoles selai ke roti tawarnya.
“Baiklah.” Sahut Shila singkat yang mulai memakan sarapannya tanpa membalas ejekan Jovan. Dia harus mengisi energi terlebih dahulu sebelum meladeni Jovan.
__ADS_1
Selesai sarapan pun keduanya berangkat bersamaan, dan hari ini Jovan yang mengantar jemput Shila karna jadwalnya kebetulan sama dengan Shila. Dia tidak memiliki shift malam untuk hari senin karna dia memang mengatur sedemikian rupa.
Sesampainya dikampus Shila, gadis itu turun begitu saja tanpa menyadari jika ipadnya tertinggal di mobil Jovan. Lelaki itu sudah berteriak-teriak memanggil Shila tapi sepertinya gadis itu tidak mendengarnya.
Jovan lantas memarkirkan mobilnya lalu berlari menyusul Shila kedalam. Ia tidak mau nanti direpotkan kembali dengan mengantarkan ipad Shila. Karna dia tahu, Shila tidak mungkin mau jika barang-barang pentingnya dikirimkan menggunakan ojek onlen.
“Shilaa!!!!” Teriak Jovan yang kini sedikit terengah karena berlarian kecil menyusul Shila sebelum sahabatnya itu masuk menuju ruangannya.
Merasa dipanggil namanya Shila pun menoleh, begitu juga dengan Kaisar dan Dara yang datang dari arah berlawanan dengan Shila. Keduanya tertegun melihat Jovan menghampiri Shila, khususnya Kaisar.
__ADS_1
‘Bukankah seharusnya mereka sudah berpisah, lalu kenapa mereka sekarang terlihat sudah berbaikan kembali?’ Kaisar membatin didalam hatinya.