ANALOGI RASA

ANALOGI RASA
Dia sahabatku


__ADS_3

“Ini untukmu.” Kaisar berucap sambil menyerahkan bucket bunga tersebut untuk Shila. Mau tidak mau Shila menerima buket besar yang cukup berat tersebut karena Kaisar sudah menyerahkan buket tersebut kepadanya.


Shila tertegun untuk beberapa saat. Ini adalah pertama kalinya dia mendapat buket bunga kesukaanya. Setahunya hanya empat orang yang mengetahui bunga favoritnya, Mama Alya, Kak Andra, Jovan dan Rayden.


Siapa kira-kira pengirim buket bunga kesukaannya ini? Shila buru-buru mencari kartu ucapan yang ada dibagian tengah buket bunga tersebut. Senyum tipis Shila terukir dibibirnya saat melihat inisial pengirimnya.


Kaisar menyadari jika Shila tersenyum tipis, namun Dara tidak menyadarinya karna dia sibuk memperhatikan bunga-bunga mawar yang baru kali ini dia melihat mawar dengan warna seperti itu.


“Dari siapa?” Tanya Dara kepada Shila. Dia sudah tidak bisa membendung rasa penasarannya lagi.


“Rayden.” Sahut Shila singkat . “Terimakasih Prof sudah membantu membawakannya keatas.” Lanjut Shila mengucapkan terimakasih kepada Kaisar. Pria dewasa itupun mengangguk.


“Kekasihmu?” Tanya Kaisar saat mendengar jawaban Shila untuk Dara.

__ADS_1


“Bukan, dia sahabatku sama seperti Jovan.” Sahut Shila lagi


“Sahabat apa yang mengirimkan buket sebesar ini? Aneh juga, kenapa Rayden mengirimimu bunga mawar warna hijau begini? Biasanya kau selalu mendapat buket bunga mawar berwarna merah, pink atau putih. Baru kali ini aku melihat kau mendapat buket sebesar ini dengan warna yang berbeda.” Seloroh Dara cerewet.


“Para penggemarku tidak tahu apa jenis bunga kesukaanku sedangkan Rayden tahu karna dia adalah sahabatku. Maka dari itu dia mengirimiku buket bunga ini karna mawar hijau adalah salah satu bunga favoritku.” Dengan sabar Shila menjawab pertanyaan Dara untuk menuntaskan rasa kepo teman perempuannya ini.


“Tapi benar kata Dara, aku juga baru kali ini melihat mawar dengan warna hijau. Aku pikir itu adalah bunga mawar putih yang diwarnai tapi ternyata bukan, itu memang asli berwarna putih kehijauan.” Ujar Kaisar yang merasa baru kali ini melihat buket bunga mawar berwarna hijau.


“Mawar hijau tidak dijual secara umum. Biasanya harus memesan dulu jika menginginkannya Prof.” Sahut Shila lagi.


“Bukannya deadlinenya masih beberapa hari lagi Prof?” Tanya Dara mewakili Shila.


“Deadlinenya dimajukan Dar.” Jawab Kaisar

__ADS_1


“Filenya ada di hardisk externalku Prof, tapi tidak kubawa hari ini. Bagimana kalau nanti malam aku antarkan ke rumahmu Prof?” Ucap Shila tidak enak hat karna dirinya memang tidak membawa hardisk externalnya karena dia baru mengganti tas.


“Rumahmu di daerah bandara lama bukan? Dimana tepatnya?” Tanya Kaisar pada Shila.


“Diperumahan Royal Hilss Prof, kenapa?” Shila balas bertanya.


“Baiklah kalau begitu nanti aku saja yang mengambilnya. Kebetulan aku juga akan pergi bertemu temanku di daerah Sorogenen. Nanti aku yang akan mampir kerumahmu Shil untuk mengambil file kurikulum.”


“Bailah kalau begitu, maafkan aku Prof karna tidak membawanya.” Sesal Shila yang merasa masih tidak enak pada Kaisar.


“Tidak apa-apa Shil, bukan salahmu juga. Salahku karna tidak menghubungimu, kalau begitu aku keruanganku dulu.Nanti malam kau jangan kemana-mana karna aku akan mengambil file kurikulum dirumahmu.” Kaisar mengingatkan Shila


“Baik Prof.” Shila mengangguk patuh.

__ADS_1


“Ciye yang nanti malam akan diapeli oleh Prof Kai.” Goda Dara kepada Shila.


__ADS_2