
Semua yang Shila lakukan tidak luput dari pengamatan Kaisar. “Ate Cila..” Ucap Kenny sambil tertawa.
Shila ikut tertawa mendengar panggilan Kenny untuknya. “Iya tampan, kenapa kau bisa setampan ini?” Jawab Shila sambil meremas pipi Kenny dengan gemas.
“Tante Shila menyukai Kenny?” tanya Icha yang melihat bagaimana gemasnya Shila pada adiknya tersebut.
“Tentu saja, apa kau keberatan jika Tante menyukai adikmu?” Shila balik bertanya pada Icha dengan kerlingan mata genitnya.
“Aku tidak keberatan jika Tante menyukai Kenny. Namun adikku masih terlalu kecil, sebaiknya Tante Shila menyukai Papa saja. Dia lebih tua tapi tetap sama tampannya dengan Kenny.” Ucap Keisha dengan polosnya.
__ADS_1
Shila melongo mendengar perkataan Keisha. Lain halnya dengan Kaisar yang hanya menahan tawa mendengar ucapan putri sulungnya tersebut. Keisha menyalah artikan makna ‘suka’ Shila kepada Kenny. Maklum saja gadis kecil itu masih terlalu kecil dan belum paham.
“Tak perlu kau pikirkan ucapan Icha, dia memang belum terlalu paham apa yang dia bicarakan.” Ujar Kaisar saat melihat Shila masih terdiam. Gadis itu menoleh ke arahnya lalu tersenyum kaku.
“Aku paham Papa.” Icha menatap Kaisar sinis. Gadis kecil itu tidak terima jika Papanya mengatakan bahwa ia tidak paham apa yang tengah dikatakannya tadi.
“Hahahaha..” Shila justru terbahak melihat ekspresi Icha yang lebih menggemaskan. “Tidak ah, lebih baik tante menunggu Kenny hingga dewasa. Papamu terlalu tua untukku.” Ceplos Shila tanpa sadar yang kini justru membuat Kaisar mendelikkan mata kepadanya.
Kaisar hanya bisa diam dan membiarkan Shila dengan tawanya. Selesai menikmati makanan yang mereka pesan baik Shila maupun Kaisar berencana untuk kembali ke rumah masing-masing. Sebenarnya Kaisar hendak pulang lebih dulu namun karna Mama Alya belum sampai untuk menjemput Shila, maka Keisha merengek pada sang ayah untuk menemai hingga Shila mendapat jemputannya.
__ADS_1
Kini Shila justru terlihat sibuk mengasuh Keisha dan Kenny di ruang bermain anak. Bisa Kaisar lihat jika kedua anaknya nyaman bersama dengan Shila. Padahal selama ini baik Kenny maupun Keisha sangat sulit didekati. Tiba-tiba Kaisar mengingat Karla, satu-satunya perempuan yang bisa diterima oleh kedua anaknya setelah Ibu kandung mereka sendiri dan kedua nenek mereka.
Pandangan Kaisar tidak pernah lepas dari Shila, gadis itu terlihat sangat menikmati waktu bermain bersama dengan Keisha dan Kenny. Tidak ada raut terpaksa sedikitpun di wajah Shila, gadis itu tidak berbohong jika dirinya menyukai anak-anak. Apalagi kedua anaknya selalu saja menarik Shila untuk mengikuti mereka namun dengan sabarnya Shila tetap menurutinya bahkan tidak pernah menolak ajakan kedua putra putrinya yang Kaisar yakini bahwa sebenarnya Shila cukup kelelahan dan kewalahan. Namun tetap saja gadis itu tersenyum dengan ceria.
Ponsel Shila berdering, ada panggilan masuk dari Mama Alya yang mengatakan jika beliau sudah sampai di parkiran. Dan dengan sedikit kesusahan akhirnya Shila dan Kaisar berhasil menarik Keisha dan juga Kenny untuk keluar dari arena bermain dan kembali pulang.
Hati Shila lagi-lagi meringis saat melihat bagaimana Kaisar memakaikan helm untuk kedua anaknya. Ia ingat jika mobil Kaisar sedang mengalami kerusakan tapi dia tidak menyangka jika akan membawa kedua anaknya yang masih kecil menggunakan sepeda motor.
Cuaca panas terik di siang ini tentu saja membuat Shila tidak tega membiarkan Keisha dan Kenny untuk naik motor bersama Kaisar. Gadis itu akhirnya berjalan sedikit berlari menyusul Kaisar yang kini sedang menata posisi duduk untuk kedua anaknya.
__ADS_1
“Prof Kai, biarkan aku yang mengantar Keisha dan Kenny pulang kerumah menggunakan mobil. Panas terik begini kasihan mereka.” Ucap Shila sambil memandang Keisha dan Kenny secara bergantian. Keduanya sangat lucu menggunakan helm yang pas dengan tubuh mereka.